PERTEMUAN KE 163 " PERKENALKAN....NAMA SAYA "IZRAIL"....PERENAH DENGAR NAMA ITU..ITULAH SAYA..."

"Wahai anakku! Jika ada sesuatu yang tak bisa kau pastikan bila diadatang, maka persiapkan dirimu untuk menghadapinya sebelum dia mendatangimu sedang engkau dalam keadaan lengah" (Nasihat Luqman kepada anaknya)

Tiba-tiba saja ia berdiri dihadapanku. Memperkenalkan diri entah darimana. Terus terang, aku melongo ketika orang atau lebih tepatnya mahlukitu ada dihadapanku. Entah kenapa, aku tidak terlalu kaget. Hanya saja,memang muncul rasa heran dan takut. Tubuhku yang sedang berbaringsetengah terangkat. Aku menatap bengong melihatnya berdiri dihadapanku. Meski rasa takut menyergapku, aku seakan-akan tidak merasaasing dengan sosok ini.

Kayanya pernah kenal, tapi dimana gitu. Dalam beberapa saat aku seperti pikun. Lupa. Tepatnya nggak tau apakah pernah bertemu dengannya atau tidak. Sepertinya aku mengalami dejavu, pikirku. Cukup lama ia memandangku dengan diam, setelah dia menyebutkan namanya begitu saja. Padahal aku nggak minta diperkenalkan. Boro-boro perkenalan, dia begitu saja mengada, makanya siapa diapun aku nggak ngeh. Izrail katanya .Siapa ya? Rasanya nama itu pernah kudengar dengan baik. Tapi akulagi-lagi tidak mampu menggali memori dari otakku yang tiba-tiba menjadi beku. Ia nampaknya termasuk mahluk yang tak mau tau. Tepatnya super cuek. Apakah aku mau atau tidak, nampaknya ia memang tak peduli. Bilamana ia mau, ia akan memperkenalkan diri. Bila tidak, ya sudahlewat begitu saja. Tak peduli orang yang disapanya mau atau tidak.Apakah yang di datanginya jantungan atau tidak. Baginya itu nampaknya tidak menjadi soal benar.

Apalagi kemunculannya yang tiba-tiba begitu. Seperti menyergap dar iketiadaan, muncul begitu saja. Bagi yang penakut, mungkin kemunculannya bisa membuat semaput. Dia seperti hantu. Untungnya aku termasuk bukan manusia yang kagetan. Sehingga kemunculannya yang tiba-tiba itu tidakterlalu membuatku semaput. Tapi yang jelas memang otakku jadi beku.Seperti sekarang ini. Memandang dengan bodoh kesosok yang luar biasaganteng ini.

Kupikir-pikir, memang aku belum pernah melihat wajah seperti dia ini.Wajahnya lebih mirip manekin yang dipajang ditoko-toko ketimbang manusia. Halus, berkulit bersih, bahkan seperti menimbulkan pendar sinar. Meskipun, kebersihan kulitnya agak sedikit tidak lazim dengan warna bersih yang memerah dadu seperti pipi bayi itu. Dia senyam-senyum dikulum, seperti seorang teman lama yang sedang menggoda. Wah, pikirku, ni orang kalau ikut kontes Indonesian Idol atau AFI barangkali langsungmenang, yang lainnya langsung bertumbangan.

"Sudah tau siapa aku?", lanjutnya memecahkan kebingunganku."Eh..emmmmyyyaa...siapa ya", dengan sedikit gemetaran dan tergagap-gagap aku menjadi grogi, tapi lagi-lagi aku masih belum ngeh siapa dia, padahaldia sudah menyebutkan namanya. Nama itu memang terdengar tidak asing.Cuma, aku lagi-lagi lupa dimana pernah mendengar nama itu.

Dia tersenyum simpul. Swear, senyumnya termasuk kategori senyum manis bagi makhluk berjenis kelamin laki-laki (terus terang saja gender ini perlu saya buat dengan font italyc karena saya sendiri bingung ini orang laki-laki atau perempuan).

Kemudian dengan perlahan ia berkata" Aku diminta menjemputmu..."."Siapa?", tanyaku masih setengah bingung.

"Dia...", katanya pendek.

"Dia siapa ya?", tanyaku lagi, otakku masih beku, tak bisa menduga dantak tahu dengan yang ia maksud."Kkkamu sendiri siapa?", tanyaku dengansedikit gagap tetapi lebih mantap.

Keberanianku muncul begitu saja. Nampaknya, ia tidak kaget dengan reaksiku yang nampaknya masih belum begitu jelas. Aku sendiri masih mencoba mengingat-ingat. Tapi, rasanya memang sel-sel kelabu otakku jadi tumpul tak bisa berpikir. Entah kenapa, kemampuan berpikirku jadi mandeg. Daya ingatku seperti berputar-putar tak menentu, tak bisa mengatur alur logis yang benar. Melompat-lompat dan terputus-putus begitu saja seperti komputer yang perangkat lunaknya error karenakerusakan prosesornya. Kira-kira pernah kenal dimana dengan sosok aneh ini. Tanpa ba-bi-bu lagi nongol dan langsung memperkenalkan diri. Kucoba mengingat-ingat sekiranya aku pernah bertemu dengannya. Disuatu tempat, di suatu waktu.

Disela-sela kepikunannku, aku mencoba mengingat-ingat. Apakah temansekolahku dulu pikirku. Ah, kelihatannya bukan. Tapi tetap tak bisa kuingat, siapakah pemilik sosok ganjil dihadapanku ini. Lagi pula kami masih sering kumpul-kumpul satu sama lain, meskipun sudah hampir 10 tahun angkatan kami habis alias pada lulus dari bangku kuliah. Ah,nampaknya bukan. Pelan-pelan kuhimpun daya ingatku, sedikit demi sedikit aku merasakan otakku melumer. Tak ada dari temanku yang penampilannya mirip dia ini. Meskipun dari lain jurusan, aku masih ingat satu persatu beberapa temanku semasa kuliah dulu. Frame demiframe aku mencoba memutar kembali wajah-wajah temanku. Si Bambang yangpernah dipenjara dulu karena aksi bakar ban di kampus. Atau si Nirwanyang jadi budayawan. Walaupun aku cuma satu dua kali ketemu dengan diatoh aku masih mengingat wajahnya. Bahkan beberapa teman satu kampus yang cuma kenal muka pun aku masih rada-rada ingat.

Lha yang ada didepanku ini benar-benar asing banget. Walaupun samar-samar wajah ituseperti familiar dengan ku. Wajah sesosok wanita melintas sekilas, Ah, tapi bukan dia, bukan dia, dia sudah lama pergi. Aku tepiskan bayangan yang melintas dari masa lalu itu. Entah kapan ketemunya akupun tidak tau. Tapi memang ada satu wajah yang sempat melintas dikepalaku, tap itidak mungkin dia, soalnya dia memang cewek. Tapi, yah yang berdiri dihadapanku ini memang susah kujelaskan apakah cewek atau cowok. Ahhh,mungkin kawan se SMA dulu pikirku. Mencoba tidak menyerah, untukmengingat dia yang tiba-tiba berdiri didepanku.

Ingatanku pun melayangke SMA dulu untuk mencari-cari dan mencocokkan siapa gerakan teman SMAyang mirip-mirip dia ini. Lagi-lagi aku tidak menemukan sesorang punyang mirip dia. Kemudian kujelajahi kenangan SMP dan sekolah dasar.

Blank...Benar-benar blank nih pikirku, persis komputer yang tidak adaBIOS-nya. Siapa dia ini ya. Aku membatin, sambil menatap sosoknya.Mereka-reka, mencoba mengingat dan menggali dari sel-sel kelabudiotakku. Uhh..., rasanya...nggak ada ingatan sama sekali tentang sosok yang satu ini.

"Ngomong-ngomong sebenarnya kamu ini siapa...", kegugupan dankebengonganku sudah hampir lenyap. Ganti keingin tahuanku muncul tentang dia sendiri.

Sejenak ia menatapku lekat-lekat, kemudian "Ehm..aku sebenarnya pernah kamu kenal duluuuuu sekali". Ia malah menjadi sedikit grogi.

Ia mencoba memberi penekanan pada kata dulu. Jadinya terdengar sedikit aneh. Dan terus terang, senyum dikulumnya itu membuat beberapa bulu-bulu halus ditekukku mulai meremang. "Dddulu kapan yyya?" lanjutku setengah gemetar menuntaskan keingintahuanku.

"Ya dulu, sewaktu kamu baru mau disinari oleh Dia". Ha....apa maksudnya"disinari". Disinari apaan ya. (Sepotong ayat tiba-tiba melintas, membuka suatu kenangan asosiatif masa yang telah lama sekali berlalu,Alif Laam Mim Raa, (QS 13:1).Lagi pula, kok ucapannya sangat takzim sewaktu ia ucapkan "Dia". Bahkan setengah takut-takut.

"Aku diminta segera menjemputmu", katanya sedikit lebih takzim kepadaku.

"Haaa". Aku melongo antara bingung, heran, takut, dan takjub menjadi satu.

Namanya Izrail

"Ya Allah", ujarku setengah tak percaya. "Engkau...engkau... Izrail malaikat?", tanyaku.

Ia mengangguk. Baru kusadari ia yang berdiri di hadapanku ini memang berkulit sangat bersih. Bahkan bisa kubilang bersinar. Persis seperti gambaran buku-buku tentang orang-orang yang ahli ibadah. Halus, nyaris tanpa otot dan bulu. Ya mirip kulit bayilah. Ya bulu, sama sekali tidakada bulu dikulitnya. Wajahnya ganteng, bahkan nyaris cantik. Mungkin kenyal-kenyal dikit kalau dipegang-pegang seperti bunyi iklan sabun mandi "Dove", pikirku. Aku yakin, ia bisa menjadi Casanova nomor wahid kalau ia mau. Atau kalau mau jadi iklan sabun mandi, mungkin cocok untuk sabun mandi apapun. Dalam arti sabun mandi kecantikan ataukegantengan. Soalnya memang sampai saat ini, kalau saja ia tidakbersuara, sulit sekali membedakan antara laki-laki atau wanita.

Rambutnya teratur rapi tidak panjang dan tidak terlalu pendek, lurus tergerai. Sedang-sedang saja, tidak seperti orang yang habis bercukurmaupun tidak bercukur lama. Malah nampaknya tidak pernah ditumbuhikumis. Alisnya nyaris bertemu diatas hidungnya yang bangir. Dengansorot mata yang lembut namun dingin. Bibirnya seolah terus-menerus tersenyum simpul, setengah meledek melihat kebingungan dan sekarang kekagetanku. Bahkan, sebenarnya lebih mirip bibir joker musuhbebuyutannya tokoh komik Batman dan Robin atau salah satu bintang filmyang menjadi ikon sabun mandi terkenal. Walah..., senyumnya memangmirip Tamara Blezinky.

Tidak ada yang aneh sebenarnya kalau saja orang tidak berada dalam jarak dekat. Aku yang cuma beberapa puluh senti darinya bisa melihat keganjilan sosok yang jangkung dan tampan ini. Bau harum yang takpernah kucium dari bunga atau pewangi manapun dihirup hidungku. Rasanya bau harum, manis, dan menenangkan. Kok ya, si Izrail ini pake minyak wangi darimana pikirku. Bisa membuat aroma terapi seperti itu. Mungkin efek wewangian ini juga yang menenangkan diriku, Entahlah, aku sendir imasing dipengaruhi kebengongan dan kebingungan.

Aku masih membanding-bandingkan sosoknya dengan beberapa public figure yang sering kulihat di bioskop dan televisi. Seingatku tidak ada peragawan ataupun bintang film yang mirip dengan dia ini. Leonardo Di Caprio yang tampan imut-imut pun tidak seperti dia, atau Pau Min Cheyang aktor F4 pun jauh banget. Entah suku apa si Izrail ini. Dari melongo, kaget, bingung sekarang ada yang merambat pelan-pelan disekujur tubuhku. Bulu-bulu kudukku berdiri serentak, meremang diantara keringatku yang mulai merembes dan terasa dingin disekujur tubuhku. Aku mendadak disergap rasa takut amat sangat.

Namun itu tak berlangsung lama. Entah darimana datangnya, perasaanku yang campur aduk itu menemukan titik keseimbangannya manakala mencermati sosok yang berdiri dihadapanku ini. Wah, memang efek wewangian ini yang membuatku tenang pikirku. Tubuhku sudah kembali keposisi rebahan di pembaringan. Tanpa daya. Kuamati lagi sosok Izrai yang ada di hadapanku. Tepatnya bukan dihadapanku. Tapi diujung ranjangku.

Ya, saat itu aku sebenarnya lagi terbaring lemas dipembaringanku. Bukan sakit atau pun meriang. Cuma seperti kurang gairah. Waktu itu sudahmenjelang tengah malam. Jadi sebenarnya aku sudah bersiap-siap mau rebahan untuk tidur setelah membolak-balik beberapa lembar surat dar iAl Qur'an versi H.B. Jassin yang diberi judul "Bacaan Mulia". Namun kedatangannya yang tiba-tiba membuyarkan kantukku. Tak ada yang bisaku katakan saat itu. Pelan-pelan, karena kulihat ia juga cuma berdiri disitu, aku mulai mencoba menenangkan diri. Menatapnya dengan tolol .Lalu kuberanikan diri membuka dialog lagi setelah beberapa detikkebisuan melanda kami berdua. Aku mulai menyadari datangnya sesuatu.

"Sudah waktunyakah aku?", tanyaku pelan. Sangat pelan sekali. Kupikir ia tak mendengar ucapanku. "Ya, sudah saatnya menghadap Dia", katanya.Beberapa jenak aku pun cuma bisa menatapnya lagi. Tanpa komentar danrasa apapun. Hambar. Lalu entah bagaimana tiba-tiba saja aku nyeletuk tenang. Lagi-lagi, kurasakan ketenanganku karena pengaruh wewangiannya."Boleh aku meminta sesuatu sebelum engkau mengambilku...",harapku. Ia tidak kelihatan bimbang, malah sepertinya sudah tau kalauaku akan sedikit rewel. Ia cuma mengangguk. Lalu, entah ide darimana,lidahku fasih bertanya. "Ceritakan tentang kamu...".

Hikayat Izrail

Begitu saja. Ketika Ia Berkehendak melimpahkan rahmat dan kasihsayang-Nya, maka aku mengada seperti yang lainnya dari jenisku. Tercipta begitu saja dari al-Haba dan Nur Muhammad, berkas-berkas debudan cahaya yang memanifestasikan Kun Fa Yakuun. Aku adalah satu diantara yang tak terhitung, yang Dia ciptakan untuk menjaga kelangsungan Kun Fa Yakuun. Aku adalah bagian dari Kehendak dan Kemahakuasaan-Nya. Ada milyaran proses yang menyertai Kuasa-Nya. Sejumlah itulah kami ada. Baik yang nyata maupun yang kasat mata. Baikyang terasa maupun tidak terasa. Baik di dalam maupun di tapal batas semesta.

Masing-masing dari kami mempunyai tugas-tugas yang spesifik. Aku adalah salah satunya yang bertugas setiap saat, bersiap sedia bilamana semua makhluk sudah tiba untuk dikembalikan kepadaNya. Karena aku dari jenis makhluk yang mengikuti kepatuhan-Nya, maka aku sebenarnya tidak pernah terikat oleh ruang dan waktu, kendati aku selalu mengikuti arus Sang Waktu, seperti layaknya mahluk lain yang berada dalam kisaran tersebut.Jadi pendeknya aku tak pernah mati, sebelum yang lainnya kumatikan atas kehendak-Nya. Atau makhluk semacam itulah; Yang bertasbih tanpa kenal lelah, tak kenal waktu ataupun pengertian-pengertian relativistikseperti yang dinisbahkan kepada kaummu.

Tugasku ya seperti yang kamu rasakan ini, mengembalikanserpihan-serpihan cahaya kembali ke asalnya, ke awal mulapenyaksian-Nya, ketika kalian bersaksi "Ya, Kami bersaksi!" . Aku biasanya cuma sekedar menerima catatan dari Lauh Mahfuzh, siapa-siapa yang harus kujemput saat itu. Hanya saja, karena aku tak pernahmengenal waktu, aku bisa berada dimana saja, kapan saja, tapi bukan Coca Cola lho.

O ya, ngomong-nomong soal debu & cahaya. Memang aku terbuat dariserpihan-serpihan debu & cahaya yang menjaga proses Kun Fa yakuun.Sebenarnya, aku dan yang lainnya ada karena Dia mempunyai Kehendak dan Keinginan Yang Tak Terbantahkan; Dia ada karena Kekekalan diri-Nya, kemandirian-Nya, sehingga bagi selain-Nya, maka Dia adalah Perbendaharaan Tersembunyi.

Aku ada, makhluk lainnya juga ada, semata-mata karena limpahan rahmat dan kasih sayang-Nya, sehingga ketika Dia mendeklarasikan Kekekalan-Nya dan Kemandirian-Nya yang Absolut maka Dia berkata:"Kuntu kanzanmakhfiyyan fa ahbabtu an u'rafa fa khalaqtu al-khalqa fabi 'arafu-ni-- Aku pada mulanya adalah harta yang tersembunyi, kemudian Aku ingindikenal, Kuciptakanlah makhluk maka melalui Aku mereka kenal Aku.

Dia ucapkan Basmalah sebagai Rahmat dan Kasih Sayang yang Dialimpahkan, sebagai bagian dari Perbendaharaan-Nya yang tak akan ternilai oleh semua makhluk-Nya, tak akan terbalaskan kecuali oleh rahmat dan hidayah-Nya sendiri. Maka, dalam pemeliharaan AsmaAr-Rahmaan dan ar-Rahiim, Dia firmankan kehendak-Nya "Jadilah!" danmuncullah cahaya kemegahan-Nya sebagai Nur Muhammad, sebagai citra awal mula-Nya yang sempurna; kemudian aku mengetahui bahwa melaluinya aku akan mengenal-Nya.Dalam pusaran wawu, yang berputar melawan detak SangWaktu, Nur Muhammad adalah cahaya-Nya yang tidak tercitrakan di alamnyata; kecuali bagi mereka yang memiliki qolbu Mukminin dan mereka yangmenempatkan dirinya sebagai bagian darinya.

Ketika Nur Muhammadmenyinari zarah tanpa massa, yang kelak ditakdirkan menjadi al-Haba,maka dalam kuatnya pusaran wawu, Thaasin adalah firman-Nya yangmemaujudkan kekuasaan-Nya, terciptalah minyak zaitun yang diberkahi,yang kilau kemilaunya mampu menerangi, kendati tanpa disentuh api.

Simetri Kegaiban Mutlak-Nya pecah mandiri karena kehendak-Nya semata;Maka dari Kegaiban Mutlak-Nya, melimpah dengan Rahmat dan KasihSayang-Nya, al-Iradah-Nya goncangkan kegaiban sehingga gelombangal-Qudrah-Nya maujud mencapai batas-batas untuk segera munculkanal-Haba sebagai debu awal mula dan semburat cahaya Nur Muhammadmeneranginya, hingga "Jadilah!" lelehan minyak zaitun itu sepertiminyak tak tembus cahaya, lantas kehendak-Nya terkonfirmasikan sebagaiplasma awal mula yang meledak-ledak dengan sendirinya, ciptakangelombang Dentuman Awal Mula (Big-Bang), yang lontarkan al-Haba sebagaidebu-debu materi pemula, yang luaskan ruang awal-mula dalamketakberhinggaan Sang Waktu yang mengada menjadi fondasi alam nyata;darinya muncul salah satu kaumku yang mampu menjangkau setiapsudut-sudut semesta; membangun superspace awal mula; Dari Nur Muhammad,maujud salah satu kaumku mengikat semua maujud al-Haba menjadi semuamakhluk, baik sendiri-sendiri sebagai gelembung-gelembung kuantum,maupun sintesa dari banyak zarah menjadi citarasa-citarasa , inti-inti,atom-atom, molekul-molekul, sel-sel, jaringan-jaringan, organ-organ,obyek-obyek, menjadi galaksi-galaksi, menjadi bintang-bintang, menjadiplanet-planet, batuan, pegunungan, lautan, tumbuhan, binatang, manusia,dan menjadi dirimu.

Kaum mu, tercipta dari proses setelah milyaran tahun Kun Fa Yakuunberjalan. Itulah tanah lempung dari seluruh penjuru bumi, yang pernahkuambil dulu. Lantas kemudian Dia tiupkan Ruh dari cahaya-Nya. Diaberfirman ketika itu,

Alif Laam Ra, (Qs 2:1)

Alif Laam Mim Ra (Qs 13:1)

Cahayamu Dia ciptakan dengan penuh rahmat, kasih sayang dankemuliaan-Nya. Maka "Jadilah!" kaummu yang mengemban semua amanatkesempurnaan citra-Nya; Amanat yang tak sanggup diemban kaumku, amanatyang tak sanggup diemban oleh semua makhluk kecuali kaummu. Adam yangdiciptakan sebagai manusia sempurna pertama, adalah moyangmu, yangmemahami asmaa-a-kullahaa, yang menjadi khalifah pertama mengembanamanat itu.

Kamu mungkin heran, kalau aku sendiri sebenarnya mahluk yang sangat takkasat mata. Serpihan al-Haba dan Nur Muhammad adalah bahan bakuku, yangterhalus ciptakan diriku. Disaat tertentu kaumku jadi sangat nyata danbisa berbentuk apa saja. Persis seperti cahaya yang memantul ataubayang-bayang yang timbul dari setiap makhluk dibawah cahaya. Karenaaku dekat dengan esensi dirimu, maka penampakkanku sebenarnya sangattergantung pada apapun yang menggerakkan tindakanmu, motivasimu, danniat-niatmu. Bagi kaum sejenis ku, bentuk tak berarti apa-apa.

Selama milyaran tahun, Dia telah menetapkan masing-masing dari kamidengan urusan-urusan yang spesifik. Dia telah berfirman, Thaahaa (QS20:1) Untuk menyingkapkan segala sesuatu, dari Asma-asma-Nya yangmenjadi ketentuannya. Yang kelak engkau kenal sebagai, Alif, Ba, Jim,Dal (ABJAD) 1,2,3,4 (desimal) 10101010....(biner)Kami adalah kaumspesialis, dengan perintah-perintah-Nya, yang tak bisa kami bantah.Kami menyertai setiap gerak-gerik segala makhluk selain kaum kami.Karena tugas kami memang begitu. Kami awasi segala perilaku dan tindaktanduk kaummu, kesesatanmu, kemuliaan-mu. Kami bukan memata-matai,tetapi sekedar mencatat atau tugas-tugas khusus lainnya.

Semuanya kami catat sesuai dengan yang kami ketahui. Tapi lebihtepatnya menjadi saksi atas proses kesempurnaanmu, dengan rahmat,anugerah, kasih sayang, hikmah, keadilan dan kebijaksaan-Nya. Dia telahberfirman dengan kelembutan sebelum semuanya ditampilkan denganBasmalah, Kaf ha ya Ain Shaad (Qs 19:1) Kelembutan itu adalah"yatalaththaf" (Qs 18:19) yang memunculkan Rahmat dan Kasih Sayangnyaketika Kun fa Yakuun (Qs 36:82) dicetuskan sebagai perintah penciptaandengan ketentuan yang pasti terjadi (QS 69:1).

Tugas yang kuemban entah sampai kapan, aku sendiri tidak pernah diberitahu. Seperti aku misalnya. Tugasku sangat spesifik untuk mengembalikanruh segala mahluk kembali kepada-Nya. Setelah itu, ya sudah, petugasyang lain dari jenisku akan meneruskan proses itu. Begitu saja setiapsaat dari waktu ke waktu. Monoton memang. Tapi entah kenapa akusenang-senang saja menjalankan titah-Nya itu. Bagiku menjalankanperintah-Nya bukan sekedar tugas atau perintah. Tapi menggairahkanunsur-unsur pembentukanku. Entah sudah berapa banyak aku mengembalikanruh setiap mahluk di semesta ini. Dari kaum apa saja, dari ras apasaja. Yang baik-baik ataupun yang durhaka. Yang sedang sekarat ataupunyang sehat-sehat saja. Pokoknya, yang berdiam disetiap sudut semesta,yang mengikuti proses sejak Kun Fa yakuun difirmankan.

Aku sendiri, tentu saja menjadi bagian dari proses itu. Tapi karenakuasa-Nya, tugas kami memang cuma menjaga agar proses itu berjalanseperti yang Ia Kehendaki. Kehendak-Nya adalah Kemutlakkan-Nya. Makakaum kami seringkali merupakan bagian dari apa yang disebutsunnatullah. Aturan dan ketetapan-ketetapan yang menyertai kun fayakuun, baik yang pasti atau tidak pasti.

Kenapa Aku? Kenapa aku yang ditugasi begitu? Ini ada sejarahnya. Kantadi sudah kukatakan, bahwa aku dulu pernah mengambil debu dari bumi.Ketika Dia hendak menciptakan Adam, moyangmu itu, Dia mengutus satumalaikat yang sebenarnya tugasnya memikul 'Arsy untuk membawa debu daribumi.

Ketika dia ngotot ingin mengambil debu dari bumi, Bumi berkata "Aku memintamu demi Zat Yang telah mengutusnya agar engkau tidak mengambilapa pun dariku sekarang yang neraka memiliki bagian darinya". Malaikatpemikul Arsy terkejut, maka dia pun batal mengambil debu bumi.

Ketika ia melaporkan kepada-Nya, Dia berfirman "Apa yang mencegahmuuntuk membawa apa yang telah aku perintahkan kepadamu?". Dia menjawab,"Bumi telah meminta kepadaku demi keagungan-Mu, sehingga aku merasaberat untuk menolak sesuatu yang meminta demi Keagungan-Mu". Maka Allahkemudian mengutus malaikat lainnya kepada bumi, tetapi bumi mengatakanalasan yang persis sama seperti sebelumnya.

Demikian sampai entah berapa milyar tahun dalam ukuranmu sampai Allahmengutus semuanya. Akhirnya Allah mengutusku untuk mengambil debu. Bumipun mengatakan seperti sebelumnya. Tapi, sudah menjadi kehendak-Nyakalau segala sesuatu yang berhubungan dengan debu dan tanah liat akanditugaskan kepadaku. Aku berkata kepada bumi,"Sesungguhnya Dia yangmengutusku lebih berhak untuk ditaati daripada kamu". Bumipun bungkamseribu bahasa dan pasrah atas kehendak-Nya. Akupun mengambil daripermukaan bumi seluruh tanah yang baik dan buruk, semua unsur yang adadi Bumi yang mengandung Carbon, Hidrogen dan Oksigen, dan membawanyakepada-Nya. Lalu Dia mengucurkan air surga kekumpulan debu bumi itusehingga menjadi lumpur hitam yang diberi bentuk yaitu minthiin (Qs23:12), dan darinya Ia menciptakan Adam." Itulah sebabnya kenapa akuditugaskan untuk mengambil ruh manusia dan mengembalikannya ke Yang Berhak Menentukan Nasib.

Aku tak mengenal belas kasihan. Dulu, aku pernah berbelas kasih kepadamanusia yang hendak kucabut nyawanya. Namun, kehendak Allah mengandungrahasia-rahasia yang tersembunyi, sehingga akupun malu melakukanpenentangan Kehendak-Nya. Suatu hari, aku diperintahkan mencabut nyawaseorang perempuan di padang pasir yang panas. Ketika kudatangi, diabaru saja melahirkan anak laki-laki. Aku menaruh belas kasihan kepadaperempuan itu karena keterpencilannya, dan juga kasihan terhadap anaklaki-laki perempuan itu karena masih bayi namun tidak terawat di tengahpadang pasir yang buas. Namun fatal akibatnya, karena anak kecil dimanaaku menaruh belas kasih itu ternyata adalah penguasa lalim dan tiranyang tak ada duanya di bumi. Dari situ, aku memahami bahwa "MahasuciDia yang memperlihatkan kebaikan kepada yang dikehendaki-Nya!".

Ketika aku berbelas kasihan, maka aku tidak mencabut nyawa bayi itu,tapi aku kemudian menyesalinya karena apa yang kuanggap kebaikanternyata benih kejahatan yang kubiarkan tumbuh karena aku salahmenafsirkan kehendak Tuhan.

Izrail terdiam sejenak. Agaknya ia masih mengenang apa yangdilakukannya dulu. Kemudian ia melanjutkan. Jangan tanya siapakah ibubapakku, seperti layaknya makhluk lainnya yang beribu bapak. Katakansaja, aku manifestasi Kehendak Yang Kuasa. Manifestasi al-Qudrah setelah Ia memfirmankan "kun!".

Seperti saya bilang tadi, kaum sejenisku tercipta begitu saja karena Ia Berkehendak. Kalau kamu bertanya berapakah banyak tugas yang telahkulakukan? Aku sendiri tidak tahu. Benar-benar tidak tahu. Karenapengetahuan tentang itu tidak kami miliki.

Ada yang lain dari jenisku yang melakukan hitung menghitung. Itu bukantugasku. Aku jadinya memang mahluk yang sangat spesifik. Sebenarnyakalau soal spesialisasi begini, kami tidak ada apa-apanya dibandingkalian manusia. Soalnya, hanya kaum kalianlah yang diberi kehendakbebas untuk berpikir, memilah dan memilih dengan bertanggung jawab.Kaum kami tak sanggup memikulnya, karena kami telah melihat dampak-dampaknya yang mengerikan. Dia pun menghendaki kami bertasbih dan sujud dihadapan Nenek Moyangmu. Pernah kami protes begini-begitu sewaktu kami diberitahu bahwa Dia Berkehendak menciptakan mahluk manusia. Namun, Dia Maha Mengetahui atas apapun yang terjadi sejak Awal dan Akhir.

Kami sebenarnya terikat Sang Waktu seperti kaummu. Sang Waktu adalah kaum sejenisku. Ialah yang memungkinkan perubahan. Kami sebenarnya pun tau kalau manusia akan selalu begini begitu di semesta yang Dia ciptakan dengan rahmat dan kasih Sayang-Nya yang tak terbalaskan. Yang tidak kami miliki ada pada makhluk yang satu ini. Keinginan, akal, dan atribut lain yang kami tau bakal jadi masalah nanti. Kami memang sedikit iri, sampai Dia menunjukkan kuasaNya atas semua makhluk manusia. Kalian sebenarnya lebih tahu dari kami atas segala mahluk yang pernah Ia ciptakan.

Kami pun lalu sujud dihadapan nenek moyangmu, Adam. Cuma satu makhlukyang tak mau sujud. Ialah Iblis yang kemudian akan selalu mendampingikalian dalam proses Kun Fa yakuun. Maka, iapun terkutuk.

Allahberfirman :

"Keluarlah engkau dari padanya, karena sesungguhnya engkau terkutuk, dan sesungguhnya laknat atasmu sampai hari kemudian."

Begitulah, Iblis pun menjadi musuh abadimu dan musuhmu yang sejati. Iamenyusup di kumpulan-kumpulan debu al-Haba yang sekarang maujud menjadisemua bentuk, karena keinginan, karena hasrat, karena syahwat, karenaketamakan, kerakusan, kesombongan, dan penyakit-penyakit Sang Iblislainnya. Aku tak kuasa mengusirnya dari sekitarmu, soalnya memang bukantugasku. Kan tadi sudah kubilang kaumku adalah kaum spesialis. Begitulah aku.

Izrail mengakhiri kisahnya. Aku terdiam. Kemudian, karenatugas-tugasnya itu aku bertanya tentang cara dia mengakhiri kehidupanseseorang, cara dia mengambil ruh makhluk bernyawa. "Proses pengambila nruh? ", dia mengangkat alisnya.

Sebenarnya bagaimana caraku mengambil ruhmu itu tergantung dari banyak hal. Dan semuanya ada didiri kamu sendiri. Ada yang mungkin menurutmu kelihatan mudah, ada juga yang sulit. Ada yang berkesan ada juga yang tidak menyimpan kesan apa-apa. Aku sendiri tidak tau kenapa bisa tidak berkesan sama sekali. Ia maunya begitu kok.

Cara mengambilnya pun macam-macam. Kan sudah ku bilang kalau bahan dasarku adalah cahaya. Penampakanku sebenarnya tergantung dari kamu sendiri. Ada banyak hal yang mempengaruhi penampakan ku. Tapi, yang utama memang segala gerak gerik dan tingkah laku yang pernah kamu lakukan di semesta ini, akan mempengaruhi wujud penampakkanku.

Demikianjuga cara mengambil ruh kehidupan yang bersemayam di wujud fisikmu, tergantung pada kebandelan dan kepatuhanmu. Memang kaum mu ini termasuk makhluk yang diistimewakan-Nya. Sangat disayang, sangat sempurna dibanding makhluk lainnya. Hanya, seringkali kaum kamu itu ngeyel.

Kalau tidak, malah bisa dibilang pin-pinbo alias pintar pintar bodoh. Dan yang paling menjengkelkan, kalau kaum kamu ini sudah dikuasai oleh penyakitnya Sang Iblis yang terusir. Walah, susahnya minta ampun. Padahal pengambilan ini sebenarnya proses yang biasa-biasa saja. Kamu sendiri kan tahu tiap saat ada saja yang kuambil. Dengan baik-baik atau dengan paksa, dengan sendiri-sendiri atau berkelompok, dengan senang atau dengan ketakutan. Memang sih aku sering datang tiba-tiba. Maklum namanya cuma makhluk yang cuma menjalankan perintah. Aku sendiri tidaktahu kapan harus segera menemuimu. Itu rahasia Dia Yang Penuh Rahasia. Kaum kami pun, yang bisa dibilang 100 % patuh dan selalu beribadah kepada-Nya, tak tau apa-apa kalau menyangkut urusan takdir makhluk. Sungguh, tugas kaum kami cuma memenuhi perintah Dia. Memang sih seringkali ada delay sewaktu kami menjalankan tugas.

Biasanya kalau ada delay, kehadiran kami akan didahului aura yang mempengaruhi kelakuka nmahluk yang akan kami ambil. Mungkin kamu sendiri tidak menyadari ha litu. Tapi begitulah. Kaum kamu sebenarnya ada di dalam genggaman-Nya dengan ketat. Ada yang digenggam erat-erat. Ada yang direnggangkan, sampai kesombongan menyergapnya. Dan mengira, dirinya sangat hebat dan berkuasa, sampai-sampai dia pun menafikan peran Tuhannya. Padahal, semua malapetaka, semua kehinaan, semua hal yang buruk-buruk dapat terhindar dari dia semata-mata karena Dia sangat menyayanginya.

Akhirnya, kesombongan itu menjerumuskan dirinya dalam banyak kesesatan dan kebodohan. Benar, sombong, bodoh dan sesat itu sebenarnya hampir beriringan, karena itulah karakter Azazil, sang Iblis yang mengira dirinya pantas disujudi karena ilusi kesuciannya. Banyak kaummu yangterkena ilusi palsu itu. Maka berhati-hatilah, sebenarnya semua manusia mempunyai peluang untuk tergelincir ke dalam perangkap tipu daya Sang Durjana yang dikutuk oleh-Nya.

Kami yang mempunyai tugas mengambil sebenarnya cuma satu. Berhubung kami tidak terikat dalam proses yang kalian jalani, tidak oleh ruang maupun waktu, sepintas kami kelihatan ada banyak. Memang begitulah kejadiannya. Dalam satu waktu ukuran kalian, kami bisa serentak mengambil banyak ruh dengan berbagai cara,dimana saja.

Sudah tak terbilang, berapa milyar ruh yang kuputuskan dari semua harapan dan impiannya, dari semua angan-angan dan cita-citanya, dar isemua keasyikannya, dari semua kesenangannya, hartanya, istrinya,anak-anaknya, saudara-saudaranya, rumah-rumahnya, mobil-mobilnya, perusahaan-perusahaannya, jabatan-jabatannya, pacar-pacar gelapnya, dan lain-lainnya.

Tapi, itu tak cukup untuk mengingatkan manusia. Hingga iapun seperti keledai dipenggilingan masa, terperosok di lubang yang sama dari masake masa. Kelalaian manusia dari mengingat kedatanganku nampaknya sudahmenjadi penyakit zaman. Dari waktu ke waktu melakukan tugasku, kelalaian mereka terhadap kedatanganku menimbulkan rasa sombong dan berpanjang angan-angan. Entah sudah berapa banyak aku menghanguskan"business plan" mereka. Kaummu semestinya mengingat syair yang dibuat oleh seorang arif ini,

Kita lalai dari mati di pagi dan sore hari

Seperti penghuni dunia yang lalai

Dari kematian di sore dan pagi hari

Seseorang berjalan di suatu hari seperti tubuh tanpa ruh

Didepan mataku, setiap yang hidup adalah isyaratkematian

Merintihlah jiwamu wahai orang miskin, bila engkaumerintih

Sungguh, kau akan mati meski kau berumur seperti Nuh.[17]

Aku rasanya sudah kebal dengan semua keadaan ruh yang kutarik dalamkeadaan apapun. Pembantu-pembantuku sejumlah mahluk berruh yang ada disemesta ini. Jadi, setiap saat sebenarnya aku mengintip semua makhluk,mengincar semua makhluk. Begitu sinyal terakhir diisyaratkan Allah SWTmaka akupun akan beraksi memadamkan semua kepongahan dan harapanmanusia.

Ketahuilah, sesungguhnya ruh dalam keadaan telanjang dalam tubuhseorang hamba, ia akan diambil apabila dikehendaki dan dilepaskanapabila dikehendaki oleh-Nya. Maka Bersiaplah untuk mati wahai jiwa danberusahalah untuk selamat, orang bijak yang siap meyakini bahwa tak adakeabadian bagi kehidupan dan tak ada tempat pelarian dari kematian.

Engkau hanya peminjam apa yang mesti dikembalikan. Kita bukanlahpemilik kehidupan ini, juga bukan pemilik tempat hidup ini. Kita takberharta, tak berkeluarga, tidak juga anak-anak kita miliki.

Semuanya orang-orang telanjang. Jiwa kita menuju masa yang dekat, Yang Meminjamkan akan mengambil yang dipinjamkan.

Sebenarnya aku juga ditugaskan untuk mematikan malaikat, setan, iblis,pohon, binatang, dan makhluk bernyawa lainnya. Maka ia yang bernyawa,pastilah akan gemetar melihat kedatanganku.

Sebenarnya, ada banyak cara aku menarik ruh dari tubuh atau jasadmahluk bernyawa. Hal itu sebenarnya tergantung dari segala hal yangmembentuk kamu, amal-amal kamu, dan kelakukan kamu. Mau tau bagaimanaaku menarik ruh dari tubuh manusia? Aku menariknya langsung dari jasadyang hidup melalui ubun-ubun kepala.

Kamu seringkan menyedot minuman dari dalam botol? Persis! Sepertiitulah aku menarik ruh manusia dari tubuhnya. Saat itu kulakukan,seluruh sel-sel genetis tubuhmu mulai dari ujung kaki, sedikit demisedikit akan mati. Maka, jemari kakilah yang akan mengalami kematianpertama kali, baru kemudian bergerak ke telapak kaki, tungkai, kemudianke betis, lalu paha dan seterusnya. Pada keadaan ruh kutarik,ujung-ujung kaki akan mengejang, kaku. Dengan cara yang sama setiapbagian tubuh pelan-pelan akan kesakitan amat sangat dan kemudian matirasa, bertanda ruh sudah melalui bagian itu. Maka, berpisahnya tubuhdengan ruh akan terjadi setelah ruh dan tubuh merasakan sakit yangsangat dahsyat.

Bagaimana rasanya. Susah kugambarkan, karena aku cuma melihat saja, kanaku yang mencabut nyawa. Aku cuma melihat saja bagaimana manusia yangkucabut nyawanya berkelojotan dengan berbagai ekspresi rasa sakit yangdia rasakan saat itu. Jadi aku sendiri ndak tahu bagaimana rasanyaketika ruh kutarik dari jasad manusia.

Tapi, baiklah, dari pengalamanku mungkin gambarannya bisa kusimpulkandemikian : Rasanya seperti disayat-sayat karena ruh kehidupanmu, yangmenempel disetiap atom tubuhmu, sel-sel genetismu yang menjadi jaringansyaraf, otot, pembuluh darah, persendian, rambut, kulit kepala, kulityang membungkus tubuhmu, dan semua bagian tubuhmu kutarik-tarik,kubetot-betot dengan keras. Bayangkan saja jika ruhmu engganmeninggalkan dunia, maka semakin enggan, semakin sakitlah rasanya.Kalau ndak percaya, coba saja kamu cubit kulitmu keras-keras. Sakit kan!

Kamu pernah kan mengalami luka disayat. Perih! Begitulah teriakansebagian dari mereka yang kucabut ruhnya. Tapi luka tersayat yangsering dialami manusia tidak seberapa dibandingkan dengan tercabutnyaruh dari jasadmu dengan paksa. Kalau sayatan luka kan cuma terjadi disekitar luka saja, itupun sakitnya sudah luar biasa dan terasa dibagian tubuh lainnya. Bisa dibayangkan bagaimana kalau seluruh seltubuh terasa disayat-sayat. Jangan heran kalau manusia akanberkeringat, menjerit, melolong-lolong, meraung-raung, danmenggeliat-geliat berkelojotan ketika ruh ditarik keluar dari kepompongtubuhnya.

Manusia akan terkuras tenaganya, akibat kelelahannya, ia bahkan taklagi dapat bernafas, ia akan merasakan seperti tertimpa beban beratkesombongan, kedengkian, ketamakan, kemaksiatan, dan kejahilan lainnya.Namun demikian, apabila tubuh kuat, suara yang dikeluarkan ketikabernafas akan berbeda-beda. Ada yang dengan susah payah, ada yangmudah. Sesuai dengan amal yang pernah dilakukan tubuhnya.

Rasa sakit yang tak terkira muncul karena ruh yang lembut menjadi jinakdan menyatu setelah berhubungan dengan tubuh. Keduanya kemudianbercampur dan saling merasuki satu sama lain, sehingga keduanya sepertimenjadi sesuatu yang satu. Ruh dan jasad menjadi melekat. Keduanya takakan terpisahkan, kecuali dengan suatu upaya penarikan yang kuat,sehingga manusia merasakannya sebagai suatu kepayahan yang amat sangatdan sakit yang luar biasa.

Ketahuilah, kesukaanmu akan syahwat, nafsu dan materi serta keduniawiancenderung akan semakin melekatkan ruhmu dalam jasadmu. Kenapa demikian,ini karena atom-atom tubuhmu semakin memiliki energi yang tinggi,sehingga ikatan-ikatan atomis dalam tubuhmu akan semakin kuat.

Dikatakan bahwa tubuhmu menyimpan energi dalam yang berlebihan,sehingga seringkali energi berlebihan ini melonjak-lonjak dengan liardan menumbuhkan berbagai syahwat dan nafsu. Kromosom-kromosommu akanterganggu, kode-kodenya yang asli akan jungkir balik, bahkan akibatlangsungnya akan muncul menjadi berbagai penyakit yang payah sepertikanker, jantung, atau pikun. Itulah yang akan mencelakakanmu, akanmenyiksamu.

Jadi semakin lekat ruh dalam jasad maka semakin sakitlah engkau rasakanketika aku menarik-nariknya karena keengganan ruhmu meninggalkanjasadmu. Setelah rasa sakit tak terkira dan kekuatan jasad menurun,suara akan berangsur hilang, dan setiap bagian tubuh perlahan-lahanakan menjadi kaku.

Sakitnya penarikan ruh memang menggentarkan siapapun juga. Jangankanmanusia biasa, para nabi dan rasul pun menggigil ketakutan manakala akudatang. Karena alasan itulah, seorang nabi yang paling dimuliakandiantara nabi-nabi dan rasul-rasul, Muhammad SAW, memohon kepada AllahSWT agar membebaskan beliau dari penderitaan dan kepedihan kematian.

Beliaupun sudah mengingatkan, "Perbanyaklah mengingat sesuatu yangmenghancurkan kelezatan, yakni kematian." Banyak orang arif dan ulamayang membuat syair tentang hilangnya kelezatan ketika aku datang. Kata mereka,

Ingatlah kematian yang menghancurkan kelezatan

Dan bersiaplah untuk kematian yang akan datang

Wahai yang hatinya lalai dari mengingat kematian

Ingatlah tempatmu sebelum tiba saat perjumpaan

Bertobatlah kepada Allah dari kelalaian dan segala yang lezat

Sesungguhnya kematian sangatlah dekat

Ingatlah musibah hari-hari dan saat-saat yang terlewat

Jangan merasa tenang dengan dunia dan perhiasannya yang melekat [17].

Dalam Al-Qur'an, Allah menggambarkan kesakitan saat penarikan ruh dalamfirman dengan gambaran berikut "Dan bertaut betis (kiri) dengan betis(kanan) (QS 75:29)", yang banyak ditafsirkan oleh ulama sebagaiberhimpunnya rasa sakit sakratul maut dengan kerugian karena melepaskanridha Allah.

Allah menyebut keadaan tersebut dengan "sakrah", karena sakitnyakematian disertai dengan keburukan yang dihimpun akan membuat semaputpemiliknya, sehingga biasanya kesadarannya hilang. Allah berfirman,"Dan datanglah sakratul maut dengan sebenar-benarnya. Itulah yang kamuselalu lari daripadanya (QS 50:19)"[17].

Bagaimana gambaran yang jelas mengenai rasa sakit dan penderitaankematian memang bermacam-macam. Sehingga terdapat gambaran yang tidakpersis sama, namun intinya serupa yaitu suatu rasa sakit yang takterkirakan. Kamu mungkin dapat menyimak dari beberapa kisah tentangkematian berikut ini.

Hasan bin Ali pernah mendengar sabda Nabimu yang mulia yang mengatakanpadanya bahwa "pedihnya kematian setara dengan luka-luka tiga ratustusukan pedang". Ali Bin Abu Thalib kwj. bahkan menyebutkan setaradengan seribu pukulan pedang. Bisa kamu bayangkan bukan bagaimanasakitnya. Jangankan dipukul pedang, lha luka tergores silet saja bisamembuat manusia mengaduh-aduh nggak karuan, apalagi dipukul-pukulseribu kali dengan pedang.

Gambaran lain menyebutkan, kalau pedihnya kematian itu lebih tajam darigigi gergaji, lebih tajam dari mata gunting, lebih menyakitkan daripadadipanggang diatas kawah panas gunung berapi. Makanya ada pepatah yangmengatakan bahwa "maut lebih menyakitkan daripada tusukan pedang,gergaji, atau sayatan gunting".

Para nabi dan rasulpun mempunyai gambaran yang menakutkan betapapedihnya ketika aku datang. Dikisahkan ketika Nabi Musa meninggal duniadan ditanya Allah bagaimana rasa sakitnya kematian yang ia rasakan, iamenjawab bahwa kejadian itu seperti seekor burung yang dipangganghidup-hidup, tapi nyawanya tidak juga lepas dan ia tidak menemukan carauntuk melepaskan diri. Musa juga menggambarkan peristiwa itu sepertikambing hidup yang sedang dikuliti.

Bukankah Aisyah r.a pernah juga mengatakan bahwa ketika Nabi SAW akanmeninggalkan dunia fana ini, ada secangkir air penuh tergeletak didekatbeliau. Beliau mencelupkan tangannya kedalam cangkir berulang-ulang danmembasahi dan membasuh wajahnya. Beliau berdoa kepada Allah supayadibebaskan dari sakratul maut.

Demikian juga, khalifah kedua Umar bin Khatab r.a. meminta Ka'abmenggambarkan keadaan ketika seseorang dalam sakratul maut. Diamenjawab "Pencabutan nyawa dari badan dapat dibandingkan denganpencabutan duri-duri dari tubuh manusia sedemikian rupa sehinggaseluruh tubuh merasakan cengkeraman rasa sakit yang amat sangat."

Itulah sekelumit gambaran bagaimana kami melakukan tugas pencabutan ruhdari tubuh manusia dan rasa sakit yang dirasakannya. Perlu kamu ketahuijuga, kalau pengaruh pencabutan ruh, atau kematian itu tidak cumasekedar ketika ruh dicabut dari jasadmu. Namun pengaruhnya akanterus-menerus dirasakan sampai keliang lahat.

Akan kuceritakan sebuah riwayat lama yang menginformasikan hal ini.Pernah sekelompok orang datang kekuburan dan berdoa kepada Allah untukmenghidupkan seseorang yang telah meninggal. Maksud mereka adalah inginmengetahui bagaimana penderitaan yang dialami si mati pada saat akuberaksi. Atas idzin Allah, si mati yang kebetulan seorang yang bertakwapun hidup kembali. Ia berkata, "Aku meninggal 50 tahun yang lalu, namunhingga kini rasa pedihnya belum hilang dari hatiku!". Bayangkan! Rasasakit yang dialami ruh si mati yang nampaknya tidak hilang begitu saja,namun terasakan hingga puluhan tahun.

Aura kedatanganku yang menguat biasanya kalian sebut sebagai SakratulMaut. Dalam keadaan sakratul maut, setiap saat sekarat demi sekaratakan manusia lalui, penderitaan demi penderitaan akan dirasakan, sakitdemi sakit akan mengingatkan manusia pada semua perbuatannya, dan halitu terus akan terjadi sampai ruhnya mencapai kerongkongannya.

Pada titik kritis ini, berhentilah perhatian manusia kepada dunia dansemua yang ada di dalamnya. Berhentilah semua harapan-harapan danangan-angan mereka. Saat itu, simetri kegaiban pun terkuakdihadapannya, pemandangan alam akhirat pun muncul begitu saja. Pintutobatpun ditutup dan manusia pun diliputi oleh kesedihan danpenyesalan. Ia mungkin akan teringat sabda Rasulullah SAW "Tobatseorang manusia tetap diterima selama dia belum sampai pada kondisisakratul maut (yaitu sampainya nyawa di kerongkongan)".

Maka semakinmenyesallah ia. Tapi semua itu terlambat dan ketika aku menampakkandiriku semakin nyata, maka saat itu jangan pernah bertanya tentangpahit getirnya kematian ketika sakratul maut tiba. Pendek kata karenakengerian tentang kedatanganku maka Rasulullah SAW pernah bersabdatentang aku, dengan sabdanya beliau sebenarnya hanya ingin mengingatkanmanusia, katanya:"Kalau kalian melihat ajal dan perjalanannya, pastilahkalian akan membenci angan-angan dan tipu dayanya.

Tak seorangpun penghuni rumah kecuali ada Malaikat Maut yangmemperhatikan mereka dua kali sehari. Orang yang didapati ajalnya telahhabis, maka dia cabut nyawanya. Bila keluarganya menangis sedih, diabertanya 'Mengapa kalian menangis?' Dan mengapa kalian bersedih? DemiAllah, Aku tidak mengurangi umur kalian, tidak pula mengekang rezekikalian, dan akupun tidak berdosa. Sesungguhnya aku benar-benar akankembali kepada kalian (yang masih hidup saat itu), kemudian kembali,dan kemudian kembali, sehingga aku tidak menyisakan seorangpun darikalian.'"

Demikianlah, aku akan datang tanpa diundang dan pergi tanpa diantar. Iayang saatnya sudah ditentukan, maka ia akan menghadapi aku sesuaidengan keadaannya, rasa sakitnya, dan kengeriannya.

Banyak ungkapan yang menggambarkan bagaimana rasa sakit ketika akumencabut nyawa manusia. Namun, percayalah itu semua tidaklah lengkapbenar karena keluarbiasaan sakratul maut tidak dapat diketahui denganpasti, kecuali oleh orang yang merasakannya sendiri. Tahukah kamu,bahwa pencabutan nyawa termasuk kondisi spiritual yang cuma bisadirasakan oleh orang yang kucabut nyawanya. Jadi, orang lain mungkinmenggambarkan dengan ungkapan yang berbeda-beda. Tapi, begitulahkematian, ia hanya bisa dirasakan oleh yang meregang nyawanyasendirian. Karena kematian termasuk keadaan ruhani, maka menjadi jelasbahwa keadaan ruhanimu sangat mempengaruhi bagaimana rasanya mati.Orang lain cuma bisa mengira-ngira saja dengan menganalogi-kannyadengan rasa sakit yang benar-benar pernah dialaminya, atau dengan caramengamati orang lain yang sedang meregang nyawa. Lewat analogi pulaakan diketahui bahwa setiap anggota badan yang tidak bernyawa, tidakbisa lagi merasakan rasa sakit.

Akan kuperjelas lagi bagaimana rasa sakitnya kematian. Gambarkan sajasatu bagian dirimu terbakar api, maka rasa sakit yang dialami akanmenjalar keseluruh tubuh dan jiwa. Dan sesuai dengan kadar yangmenjalar ke jiwa, maka sebesar itu pula kadar yang dialami olehseseorang. Akan tetapi, rasa sakit yang dirasakan selama sakratul mautmenghunjam jiwa dan menyebar keseluruh tubuh. Sehingga bagi yang sedangsekarat, maka ia merasakan dirinya ditarik-tarik, dibetot, dandicerabut dari setiap sel, urat nadi, syaraf, persendian, dari setiapakar rambut yang tumbuh dibadannya dan kulit kepala, hingga kaki. Jadi,jangan Anda tanyakan lagi bagaimana derita dan rasa sakit yang tengahdialami oleh mereka yang dijemput olehku!

Maka, perhatikanlah sekiranya kamu mengalami suatu peristiwa yangberhubungan dengan kematian, apakah itu kematian salah satu keluargamu,tetanggamu, atau teman-temanmu. Perhatikan bagaimanakah keadaannya!Gunakan pengalamanmu dalam mengiringi kematian sebagai pelajaran danperingatan bagimu, bahwa tak ada yang abadi, semua pasti akan mati!

***Perihal Malaikat Izrail

Malaikat Izrail adalah salah satu di antara empat pembesar malaikatyang empat selain malaikat Jibrail, Mikail dan Israfil Dikenalimalaikat maut kerana ia ditugaskan untuk mencabut nyawa makhluk-makhlukAllah SWT Malaikat Izrail diciptakan oleh Allah SWT dalam keadaan yangserupa dengan malaikat Mikail baik wajahnya, saiznya, kekuatannya,lisannya dan sayapnya. Semuanya tidak kurang dan tidak lebih.

Dari kepala hingga kedua telapak kakinya berbulu Za'faran dan di setiapbulu ada satu juta muka dan setiap satu juta muka mempunyai satu jutamata dan satu juta mulut. Setiap mulut ada satu juta lidah, setiaplidah boleh berbicara satu juta bahasa. Jika seluruh air di lautan dansungai di dunia disiramkan di atas kepalanya, nescaya tidak setitikpunakan jatuh melimpah.

Disebutkan, ketika Allah SWT mencipta Al-Maut dan menyerahkan kepadamalaikat Izrail, maka berkata malaikat Izrail: "wahai Tuhanku, apakahAl-Maut itu?". Maka Allah SWT menyingkap rahsia Al-Maut itu danmemerintah seluruh malaikat menyaksikannya. Setelah seluruh malaikatmenyaksikannya Al-Maut itu, maka tersungkurlah semuanya dalam keadaanpengsan selama seribu tahun.

Setelah para malaikat sedar kembali, bertanyalah mereka: "Ya Tuhankami, adakah makhluk yang lebih besar dari ini?" Kemudian Allah SWTberfirman: "Akulah yang menciptakannya dan Akulah yang lebih Agungdaripadanya. Seluruh makhluk akan merasakan Al-Maut itu".

Kemudian Allah SWT berfirman: "Hai Izrail, ambillah Al-Maut itu, danAku telah menyerahkannya kepada mu". Maka malaikat Izrail pun berkata:"Ya Tuhanku, apa dayaku untuk mengambil nya sedangkan ia lebih agungdari ku". Kemudian Allah SWT memberikan kekuatan, sehinggalah Al-Mautitu menetap di tangannya.

Setelah itu Al-Maut berkata: "Ya Tuhanku, izinkanlah aku untuk berserudi dalam langit sekali sahaja". Maka, setelah diizinkan, berserulah iadengan suara yang amat keras: "Aku ini adalah Al-Maut, tugasku sebagaipemisah orang yang saling mencintai. Aku adalah Al-Maut, tugaskumemisahkan antara anak dan ibunya. Aku adalah Al-Maut, tugaskumemisahkan saudara lelaki dan wanita. Aku adalah Al-Maut, tugaskumenghancurkan bangunan rumah dan gedung-gedung, Aku adalah Al-Maut,tugasku meramaikan kuburan. Aku adalah Al-Maut, tugasku mencari danmendatangi kamu semuanya, walaupun kamu berada dalam lapis benteng yangamat kuat. Dan tiada satupun makhluk yang tidak merasakan kepedihanku".

Malaikat Izrail diberi kemampuan yang luar biasa oleh Allah SWTsehingga arah barat dan timur dapat dijangkau dengan mudah olehnyasebagaimana keadaan seseorang yang sedang menghadapi sebuah meja makanyang dipenuhi dengan pelbagai macam makanan yang siap untuk dimakan. Iajuga boleh membolak-balikkan dunia sebagaimana kemampuan seseorangboleh membolak-balikkan wang syilling.

Sewaktu malaikat Izrail menjalankan tugasnya mencabut nyawamakhluk-makhluk dunia, ianya akan turun ke dunia bersama-sama dengandua kumpulan malaikat iaitu malaikat Rahmat dan malaikat Azab.





Kirimkan teman lain ingin ikut membaca juga. Terimakasih

0 komentar:

Poskan Komentar