(pertemuan ke 262)"Azab dan Sengsara" sebuah cerita utuk dijadikan pelajaran

Azab dan Sengsara



dulu ada seorang anak gadis bernama Mariamin, akibat tidak tercapainya keinginan untuk menikah dengan saudara sepupunya bernama Aminuddin. Kegagalan itu sebagai akibat dari larangan ayah Aminuddin menikahi Mariamin yang berasal dari keluarga yang sangat miskin. Sebelumnya, keluarga Mariamin sebenarnya adalah keluarga kaya. Ayah Mariamin yang bernama Tohir, ketika beranjak dewasa dan mendapat gelar Sutan Baringin, mendapat harta warisan dari neneknya.

Namun karena kesalahan ibunya yang memanjakan Sutan Baringin yang membuatnya menjadi seorang yang serakah. Harta warisan yang mestinya wajib dibagi dua dengan saudara sepupunya bernama Baginda Mulia, ingin dikuasai sendiri oleh Sutan Baringin. Keserakahan itu membawa mereka ke pengadilan perdata yang mengakibatkan Sutan Baringin kalah di pengadilan. Dalam peradilan hingga tingkat banding, Sutan Baringin sampai menjual rumah dan hartanya agar bisa menang. Namun tetap tidak menghasilkan yang terbaik. Malah ia jatuh miskin hingga meninggal dunia karena beban hidup dan kesedihannya. Setelah Sutan Baringin meninggal, anak gadisnya Mariamin menikah dengan lelaki bernama Kasibun. Tak disangka oleh Mariamin kalau ternyata Kasibun sudah punya isteri dan menderita penyakit kelamin. Walau sudah begitu, Kasibun memperlakukan Mariamin dengan tidak wajar sebagai seorang isteri. Karena tidak tahan dengan sikap dan perilaku sang suami, akhirnya ia meminta cerai dari Kasibun. Tak lama setelah cerai, Mariamin akhirnya meninggal dunia juga akibat penderitaan yang ditanggungnya tanpa henti.

Kirimkan teman lain ingin ikut membaca juga. Terimakasih

0 komentar:

Poskan Komentar