(MUHASABAH) SEBUAH KISAH PERJALANAN CINTA YANG MENGHARUKAN

cinta itu butuh kesabaran...

sampai dimanakah kita mampu bersabar menanti cita kta ?

hari itu aku berkomitmen untuk menajga cinta kami

aku menjadi perempuan pailng bahagia ,

pesta kami sederhana tapi meriah

ia menjadi pria sngat romants pada mlm itu

aku brsyukur menikah dengan pria shaleh , jujur ,tampan dan mapan pula

ketika kami berpacaran dia sudah sukses dalam karirnya

kami akan berbulan madu di tanah suci , itu janjiny pada saat pacaran dulu

da setelah menikah , aku mngajaknya untuk umroh ke tanah suci

aku sangat bahagia denganya , dan diajuga sangat mmanjakan aku,..sangat terlhat dari carany mncintaiku

banyak orang yg bilang kami psngan yg serasi. sangat terlihat bagaimana suamiku memanjaan aku dan aku bahagia menikah dengannya



5thn berlalu sudh kami menjadi pasangan suami istri , sangatterasa waktu amat cepat berlalu , walaupun kami hidup berdua saja karena smpai saat nii aku belum bisa memberinya malaikat kecil ( bayi) di tengah keharmonisan rumah tangga kami .

karena dia laki2 satu2nya dalam keluargnya jadi aku harus berusaha untuk mendapatkan keturunan sebagai penerus generasi untuknya

ALHAMDLILLAHH saat itu suamiku mendukung ..

ia menganggap ALLAH belum mmpercayai kmi untuk menjaga titipannya

tapi keluarganya mulai resah,dari awal kmi menikah ibu dan adiknya tidak menyukai aku. aku sering mendapatkan perlakuan yg kurang enak dari mereka . namun aku selalu berusha menutupi hal itu dari suamiku

Didepan suamiku mereka berlaku sangat baik padaku , tapi di belakng suamiku ku di hina hina oleh mereka

pernah satu tahun usia pernikahan kami , suamiku kecelakaan sampai mobilny hancur alhamdlillah suamiku selamat dari maut yang hampir membuat aku menjadi seorang janda



ia dirawat di rumah sakit pada saat dia belum sadarkandiri dari kecelakaan.aku selau menemaninya sambil ku bacakan ayat2 suci ALQURAN . KU SIBUK BOLAKBALIK DARI RUMAH SAKIT dan tempat aku menlakukan aktivitas sosial ku

aku sibuk mengurus suamiku di rumah sakit

namun setelah kembali keruma sakit setelah dari rumah kami, aku melihat ada ibu , adik2nya dan teman2 suamiku dan saat itu juga aku mihat ad sesosok wnta yg sanat akrab mengobrol dngan ibu mertua ku . mereka tertawa menghibur suamiku.

alhmdulllah suamiku sudah sadar , aku menangis melihat suamiku siuman ,, tapi aku tidak boleh sedih di depan dia

ku buka pintu yg tertutup rapat itu dengan perlhan sambil ku ucap ASSALAMUALIKUM dan mereka menjawab salam ku aku berdim sejenk di depan pintudan mereka semua melihat ku .suamiku memandangku dengan penuh manja mungkin ia kangen sudah 5 hri matanya tertutup

tangannya melambai megisyaratkan aku untuk seGera memegangnya erat , setelah aku menghampirinya aku mencium tanganya lalu ku ucap assalamualaikum ia pun menjawab slam ku dengan lrih namun penuh dengan cinta . akupun senyum melhat wjah suamiku

lalu ibunya berbicara denganku

" fis kenlkan ini desi temenny fikri"

aku teringat cerita dari suamiku bahwa teman baiknya pernah mencintainya, perempuan itu bernama desi dan dia sngat akrab dengan keluarga suamiku hingga akhirnya aku bertemu dengan orangnya juga ,akupun langsung berjabat tangan dengannya , aku tak banyak bicra dalam ruangan itu , aku tak mengerti apa yg mereka bicarakan

aku sibuk membersihkan dan mengobati luka2 di kepala suamiku, bru ebntar aku membersihkan mukanya , adik ipr ku din mengajak ku keluar ,dia minta di temeni ke katin dan suamiku mengijinkannya dan akupun pergi.

tapi setelah sampai di luar iparku berkata " lebih baik kau pulang saja ada kami disini yang menjaga abang , lebih baik kau istirahat "

anehnya aku tidak di perbolehkan untuk berpamita dengan suamikudengan alaan abanga harus banyak istirahat

karena kondisinya masih labil . aku berdebat dengannya kenap aku tidak di perbolehkan berpamitan dengan suamiku . tiba2 ibu mertuaku menghampiri kami dan mengatakan hal yg sma . nati dia akan menjelaskan pada suamiku kenapa aku pulang tidak berpamitan denganya toh suamiku selalu nurut apa yg di bilang ibunya baik ibunyasalah ataupun tidak dia tetap mmbenrkan. akhirnya aku pergi meninggalkanrumahsakit dengan linangan air mata

sejak saat itu aku tidak pernah di ijinkan untuk menjenguk suamiku smpai suamiku pulag kerumah dan aku hnya bisa menangis dalam kesendirian ku. menangis kenapa mereka sangat membenciku.



hariitu aku menangistanpa sebab yg ada di benakku aku takut kehilangannya dan takut cintaku di bgi dua

pagi itu saat aku mmbersihkan pekarangan rumah suamiku memanggilku ke taman belakang ia baru aja selesai sarapan dan mengajak ku duduk di ayunan tempat faforit kami sambil melihat ikan di kolam air mncur

aku bertanya " ada apa ayah memanggilku ?"

ia berkata " besok aku akan pergi menjenguk keluarga ku di sabang"

aku menjawab " ia sayangak tau , dan aku sudah mengemas brang2 kamu di travel bag , kamu sudah ada tiket kan?"

di menjawab" ya aku t akan lama disana , cum 3 minggu akk disana , aku jg sudah lama tidak berkumpul dengan keluarga besar ku sejak kita menikah dan aku pulang dengan mama ku " jawabnya tegas



Kirimkan teman lain ingin ikut membaca juga. Terimakasih

0 komentar:

Poskan Komentar