MEMIKIRKAN KESALAHAN DAN DOSA ORANG LAIN............(PERTEMUAN KE 181)

sering kali kita berpikir tentang kesalahan, keburukan, dan aib orang lain. Sampai-sampai kita menjadi sengsara karena perilaku orang lain. Padahal tidak ada satu pun yang menimpa kita kecuali buah dari perilaku kita sendiri. Tidaklah satu senyuman yang kita lontarkan kepada orang lain kecuali kembali kepada diri kita sendiri. Tidak satu patah kata yang kita ucapkan melukai orang lain, kecuali akan kembali kepada diri kita.


Oleh karena itu, janganlah menyalahkan siapapun jikalau hidup kita terpuruk, hidup kita seakan berat dan nestapa. Tiada yang tertukar. Semua perbuatan kembali kepada dirinya sendiri!


Orang-orang yang sangat beruntung itu akan berpikir sangat keras tentang dirinya. “apakah saya seorang yang menyekutukan Allah atau tidak?? apakah saya seorang yang sombong?? apakah saya ini seorang yang riya???


Disini orang yang beruntung adalah orang yang sangat berjuang untuk menemukan dirinya. Padahal bagaimana mungkin kita dapat mengubah orang lain kalau kita tidak berusaha menemukan kekurangan diri kita sendiri.


Kegagalan dakwah dalam islam adalah karena orang yang berdakwah tidak banyak mengetahui kekurangannya sendiri sehingga keindahan islam yang disampaikannya tidak sama dengan keindahan pribadinya. Kebesaran Islam yang diucapkan tidak cocok dengan perbuatannya sendiri. Berbahagialah orang-orang yang meluangkan waktu untuk mengevaluasi dirinya sendiri.



Untuk itu, mari kita bersama-sama bermuhasabah (intropeksi), mudah-mudahan ini bisa membuat hati kita lebih siap mengevaluasi sisa umur kita.


Saudara saudariku tersayang..., marilah ita sejenak menundukkan kepala dihadapan Allah yang maha agung, maha menatap, maha mendengar, dan maha memperhatikan kita. Dia tahu apapun yang kita lakukan. Tidak ada satupun lirikan mata yang luput dari pengetahuan Allah. Tak ada satu patah kata pun yang terucap , tidak terdengar oleh Allah yang maha mendengar.


Saat ini kita dihargai orang lain, saat ini kita dihargai temen-teman, saat ini kita dihargai orang tua, sesungguhnya bukan karena kemuliaan yang kita miliki melainkan karena Allah masih menutup aib kita. Allah masih menutupi segala kebusukan kita . Allah masih menutupi segala kemaksiatan yang pernah kita perbuat.


Wahai sahabat,....sungguh kian hari kita makin dekat dengan saat kepulangan (kematian) kita. Kain kafan ada saatnya oleh Allah dibungkuskan kepada jasad kita. Alangkah beruntungnya jika malaikat maut datang, kita benar-benar sudah siap. Dosa sudah diampuni oleh Allah dan badan kita terbasuh air wudhu.



Alangkah indahnya jika malaikat maut menjemput dengan paras yang teramat indah, kening kita usai bersujud, lisan kita sedang lirih menyebut nama Allah dan keringat kita bersimbah berjuang di jalan Allah. Alangkah indahnya jikalau saat kematian datang, orang tua ridha kepada kita, orang-orang yang kita sakiti sudah memaapkan, tidak ada hutang piutang. Alangkah indahnya jikalau saat kematian datang air mata kita sedang menetes , ingat dan rindu kepada Allah. Kita lepas ajal kita penuh dengan kemuliaan, “khusul khatimah”.

Tetapi , alangkah banyaknya orang yang mati dalam keadaan sebaliknya: mati dalam keadaan berlumur dosa, mati di tempat zina, mati dikutuk dan dilaknat orang tua, mati dalam keadaan berselimut harta haram sebab banyak daging yang tumbuh dari makanan haram dan mati dalam keadaan terhina. Na'udzubillahi min dzaliq.


Sahabat yang dirahmati Allah,....hidup didunia hanya sebentar. Allah yang menciptakan kita memilih kita menjadi manusia, tidak menjadi hewan atau tumbuh-tumbuhan. Alhamdulillah, diantara bermiliar manusia kita ditakdirkan menjadi Muslim, dikala orang lain kafir dan tidak mengenal islam.

Alhamdulillah, dimana begitu banyak orang islam , banyak yang tidak mengenal sujud, tidak megenal al qur'an, tidak mengenal taushiyah, namun kita dibimbing oleh Allah menjadi Muslim dan kening kita ini sering diberi kesempatan untuk bersujud.


Alhamdulillah sahabatku, otak kita dibuat cerdas, tidak dibuat menjadi orang hilang ingatan. Allah memberikan mata kepada kita sehinga bisa melihat indahnya alam, walaupun Allah tahu mata kita bergelimang maksiat.


Sahabat....marilah kita mulai buka pikiran kita, jangan hanya mengurus kesalahan-kesalahan orang lain yang belum tentu kita lebih baik dari mereka.


"Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim. Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan) , karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang." [Al Hujuraat:11- 12]


Kunci surga itu milik Allah, bukan milik manusia manapun. Jadi kita tidak perlu pusing atau khawatir. Memang kalau kunci surga itu berada ditangan salah seorang manusia , maka mungkin dia hanya mengijinkan jamaah atau kelompoknya saja untuk masuk ke dalam surga.


Kadang aku merasa heran dan sangat prihatin dengan berkembangnya budaya menghujat dan mencaci maki ulama dan gerakan islam saat ini, yang dilakukan kalangan muslim.


Kenapa kita tidak sibuk memperbaiki diri kita sendiri dan baru kemudian berusaha memperbaiki kesalahan orang lain? Kenapa kita sibuk mengumpulkan kesalahan-kesalahan para ulama lalu kemudian mengekspos nya di berbagai media, ceramah dan buku?? Padahal rasulullah saw. Dalam sebuah hadist hasan mengatakan , “beruntunglah orang yang menyibukkan diri dengan mengetahui dan meperbaiki aib-aibnya sendiri”.


Sahabat Abu darda ra. Jangan pernah mengatakan : “kalian menghisab orang lain seolah-olah kalian adalah para Tuhan! Padahal kalian adalah hamba-hamba dan manusia biasa. Kita memiliki kewajiban untuk memberi pemahaman yang benar kepada manusia tentang agama islam. Ditengah jumlah penduduk yang 210 juta jumlahnya di indonesia ini, banyak sekali kejahilan dan ketidak pahaman terhadap islam. Ditambah dengan islam disini telah banyak mengalami pengaburan, karena itu kita punya kewajiban untuk memberi pemahaman islam secara benar.


Tapi ingatlah,.... jangan sampai kita disibukkan dengan saling bantah satu sama lain, saling menyerang satu jamaah dengan jamaah yag lain, karena itu akan meyebabkan kita terhalangi untuk menyambaikan risalah al-islam yang sesungguhnya, yang diturunkan untuk seluruh umat manusia dibumi ini. Mengapa kita menghabiskan usia dan waktu kita dengan usaha-usaha saling menjatuhkan satu sama lain, padahal dunia sedang menunggu kita menyampaikan risalah islam. Jika kita seemangnya benar seorang ulama dan pendakwah yang baik, JAGALAH LISAN KITA, jangan kita sibukkan diri kita dengan menyingkap-nyikap aib saudara sesama kaum muslimin. Yang harus kita laukukan adalah membuat umat ini mencintai islam dengan cara menghindarkan kebiasaan-kebiasaan semacam itu. Kita juga harus mewujudkan persatuan kaum muslimin , karena sesungguhnya kita adalah umat yang satu. Kenapa umat muslimin yang ada di Jakarta tidak bersatu dengan muslimin yang ada diluar Jakarta??? Padahal sekarang orang-orang kafir, musuh-musuh Allah SWT sedang bersatu untuk menjatuhkan kaum muslimin. Kita ini dipersatukan bukan karena keturunan atau interest-interest yang lain, tapi hanya karena satu hal yaitu ikatan kalimat Laa Ilaaha Illallah, karena Allah SWT.


Aku yang faqir ini bukanlah seorang aktivis dakwah atau lainnya, aku cuma seorang yang tidak setuju dan melawan segala bentuk tasyhir atau penggembor-gemboran kejelekan dan kesalahan jamaah-jamaah islam itu. Kita harus mengakui bahwa jamaah-jamaah islam yang ada itu semuanya telah berijtihad, telah bersungguh-sungguh untuk menyampaikan agama Allah SWT. Semua jamaah muslimin didunia telah banyak memberi manfaat bagi kaum muslimin. Bahwa jika mereka punya kesalahan, kita semua juga punya kesalahan. Tidak ada manusia yang maksum, kita bukan malaikat, jadi semua punya kesalahan.


Kita saling mengingatkan , jangan menyibukkan diri dengan kesalahan-kesalahan itu, dan mengekspos kesalahan dan kekeliruan mereka, lalu kita dengan sengaja meninggalkan musuh-musuh Allah yang nyata, dari kaum Nasrani dan Yahudi, yang berusaha menyerang dan menjatuhkan kaum muslimin. Dimana kita meletakkan akal sehat kita?? kenapa kita tidak mengambil manfaat dan kebaikan dari sisi-sisi baik jamaah-jamaah yang ada itu, dan kemudian menyampaikan nasehat dan meluruskannya mereka????



Manusia berbicara setiap masa. Bicara yang baik akan membawa keselamatan dan kebaikan kpd manusia. Jika bicara tidak mengikut adabnya, manusia akan merana di dunia dan di akhirat. Di dunia akan dibenci oleh manusia lain manakala di akhirat bicara yang menyakiti hati org lain akan menyebabkan kita tersiksa kekal abadi di dalam neraka Allah SWT. Bagi mereka yg beriman, lidah yg dikaruniakan oleh Allah itu tidak digunakan utk berbicara sesuka hati dan sia-sia. Sebaliknya digunakan utk mengeluarkan mutiara-mutiara yg berhikmah. Oleh sebab itu, DIAM adalah benteng bagi lidah manusia drp mengucapkan perkataan yang sia-sia.



Hadits2 Rasullulah mengenai kelebihan diam yg dimaksud: “Barangsiapa yg banyak perkataannya, nescaya banyaklah Khilafnya. Barangsiapa yg banyak khilafnya, nescaya banyaklah dosanya. Dan barangsiapa yg banyak dosanya, nescaya neraka lebih utama baginya". ( RW ABU NAIM ) “Barangsiapa yg beriman kpd Alah dan Hari Akhirat, maka hendaklah ia berkata yg baik atau diam". ( RW BUKHARI & MUSLIM )” "Barangsiapa diam maka ia terlepas dr bahaya".( RW AT-TARMIZI )”



Manusia tidak akan dapat mengalahkan syaitan kecuali dgn diam. Jalan yg terbaik ialah diam kalau kita tidak dapat berkata kearah perkara2 yg baik. Bicara yg baik adalah lambang hati yang baik dan bersih yang bergantung kpd kekuatan iman pada diri manusia.


Semoga beroleh manfaat buat kita semua, yang baik diambil dan yang buruk kita tinggalkan.


Sebagai Peringatan Juga untuk diriku yang terkadang Lalai

0 komentar:

Poskan Komentar