KEKUATAN KATA (PERTEMUAN KE 87)

Seorang pria kaya dan terhormat mengundang beberapa tamu penting pada sebuah jamuan makan malam. Setelah makan malam, putrinya tiba-tiba merasa pusing dan harus dibaringkan di tempat tidur.

Pria kaya sebagai tuan rumah meminta ulama yang menjadi salah seorang tamunya untuk berdo’a bagi putrinya. Ulama itu pun mengucapkan beberapa do’a dan kalimat–kalimat dari kitab suci untuk memohon kesembuhan.

Melihat itu, seorang dokter yang ada di sana merasa kesal. Ia berkomentar, “Mengapa jaman modern sekarang ini masih mempercayai takhayyul semacam itu ? Kita mempunyai aneka ragam obat dan vitamin untuk menyembuhkan”.


Mendengar komentar itu, sang ulama berkata, “Mengapa sekarang ada keledai yang menjadi dokter (?). Bagaimana mungkin orang bodoh yang tidak memiliki kepekaan dapat menjadi dokter (?)”

Mendengar ucapan itu, sang dokter terdiam. Mukanya merah padam karena tersinggung dan marah.

Ulama itu berkata kembali dengan sopan dan lembut, “Maafkan saya, ucapan itu saya katakan hanya untuk menjelaskan sesuatu. Bila ucapan duniawi seperti itu dapat membuat perubahan pada diri seseorang, seperti muka anda yang menjadi merah padam, pembuluh darah yang membesar, jantung berdebar dan adrenalin meningkat, maka sangat mungkin do’a dan kalimat-kalimat kitab suci pun dapat membuat perubahan - membantu kesembuhan.”

0 komentar:

Poskan Komentar