(PERTEMUAN KE 188) AL MAR-U MA'A MAN AHABB (PASTINYA KITA AKAN BERSAMA DENGAN ORANG YANG KITA CINTAI

Anas bin Malik radhiyallahu’anhu menceritakan bahwa suatu ketika -dia bersama Nabi sedang keluar dari Masjid- ada seorang Arab Badui -di depan pintu masjid- yang berkata kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Kapankah hari kiamat terjadi?”.



Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepadanya, “[Celaka kamu] Apa yang sudah kamu persiapkan untuk menghadapinya?”.



Ia menjawab, “Kecintaan kepada Allah dan Rasul-Nya.”



Nabi bersabda, “Kamu akan bersama orang yang kamu cintai.”





Anas berkata, “Tidaklah kami merasa sangat bergembira setelah masuk Islam dengan kegembiraan yang lebih besar selain tatkala mendengar sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Kamu akan bersama dengan orang yang kamu cintai.” Maka aku mencintai Allah, cinta Rasul-Nya, Abu Bakar, dan Umar. Aku pun berharap akan bersama mereka -di akherat- meskipun aku tidak bisa beramal seperti amal-amal mereka.”



(HR. Bukhari dan Muslim, lihat Syarh Muslim [8/234-235], kata-kata dalam tanda kurung diambil dari riwayat Bukhari)









Hadits yang agung ini menyimpan berbagai pelajaran berharga, di antaranya:



1. Hadits ini menunjukkan keutamaan cinta kepada Allah dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam (lihat Syarh Muslim [8/234]).


2. Bolehnya memberikan jawaban tidak sebagaimana yang diinginkan oleh penanya, apabila jawaban yang diinginkan itu kurang bermanfaat/tidak penting bagi si penanya


3. Keutamaan beriman kepada hari akhir, bahwa hal itu akan mendorong manusia untuk mempersiapkan diri sebelum menghadapinya. Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Wahai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah dan hendaknya setiap jiwa memperhatikan apa yang sudah dipersiapkannya untuk menyambut hari esok.” (QS. Al-Hasyr: 18). Di antara buah keimanan kepada hari akhir adalah: menumbuhkan semangat berbuat taat karena mengharapkan pahala di akherat serta memunculkan rasa takut berbuat maksiat karena khawatir tertimpa siksaan di akherat (lihat Nubdzatun fil ‘Aqidah, Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah, hal. 46)


4. Hadits ini menunjukkan besarnya semangat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk menunjukkan kebaikan kepada umatnya, sehingga hal itu mendorong beliau untuk mengalihkan jawaban pertanyaan itu kepada sesuatu yang jauh lebih bermanfaat bagi si penanya


5. Hadits ini juga menunjukkan bahwa terkadang seseorang memandang bahwa sesuatu itu penting baginya padahal sebenarnya bila dilihat dengan kacamata syari’at maka tidak seperti yang dia sangka


6. Seorang yang memberikan jawaban atas pertanyaan hendaknya mempertimbangkan maslahat dari jawaban yang diberikan olehnya bagi si penanya


7. Bekal untuk menghadapi hari kiamat adalah keimanan, bukan dengan semata-mata banyaknya harta, ketinggian pangkat, dan banyaknya keturunan. Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Pada hari itu tidak berguna harta dan keturunan kecuali bagi orang yang menghadap Allah dengan hati yang selamat.” (QS. asy-Syu’ara’: 88-89)


8. Kegembiraan yang dirasakan para sahabat dengan mendengar Sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam


9. Kebahagiaan yang hakiki itu akan diperoleh bersama dengan Islam dan Sunnah. Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Maka barangsiapa yang mengikuti petunjuk-Ku maka dia tidak akan sesat dan tidak akan celaka.” (QS. Thaha: 123)


10. Hadits ini menunjukkan bahwa para sahabat memahami kalau kemuliaan derajat manusia tidak diukur dengan materi atau parameter duniawi yang lainnya, namun dengan iman dan amalnya. Oleh sebab itu Anas bin Malik radhiyallahu’anhu menjadikan Abu Bakar dan Umar -dua orang terbaik setelah Nabi- radhiyallahu’anhuma sebagai sosok yang lebih dicintainya daripada yang selainnya








11. Hadits ini menunjukkan bahwa para sahabat mencintai sahabat yang lainnya karena keimanan dan amal soleh mereka


12. Hadits ini menunjukkan bahwa lafaz ‘man’ (isim maushul/kata sambung yang berarti ‘orang yang’) menunjukkan makna umum, mencakup siapa saja yang tercakup di dalamnya (lihat al-Qawa’id al-Fiqhiyah karya Syaikh as-Sa’di rahimahullah, hal. 46, Syarh Ushul min Ilmi Ushul Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah, hal. 196-197). Demikianlah yang dipahami oleh para sahabat sebagai orang Arab. Hal itu sudah bisa mereka pahami sebelum adanya bidang ilmu khusus yang disebut dengan ilmu ushul atau qawa’id fiqhiyah. Dan ini merupakan salah satu pedoman berharga dalam madzhab salaf (lihat Ma’alim Ushul Fiqh ‘inda Ahlis Sunnah, Muhammad Husain al-Jizani, hal. 422). Oleh sebab itu Anas bin Malik menanggapi sabda Nabi “Kamu bersama dengan orang yang kamu cintai” dengan ungkapan, “Maka aku mencintai Allah, cinta Rasul-Nya, Abu Bakar, dan Umar.” Beliau tidak membatasinya kepada Allah dan Rasul saja


13. Hadits ini menunjukkan bahwa cinta yang sejati adalah kecintaan yang dilandasi kecintaan karena Allah ta’ala.


14. Hadits ini menunjukkan bahwa kecintaan yang bermanfaat itu meliputi: [1] cinta kepada Allah -yang benar, bukan sekedar klaim-, [2] mencintai apa yang Allah cintai, [3] cinta karena Allah (hubb lillah wa fillah) artinya mencintai orang karena ketaatannya (lihat al-Qaul as-Sadid fi Maqashid at-Tauhid, hal. 97 dan ad-Daa’ wa ad-Dawaa’, hal. 214). Ibnul Qayyim berkata, “Cinta yang terpuji adalah cinta yang bermanfaat, yaitu kecintaan yang mendatangkan manfaat bagi pemiliknya di dunia dan di akheratnya. Cinta semacam inilah yang menjadi sinyal kebahagiaan. Adapun cinta yang berbahaya adalah yang mendatangkan bahaya baginya di dunia dan di akheratnya, dan itu merupakan sinyal kebinasaan dirinya.” (ad-Daa’ wa ad-Dawaa’, hal. 229).


15. Bolehnya mengatakan ‘Celaka kamu’ sebagai bentuk teguran (lihat Kitab al-Adab dalam Shahih Bukhari hal. 1263-1264)


16. Keutamaan Umar bin Khattab radhiyallahu’anhu (lihat Kitab Manaqib Umar bin Khattab dalam Shahih Bukhari hal. 768-769). Hadits ini demikian juga menunjukkan keutamaan Abu Bakar ash-Shiddiq radhiyallahu’anhu


17. Hadits ini menunjukkan bahwa Abu Bakar dan Umar -radhiyallahu’anhuma- adalah orang-orang yang wajib dicintai, bukan dibenci atau bahkan dicaci maki! Sehingga hadits ini merupakan salah satu bantahan bagi kaum Syi’ah yang mencela para sahabat Nabi -terutama Abu Bakar dan Umar- bahkan sampai mengkafirkan mereka… Maha Suci Allah dari kotornya akidah mereka…


18. Orang yang bijak adalah yang bisa mengakui keutamaan orang lain atas dirinya. Sebagaimana Anas bin Malik mengakui keutamaan Abu Bakar dan Umar, semoga Allah meridhai mereka semua.


19. Hadits ini menunjukkan tidak adanya rasa hasad/dengki pada diri para sahabat satu dengan yang lainnya, bahkan mereka adalah orang-orang yang saling mencintai karena Allah.


20. Bukti kecintaan kepada Allah adalah dengan mengikuti Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Katakanlah: Jika kalian benar-benar mencintai Allah, maka ikutilah aku.” (QS. Ali Imran: 31) (lihat Kitab al-Adab dalam Shahih Bukhari hal. 1265)


21. Bolehnya memberikan keputusan hukum atau fatwa ketika sedang berada di tengah jalan (lihat Kitab al-Ahkam dalam Shahih Bukhari hal. 1428)


22. Kehidupan di alam dunia ini adalah perjalanan menuju kematian, maka semestinya setiap orang mempersiapkan bekalnya untuk menghadapi kehidupan setelah kematian. Dan sebaik-baik bekal adalah ketakwaan. Oleh sebab itu Allah siapkan surga bagi hamba yang bertakwa. 

Kirimkan teman lain ingin ikut membaca juga. Terimakasih

(pertemuan ke 189) suamimu bisa jadi adalah syurgamu dan suamimu bisa jadi adalah nerakamu

Tulisan ini kuperuntukkan kepada para isteri dan calon isteri, serta para suami dan calon suami.

Semoga setelah membacanya akan mendapatkan HIKMAH, sehingga memahami makna yang mendasar arti sebuah pernikahan sehingga cita-cita membentuk keluarga yang sakinah-mawaddah- warahmah dunia-akhirat akan tercapai.



PERNIKAHAN adalah proses IJAB - QOBUL antara ayah calon isteri atau walinya kepada calon suami dengan mas kawin yang telah ditentukan dengan disaksiakan oleh para saksi.



Dalam Al-Quran perjanjian ijab – qobul tersebut seperti perjanjian Allah ta’ala dengan Rasul-Nya yang disebut MITSAQON GHOLIZHO (Perjanjian yang berat) dan ‘arsy Allah bergetar karenanya.



Setelah proses IJAB - QOBUL tersebut, beralihlah tanggung jawab orang tua kepada suami. Pemenuhan kebutuhan lahir-batin, pembinaan dan perlindungan beralih kepada suami.



Dengan kata lain ….Suami Anda adalah wakil orang tua Anda.

Sehingga ketaatan Anda kepada suami (dalam hal tidak bermaksiat kepada Allah) adalah seperti ketaatan kepada orang tua Anda.

Dan kedurhakaan Anda kepada suami (dalam hal tidak bermaksiat) adalah seperti kedurhakaan kepada orang tua Anda.

Dan ridlo Allah sudah tergantung kepada ridlo suami Anda.



Allah subhanahu wa ta'ala berfirman (artinya) :



" Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang ta`at kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka). Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka menta`atimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar."



Hadits-hadits yang berkaitan dengan ini adalah sebagai berikut :



 Ibnu Jarir dan al-Baihaqi meriwayatkan ha-dits dari Abu Hurairah yang menyatakan bahwa Nabi Saw bersabda:

“Sebaik-baik wanita adalah yang menawan hati-mu bila engkau pandang, taat manakala engkau perintah, dan menjaga hartamu serta memelihara kehormatan diri-nya ketika engkau tidak ada di rumah.” Kemudian Rasulullah Saw. membaca ayat tersebut di atas. (Qs. An Nisaa’ 4: 34).





Dari Abu Umamah ra, dari Nabi Saw beliau ber-sabda: “Tidak ada yang paling bermanfaat bagi se-orang (lelaki) Mukmin se-su-dah bertaqwa kepada Allah daripada memiliki isteri yang shalihah, yaitu jika ia di-perintah ia taat, jika ia dipan-dang menye-nangkan hati, dan jika ia digilir ia tetap ber-buat baik, dan jika ia diting-galkan (suaminya) ia tetap menjaga suaminya dalam hal dirinya dan harta suaminya.” (HR Ibnu Majah)





“ Siapapun wanita yang meninggal dan suaminya ridho kepadanya , maka dia akan masuk surga "

( Ibnu Majah , Ath Tirmidzy , HR. Muttafaqun “Alaihi )





Al-Hushain bin Mihshan rahimahullahu menceritakan bahwa bibinya pernah datang ke tempat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam karena satu keperluan. Seselesainya dari keperluan tersebut,



Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya kepadanya: “Apakah engkau sudah bersuami?”



Bibi Al-Hushain menjawab: “Sudah.”



“Bagaimana (sikap) engkau terhadap suamimu?” tanya Rasulullah lagi.



Ia menjawab: “Aku tidak pernah mengurangi haknya kecuali dalam perkara yang aku tidak mampu.”



Rasulullah bersabda: “Lihatlah di mana keberadaanmu dalam pergaulanmu dengan suamimu, karena SUAMIMU ADALAH SURGA DAN NERAKAMU.”



(HR. Ahmad 4/341 dan selainnya, lihat Ash-Shahihah no. 2612)





Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

“Seandainya aku boleh memerintahkan seseorang untuk sujud kepada orang lain niscaya aku perintahkan seorang istri untuk sujud kepada suaminya."



"Dan tidaklah seorang istri dapat menunaikan seluruh hak Allah Subhanahu wa Ta’ala terhadapnya hingga ia menunaikan seluruh hak suaminya. Sampai-sampai jika suaminya meminta dirinya (mengajaknya jima’) sementara ia sedang berada di atas pelana (yang dipasang di atas unta) maka ia harus memberikannya (tidak boleh menolak).”



(HR. Ahmad 4/381. Dishahihkan sanadnya olehAsy-Syaikh Al-Albani rahimahullahu dalam Irwa` Al-Ghalil no. 1998 dan Ash-Shahihah no. 3366)





“Jika seorang suami memanggil istrinya ke tempat tidurnya lalu si istri menolak untuk datang maka para malaikat akan melaknatnya sampai pagi.” (HR. Al-Bukhari no. 5194 dan Muslim no. 3524)



Dalam riwayat Muslim (no. 3525) disebutkan dengan lafadz:



“Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, tidaklah seorang suami memanggil istrinya ke tempat tidurnya lalu si istri menolak ajakan suaminya melainkan yang di langit (penduduk langit) murka pada istri tersebut sampai suaminya ridha kepadanya.”









Di dalam kisah gerhana matahari yang mana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan para shahabatnya melakukan shalat gerhana padanya dengan shalat yang panjang, beliau melihat Surga dan neraka. Ketika ...beliau melihat neraka beliau bersabda kepada para shahabatnya:



“ … Dan aku melihat NERAKA maka tidak pernah aku melihat pemandangan seperti ini sama sekali, aku melihat kebanyakan penduduknya adalah kaum WANITA.”



Para shahabat pun bertanya: “Wahai Rasulullah, Mengapa (demikian)?”



Beliau menjawab: “Karena kekufuran mereka.”



Kemudian mereka bertanya lagi: “Apakah mereka kufur kepada Allah?”



Beliau menjawab: “Mereka kufur (durhaka) terhadap suami-suami mereka, kufur (ingkar) terhadap kebaikan-kebaikannya. Kalaulah engkau berbuat baik kepada salah seorang di antara mereka selama waktu yang panjang kemudian dia melihat sesuatu pada dirimu (yang tidak dia sukai) niscaya dia akan berkata: ‘Aku tidak pernah melihat sedikitpun kebaikan pada dirimu.”



(HR. Bukhari dari Ibnu Abbas radliyallahu ‘anhuma)



Kirimkan teman lain ingin ikut membaca juga. Terimakasih

(pertemuan ke 190) MAU JADI WANITA SHOLEHAH JUGA SUKSES...NIH KUNCINYA....BACA NI CERITA...

Ada seorang wanita sukses dan sholehah bernama Salma.

Dia mempunyai keluarga yang sangat berbahagia dengan suami dan 4 orang anaknya.

Dia cantik berhiaskan jilbabnya, rajin beribadah dan berakhlak mulia.

Dia juga seorang pengusaha garmenn yg berhasil.

Dari keberhasilannya dia sudah membangun mesjid.

Dan panti asuhan dengan 150 anak yatim.

Dia tidak pernah terlihat sedih, bahkan ketika anak bungsunya meninggal.



Ada seorang temannya bernama Zahrah yg selalu memperhatikannya dan bertanya kepadanya :



"Jeng, saya sangat kagum pada Kamu."



"Kamu itu sangat rajin ibadah, dari sholat wajib, baca Quran, puasa sunnah, sholat malam, sholat dhuha, selalu tersenyum ramah dan baik kepada setiap orang."



"Kamu juga mempunyai keluarga yang berbahagia, sabar memberi pelayanan kepada suami dan membimbing serta menyayangi anak-anakmu."



"Kamu juga seorang pengusaha yang sukses, bisa membangun mesjid dan mempunyai panti asuhan dengan biaya dari usahamu."



"Jeng....saya ingin seperti kamu, memakai jilbab, rajin ibadah, berakhlak mulia, punya keluarga yang sangat bahagia, dan sukses dalam usaha...."



"Bahkan waktu perusahaanmu dibobol maling dan anak bungsu kesayangan kamu meninggal...saya lihat kamu sangat tenang sekali."



"Kalau boleh tahu apa KUNCI dari semua itu Jeng?





Salma tersenyum mendengar penuturan dan pertanyaan Zahrah, kemudian menjawab :



"Zahrah sahabatku..... sebenarnya setiap manusia yang memahami dan mengakui ALLAH sebagai Tuhan harusnya bisa seperti itu..."



"Hanya kebanyakan manusia tidak memahami dan mengakui ALLAH sebagai Tuhan."



"Maksudnya Jeng?"



"Mereka tahu Allah adalah Tuhan Sang PENCIPTA, tapi kadang tidak memahami bahwa karena SEMUANYA adalah CIPTAAN Allah dan atas KUASANYA berarti SEMUANYA adalah MILIK Allah dan mereka tidak mengakuinya."



"Saya memakai jilbab...karena rambut saya BUKAN MILIK SAYA SENDIRI, tetapi MILIK Allah...dan Allah memerintahkan untuk menutupnya di depan orang yang bukan mahram."



"Saya sholat, puasa, haji, berusaha berbuat baik kepada semua orang...karena DIRI SAYA BUKAN MILIK DIRI SAYA SENDIRI...Sehingga saya bebas semau saya...tapi DIRI SAYA MILIK ALLAH...saya harus mengikuti semua aturan-aturan-Nya."



"Saya bersabar melayani suami saya dan mendidik dan menyayangi anak-anak saya walaupun saya sibuk dengan usaha saya...karena suami dan anak saya BUKAN MILIK SAYA...tetapi MILIK Allah yg diamanahkan kepada saya."



"Saya mempunyai usaha yang berhasil...bukan karena saya hebat...tetapi karena Allah telah membukakan pintu rizki untuk saya dan untuk karyawan-karyawan saya... dan itupun semuanya MILIK Allah..saya hanya diberi amanah saja."



"Dan saya mempunyai anak bungsu yang sangat saya sayangi...itupun MILIK Allah...saya tidak berhak menahannya waktu diambil oleh-Nya...karena itu BUKAN MILIK SAYA....dan Allah masih memberikan 3 anak yang lain serta PINJAMAN-PINJAMAN-NYA YANG LAIN....YANG SANGAT BANYAK..."





Zahrah termenung.....dan tak berasa butiran-butiran air matanya jatuh dan menangis sambil memeluk Salma.....



" Selama ini saya tahu Allah sebagai Tuhanku...tetapi saya tidak paham bahwa SEMUANYA ADALAH MILIKNYA......Kita tidak mempunyai apapun di dunia ini....dan saya sering TIDAK MENGAKUI bahwa Allah adalah PEMILIK SEGALANYA."



" Benar Zahrah .......dan kita berkewajiban mensyukuri semua nikmat PINJAMAN dari ALLAH. Allah berfirman dalam QS Ibrahim ayat 7 :

Dan (ingatlah), tatkala Tuhanmu memaklumkan : "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih."



Innaa Lillaahi wa Innaa Ilaihi Raaji'un

"Sesungguhnya kita adalah milik Allah.....dan kita semuanya akan kembali kepadanya."



Kirimkan teman lain ingin ikut membaca juga. Terimakasih

(PERTEMUAN KE 187) MAU TAU ..YANG DITAKUTIN RASULULLAH TERHADAP UMMATNYA SEPERTI KITA INI

Rasulullah Shalallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

" Hal-hal yang aku KHAWATIRkan melanda pada ummatku adalah :

" BESAR PERUT, BANYAK TIDUR, PEMALAS, dan LEMAH KEYAKINAN"

( H.R Daruquthni dari Jabir ).



Sahabat Hikmah...

Kehidupan DUNIA adalah arena UJIAN, tempat untuk berMUJAHADAH, bersungguh-sungguh untuk berAMAL dan BEKERJA.

Sedangkan Kehidupan AKHIRAT adalah arena MENUAI HASIL dan MENIKMATI.

Sehingga SEBENARNYA KEHIDUPAN adalah kehidupan AKHIRAT

Dan kehidupan DUNIA adalah MENIPU dan MELALAIKAN



Sehingga Rasulullah Shalallaahu ‘alaihi wa sallam mengKHAWATIRkan ummatnya yang terjebak oleh TIPUAN DUNIA sehingga menganggap DUNIA itulah kehidupan yang sebenarnya dan HILANGnya KEYAKINAN akan KEBENARAN adanya KEHIDUPAN AKHIRAT, sehingga menjadi BESAR PERUT, BANYAK TIDUR, PEMALAS, dan LEMAH KEYAKINAN.



>>BESAR PERUT

Adalah gambaran orang yang BANYAK MAKAN.

Di antara sebab terbesar yang membantu seseorang untuk tetap giat menuntut ilmu, memahaminya dan tidak jemu, adalah meMAKAN SEDIKIT dari sesuatu yang halal.



Orang yang BESAR PERUT juga menggambarkan orang yang MALAS BERPUASA dan BERLEBIHAN dalam MAKAN, serta TIDAK MEMBERI MAKAN fakir miskin dan anak yatim.



Allah SWT pun berfirman dalam Al-Qur`an, "Makan dan minumlah, dan JANGAN BERLEBIH-LEBIHAN. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan." (QS. Al-A'raf : 31)



Unik sekali prinsip para sahabat Rasulullah dahulu dalam soal makan. Mereka mengatakan, "Kami adalah sekelompok kaum yang tidak makan kecuali lapar dan bila kami makan kami tidak sampai merasa kenyang."



BESAR PERUT juga mengakibatkan keKERASan HATI dan menumbuh kembang biakkan PENYAKIT-PENYAKIT HATI, serta menimbulkan KEMALASAN dalam bekerja dan beramal.



Al-Imam Asy-Syafi’i rahimahullahu berkata: “Aku tidak pernah kenyang semenjak 16 tahun lalu. Karena, banyak makan akan menyebabkan banyak minum, sedangkan banyak minum akan membangkitkan keinginan untuk tidur, menyebabkan kebodohan dan menurunnya kemampuan berpikir, lemahnya semangat, serta malasnya badan. Ini belum termasuk makruhnya banyak makan dari tinjauan syariat dan timbulnya penyakit jasmani yang membahayakan.”





>> BANYAK TIDUR

Adalah efek dari BANYAK MAKAN dan BANYAK MINUM. Banyak tidur sebab utama lembek hatinya, menyebabkan hatinya turut mengantuk, kegiatan hilang, semangat mengendur, karena beban jadi berat. Orang yang demikian hidupnya akan merasa NYAMAN dan SANTAI sehingga TERLENA dan dapat menyebabkan matinya pemikiran,lambat, malas dan menghindar dari persoalan serta meninggalkan tanggung jawab dan kewajiban diri.



Dalam Al Quran Allah menggambarkan orang-orang yang berIMAN:



تَتَجَافَى جُنُوبُهُمْ عَنِ الْمَضَاجِعِ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ خَوْفًا وَطَمَعًا وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ

"Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya dan mereka selalu berdoa kepada Rabbnya dengan penuh rasa takut dan harap, serta mereka menafkahkan apa apa rezki yang Kami berikan "(QS. As-Sajdah:16)



كَانُوا قَلِيلا مِنَ اللَّيْلِ مَا يَهْجَعُونَo

وَبِالأسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُون o

"Di dunia mereka sedikit sekali tidur diwaktu malam, Dan selalu memohonkan ampunan diwaktu pagi sebelum fajar." (QS adz-Dzaariyaat:17-18)



Ibnu Qoyyim Al Jauziyah rahimahullah mengatakan, “Banyak tidur dapat mengakibatkan lalai dan malas-malasan. Banyak tidur ada yang termasuk dilarang dan ada pula yang dapat menimbulkan bahaya bagi badan.



Waktu tidur yang paling bermanfaat yaitu :

[1] tidur ketika sangat butuh,

[2] tidur di awal malam –ini lebih manfaat daripada tidur di akhir malam-,

[3] tidur di pertengahan siang –ini lebih bermanfaat daripada tidur di waktu pagi dan sore-.



>>PEMALAS

Aadalah rentetan dari dari akibat BANYAK MAKAN dan BANYAK TIDUR. Padahal tugas kita di DUNIA adalah untuk BEKERJA/BERMAL dengan sungguh-sungguh dan sebaik-baiknya. BEKERJA/BERAMAL dalam berIBADAH dan memberikan MANFAAT kepada orang lain.



”Dan katakanlah: "Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mu'min akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan". (QS At Taubah :105)



”(Dia Allah) Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya (pekerjaannya). Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.” (QS Al Mulk :2)



”Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam KERUGIAN, kecuali orang-orang yang berIMAN dan MENGERJAKAN kebaikan dan NASEHAT MENASEHATI supaya mentaati KEBENARAN dan nasehat menasehati supaya menetapi KESABARAN.” (QS 103:1-3)



>>LEMAH KEYAKINAN

Adalah rentetan akibat BANYAK MAKAN ,BANYAK TIDUR, dan MALAS dalam BERAMAL / BEKERJA.



Orang yang demikian pasti akan terlena dan menganggap FATAMORGANA DUNIA sebagai KENYATAAN yang harus DINIKMATI SEPUAS-PUASNYA dan menganggap kehidupan AKHIRAT adalah hal yang TIDAK NYATA dan TIDAK PASTI serta TIDAK JELAS KEBENARANNYA.



Orang yang demikian melihat KESUKSESAN adalah KEBERHASILAN DUNIA (Harta yang berlimaph, Rumah yang megah, Isteri yang cantik, anak yang banyak dsb) dan menganggap bodoh dan merugi orang-orang yang beriman, karena Orang yang beriman ”kurang” menikmati DUNIA yang hartanya banyak dipersiapkan untuk negeri akhirat dan sederhana di dunia dan waktunya banyak (siang dan malam) untuk beribadah kepada Allah.



"Kehidupan DUNIA dijadikan INDAH dalam pandangan orang-orang KAFIR, dan mereka memandang HINA orang-orang yang berIMAN. Padahal orang-orang yang berTAKWA itu LEBIH MULIA daripada mereka di hari kiamat. Dan Allah memberi rezki kepada orang-orang yang dikehendaki-Nya tanpa batas." (QS Al Baqarah : 212)



Orang yang demikian merasa PUAS (RIDLO) dengan kehidupan DUNIA, mereka merasa TENANG dan TENTERAM di dalamnya sehingga tidak lagi mengharapkan KEBAHAGIAAN di negeri AKHIRAT dan PERJUMPAAN dengan TUHANnya.



Orang-orang yang demikian telah TERLENA dan TERTIPU dengan kehidupan DUNIA, sehingga mereka meLALAIkan AYAT-AYAT Allah baik ayat-ayat QAULIYAH (Al Quran) ataupun ayat-ayat KAUNIYAH (Kejadian dan alam ciptaan Allah)



Orang-orang yang demikian HANYA berDO’A dan BEKERJA untuk KEBAIKAN kehidupan DUNIA saja (Berdoa dan bekerja agar BISNISnya SUKSES, agar diberi mobil dan rumah baru dsb) tanpa pernah memohon berDO’A dan BEKERJA untuk KEBAIKAN di AKHIRAT maka karena USAHAnya itulah akhirnya mereka masuk ke dalam NERAKA. Na’udzubillaahi min dzaalik.



Maha benar Firma Allah subhanahu wa ta’ala (yang artinya) :

“Sesungguhnya orang-orang yang TIDAK MENGHARAPKAN PERTEMUAN dengan Kami, dan merasa PUAS dengan kehidupan DUNIA serta merasa TENTERAM dengan kehidupan itu dan orang-orang yang meLALAIkan AYAT-AYAT Kami, mereka itu tempatnya ialah NERAKA, disebabkan apa yang SELALU mereka KERJAKAN. Sesungguhnya orang-orang yang berIMAN dan MENGERJAKAN ’KEBAIKAN/KESHALEHAN’, mereka diberi PETUNJUK oleh Tuhan mereka karena keIMANannya, di bawah mereka mengalir sungai-sungai di dalam SURGA yang penuh keni`matan.”

(QS Yunus :7-9)





”Apabila kamu telah menyelesaikan ibadah HAJImu, maka berDZIKIRlah (dengan menyebut) Allah, sebagaimana kamu menyebut-nyebut (membangga-banggakan) nenek moyangmu, atau (bahkan) berDZIKIRlah lebih banyak dari itu.



Maka di antara manusia ada orang yang berDO’A: "Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di DUNIA", dan TIADALAH baginya bahagian (yang menyenangkan) di AKHIRAT.



Dan di antara mereka ada orang yang berDO’A: "Ya Tuhan kami, berilah kami KEBAIKAN di DUNIA dan KEBAIKAN di AKHIRAT dan PELIHARALAH kami dari siksa NERAKA". Mereka itulah orang-orang yang MENDAPAT bahagian dari apa yang mereka USAHAkan; dan Allah sangat cepat perhitungan-Nya.”

(QS 2:200-202)



”Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk ISI neraka JAHANAM kebanyakan dari JIN dan MANUSIA,

mereka mempunyai HATI, tetapi tidak dipergunakannya untuk MEMAHAMI (ayat-ayat Allah)

dan mereka mempunyai MATA (tetapi) tidak dipergunakannya untuk MELIHAT (tanda-tanda kekuasaan Allah),

dan mereka mempunyai TELINGA (tetapi) tidak dipergunakannya untuk MENDENGAR(ayat-ayat Allah).

Mereka itu sebagai BINATANG TERNAK, bahkan mereka LEBIH SESAT lagi. Mereka itulah orang-orang yang LALAI.”

(QS 7:179)



Itulah mengapa kebanyakan penghuni surga adalah orang miskin dan lemah, karena dengan kemiskinannya di dunia mereka bersabar untuk mendapatkan dengan sungguh-sungguh KEKAYAAN di negeri AKHIRAT.



Rasulullah Saw bersabda:

"Aku telah melihat-lihat Surga.Aku menemukan Surga kebanyakan penghuninya adalah orang-orang miskin dan

Aku telah melihat Neraka. Aku menemukan Neraka kebanyakan penghuninya adalah kaum wanita." (HR. Bukhari)





Kirimkan teman lain ingin ikut membaca juga. Terimakasih

(PERTEMUAN KE 191) MAU TAU CARANYA AGAR HIDUP ITU INDAH DAN NIKMAT.................

HIDUP adalah arena UJIAN HIDUP adalah gudangnya MASALAH Bahkan orang MATI pun mempunyai MASALAH Kecuali mereka yang berIMAN dan berTAQWA




Buat orang yang berIMAN dan berTAQWA … ….....HIDUP adalah INDAH Buat orang yang berIMAN dan berTAQWA… …….UJIAN dan MASALAH akan terasa NIKMAT Apalagi setelah MATI…




Mereka memandang keBAIKan dan keBURUKan sebagai UJIAN Mereka memandang keBAIKan dan keBURUKan sebagai MASALAH Mereka meNIKMATinya dengan keKHUSUKan dan rasa CINTA Dan bagi mereka tidak ada MASALAH lagi setelah MATI




Mereka tidak pernah LALAI bila mendapat keBAIKan Mereka tidak pernah berKELUH bila mendapat keBURUKan Dan mereka selalu mendapat keBAIKan setelah keMATIan




keBAIKan yang didapat bagi mereka adalah… ………….....KASIH SAYANG dan FADILAH Allah keBURUKan yang didapat bagi mereka adalah… ……………...keBERSAMAan dan kePASRAHan kepada-Nya dan keMATIan bagi mereka adalah ……………...kePUASan yang tak berkeSUDAHan




Dengan keBAIKan mereka berSYUKUR Dengan keBURUKan mereka berSABAR dan berTAWAKKAL Dengan keMATIan mereka berTEMU Allah Sang KEKASIH




Karena mereka selalu mendapatkan NUR ( CAHAYA ) dari PENGUASA Alam Karena mereka selalu mendapatka FURQAN ( PEMBEDA ) dari Sang PENCIPTA Dan karena DOSA dan keSALAHannya telah diHAPUS dan diAMPUNi Dan karena PAHALAnya diLIPATGANDAkan.




Sahabat Hikmah… Maka marilah kita menaikkan LEVEL kita menjadi orang-orang berTAQWA Dengan menjalankan SELURUH ATURAN Allah Subhanahu wa ta’ala, Dan dengan menjalankan RUKUN ISLAM yang ketiga … …………berPUASA di bulan RAMADHAN




“Hai orang-orang yang berIMAN, diWAJIBkan atas kamu berPUASA sebagaimana diWAJIBkan atas orang-orang SEBELUM kamu agar kamu berTAQWA” (QS 2:183)


“Kami akan mengUJI kamu dengan keBURUKan dan keBAIKan sebagai COBAAN (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan.” (QS 21:35)


“Hai orang-orang yang berIMAN, jika kamu berTAQWA kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan kepadamu FURQAN ( PEMBEDA ) dan mengHAPUSkan segala kesSALAHan-keSALAHanmu dan mengAMPUNi dosa-dosa mu. Dan Allah mempunyai KARUNIA yang besar.” (QS 8:29)


“Hai orang-orang yang berIMAN, berTAQWAlah kepada Allah dan berIMANlah kepada Rasul-Nya, niscaya Allah memberikan RAHMAT-Nya kepadamu DUA bagian (dunia dan akhirat), dan menjadikan untukmu NUR ( CAHAYA) yang dengan CAHAYA itu kamu berjalan dan Dia mengAMPUNi kamu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS 57:28)


Dari Abu Hurairah radhiallahu 'anh, ia berkata : Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam telah bersabda: “Sesungguhnya Allah ta’ala telah berfirman : ‘Barang siapa memusuhi WALI-Ku, maka sesungguhnya Aku menyatakan perang terhadapnya. Hamba-Ku senantiasa (bertaqorrub) mendekatkan diri kepada-Ku dengan suatu (perbuatan) yang Aku SUKAi seperti bila ia melakukan yang FARDLU yang Aku perintahkan kepadanya. Hamba-Ku senantiasa (bertaqorrub) mendekatkan diri kepada-Ku dengan amalan-amalan SUNNAH hingga Aku menCINTAinya. Jika Aku telah menCINTAinya, maka jadilah Aku sebagai penDENGARannya yang ia gunakan untuk mendengar, sebagai pengLIHATannya yang ia gunakan untuk melihat, sebagai TANGANnya yang ia gunakan untuk memegang, sebagai KAKInya yang ia gunakan untuk berjalan. Jika ia meMOHON sesuatu kepada-Ku, pasti Aku MENGABULKANnya dan jika ia memohon perLINDUNGan, pasti akan Aku berikan kepadanya." [HR.Bukhari no. 6502]


“Barangsiapa yang berTAQWA kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya JALAN KELUAR (dari MASALAH) dan akan memberinya RIZQI dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang berTAWAKKAL kepada Allah niscaya Allah akan menCUKUPkan (keperluan) nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan (yang dikehendaki) Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu. “ (QS 65:2-3)


“Dan barangsiapa yang berTAQWA kepada Allah niscaya Allah menjadikan baginya keMUDAHan dalam urusannya.” (QS 65:4)


“Seandainya penduduk suatu negeri berIMAN dan berTAQWA pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka keBERKAHan dari langit dan dari bumi, akan tetapi mereka menDUSTAkan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami SIKSA mereka disebabkan perbuatannya.”. (QS 7: 96)


“Itulah perintah Allah yang diturunkan-Nya kepada kamu; dan barangsiapa yang berTAQWA kepada Allah niscaya Dia akan mengHAPUS keSALAHan-keSALAHannya dan akan meLIPATGANDAkan PAHALA baginya.” (QS 65:5) 


Kirimkan teman lain ingin ikut membaca juga. Terimakasih

(PERTEMUAN KE 192) CERITA SEORANG PREMAN YANG BERTAUBAT.........SUBHANALLAH.............

Sejak dini, aku hidup sebagai pemabuk, tersesat dan ahli maksiat. Menzalimi manusia, merampas harta orang lain, makan riba dan bahkan menggebuki orang adalah pekerjaan harianku. Tak ada hari dalam hidupku tanpa berbuat zalim terhadap manusia. Nyaris semua bentuk maksiat pernah aku lakukan.. Bahkan terkadang orang-orang yang tinggal di sekitarku ngeri mendegar namaku…



Aku ingin menikah



Pada suatu hari, aku sangat ingin menikah karena merindukan punya anak yang akan menghibur kehidupanku yang amat keras itu. Lalu, aku menikahi seorang gadis di kotaku (Baghdad)dan setelah hampir setahun istrikupun melahirkan seorang bayi wanita yang amat mungil lagi cantik. Bayi itu ku beri nama“Fatimah”.



Entah bagaimana, aku amat mencintai Fatimah, bahkan melebihi orang lain di sekitarku. Semakin Fatimah tumbuh dengan sehat, imanku semakin tumbuh pula dalam hatiku dan maksiat semakin berkurang dalam kehidupanku. Suatu hari, saat aku memegang gelas yang isinya khamar (minuman yang memabukkan), Fatimah melihatnya. Ia mencoba mendekatiku dan menghalangi akau meminum khamar tersebut. Aku tidak tahu kenapa Fatimah bisa melakukan hal itu. Pasti, Allah lah yang membuat Fatimah bisa berbuat seperti itu…



Fatimah semakin besar. Imankupun semakin bertambah dalam hatiku… Setiap aku mendekatkan diri pada Allah satu langkah, maka seperti itu pula aku menjauh dari maksiat. Kondisi seperti itu terus berlanjut sampai Fatimah berusia tiga tahun. Saat memasuki usia tiga tahun, tanpa sebab sakit sedikitpun, Fatimah meninggal dunia….



Kembali mejadi ahli maksiat



Sungguh tak masuk akal… peristiwa “kematian Fatimah” membuatku putus asa dan aku berbalik menjadi preman, lebih sadis dan kejam dari sebelum aku menikah…Aku kehilangan kesabaran yang seharusnya dimiliki oleh orang beriman saat menghadapi ujian. Aku gagal total dalam menghadapi ujian itu…



Kali ini, hidupku kembali sebagai ahli maksiat dan kezaliman. Bahkan lebih dahsyat dari sewaktu aku masih muda. Akhirnya, setan benar-benar berhasil mempermainkan kehidupanku. Sampai pada suatu saat, setan berkata padaku : "Hari ini, hari yang paling bahagia bagi kamu. Kamu silahkan mabuk semabuk-mabukknya yang belum pernah terjadi sepanjang hidupmu…"



Mimpi hari kiamat



Akupun bertekad untuk mabuk dan minum khamar sebanyak-banyaknya. Sepanjang malam itu kerjaku hanya minum dan minum khamar… Saat aku teler dan kemudian ketiduran, tiba-tiba aku bermimpi. Dalam mimpiku, aku sedang menghadapi sebuah peristiwa besar, yakni kiamat. Matahari tidak lagi memberikan cahayanya ke bumi. Laut berubah menjadi api raksasa.. Di bumi terjadi gempa yang amat dahsyat.. Semua manusia berkumpul di padang mahsyar..Manusia sangat banyak dan hilir mudik bergelombang-gelombang. Aku adalah salah satu di antara mereka.



Tiba-tiba, aku mendengar suara orang yang memanggil Fulan bin Fulan.. "Ayo segera menghadap yang Maha Perkasa"…Saat itu aku melihat ada orang yang hitam pekat wajahnya karena sangat ketakutan.. Tak lama kemudian, aku mendengar suara memanggil namaku sambil berkata :" Ayo, segera kamu menghadap kepada yang Maha Perkasa"… Tiba-tiba saja semua manusia sangat banyak itu menghilang dari sekelilingku… Tinggal aku sendiri di tengah padang mahsyar yang amat luas itu.



Saat aku melihat ke suatu arah, tiba-tiba aku melihat ULAR yang sangat besar dan garang sedang menuju ke arah tempat aku berdiri sambil membuka mulutnya lebar-lebar..Aku lari dan berlari menjauh dari kejaran ular tersebut karena sangat takut, sampailah aku meihat seorang KAKEK yang sudah sangat lemah.. Lalu aku berkata : "Bapak! Tolonglah aku dan selamatkan aku dari ular itu!" Sang kakek berkata : "Wahai anakku, aku sendiri sangat lemah dan tidak berdaya sama sekali.. Cobalah anda lari ke suatu tempat di sana semoga ada yang bisa membantumu".. Akupun berlari ke arah yang ditunjukkan kakek tersebut dan ular tersebut di belakangku, sedang di hadapanku ada nyala api yang sangat panas..



Saat itu aku berkata dalam diriku, kamu lari dari kejaran ular atau masuk ke dalam api besar itu? Namun aku tetap berlari sedang ular itu semakin menghampiriku.. Aku coba balik lagi ke arah tempat seorang kakek yang menyarankan aku ke suatu tempat itu. Setelah melihatnya, aku berteriak memanggilnya kembali sambil berkata kepadanya: "Demi Allah, tolonglah selamatkan aku! Engkau berkewajiban menyelamatkanku"… Kakek itu pun menangis karena sedih melihat kondisiku sambil berkata : "Aku ini sudah sangat lemah, tidak mampu berbuat apa-apa, seperti yang kamu lihat sendiri. Cobalah lari ke arah bukit sana, semoga kamu selamat.."



Akupun berlari sekencang-kencangnya ke arah bukit yang diisyaratkan kakek tersebut…Sedangkan ular besar itu semakin mendekatiku. Setelah mendekati bukit tersebut, aku mendengar riuh suara anak-anak sedang beteriak memanggil anak-ku Fatimah sambil berkata : "Fatimah! Selamatkan ayahmu! Selamatkan segera ayahmu!"



Tiba-tiba saja Fatimah muncul di hadapanku. Seketika itu pula ketakutanku hilang dan rasa bahagia masuk ke dalam dadaku karena bertemu anakku yang meninggal saat berusia tiga tahun. Aku sangat bahagia karena bertemu anakku dan menyelamatkanku dari kondisi sulit seperti itu.. Lalu Fatimah memelukku dengan tangan kanannya sambil mengusir ular besar itu dengan tangan kirinya. Aku seperti mayat (orang yang sudah mati) tak berdaya karena ketakutan…



Setelah ular itu pergi, Fatimah tiba-tiba duduk di atas pangkuanku persis seperti saat dia masih hidup dulu.. Lalu Fatimah berkata :" Wahai ayahanda tercinta! Sudah saatnya orang-orang beriman itu hati mereka khusyuk mengingat Allah.. (QS. Al-Hadid / 57 : 16)".



Setelah mendengarkan ucapan Fatimah, aku bertanya padanya : "Wahai anakku, apakah gerangan ULAR BESAR itu? Lalu Fatimah menjawabnya: Itulah AMAL KEJAHATANMU. Dengan kejahatan dan kezaliman, berarti ayahanda sendiri yang membesarkannya dan nyaris ia memakan ayah..Tidakkah engkau tahu wahai ayahku bahwa semua amal yang dilakukan di dunia akan muncul dalam bentuk makhluk tertentu pada hari kiamat nanti? LAKI-LAKI yang LEMAH itu, menggambarkan AMAL SHOLEH ayah yang tak seberapa.. Engkau sendiri yang melemahkan dan mengerdilkannya sehingga ia menangis melihat kondisimu dan tak mampu berbuat apa-apa padamu."



Kemudian anakku meneruskan ucapannya : "Kalaulah bukan engkau sebagai orang tuaku dan kalaulah bukan aku meninggal saat masih suci (anak-anak), tidak ada lagi yang bermanfaat bagimu…."



Tobat dan kembali ke pangkuan Allah



Tiba-tiba aku terbangun sambil berteriak…"Saatnya ya Allah… Sekarang saatnya aku tobat yaa Robb…Benar, kapan saatnya bagi orang beriman untuk khusyuk hatinya mengingat Allah? Aku berjanji ya Allah…Sekarang juga saatnya…"



Setelah fikiranku agak tenang aku mandi. Saat itu persis waktu subuh. Setelah mandi, aku keluar rumah menuju masjid dekat rumahku dengan semangat bertobat dan kembali kepada pangkuan Allah. Saat aku masuk ke masjid, aku mendengar imam sedang membaca ayat persis seperti yang dibaca anakku dalam mimpi : أَلَمْ يَأْنِ لِلَّذِينَ آَمَنُوا أَنْ تَخْشَعَ قُلُوبُهُمْ لِذِكْرِ اللَّهِ وَمَا نَزَلَ مِنَ الْحَقِّ وَلَا يَكُونُوا كَالَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِنْ قَبْلُ فَطَالَ عَلَيْهِمُ الْأَمَدُ فَقَسَتْ قُلُوبُهُمْ وَكَثِيرٌ مِنْهُمْ فَاسِقُونَ


"Tidakkah sudah tiba saatnya bagi orang-orang beriman untuk khusyuk hati mereka mengingat Allah dan terhadap apa yang yang turun dari kebenaran (Al-Qur’an). Dan janganlah mereka seperti orang-orang ahlul kitab (Yahudi dan Nasrani) sebelumnya, maka lama masanya (mereka durhaka pada Allah), lalu hati mereka jadi keras dan kebanyakan mereka adalah orang-orang fasik. (QS. Al-Hadid/57 :16)



Itulah cerita Malik Bin Dinar sebagaimana yang Beliau ceritakan sendiri. Seorang ulama besar zaman tabi’in (generasi setelah sahabat) yang sebelumnya adalah preman besar. Beliau terkenal dengan kebiiasaannya menangis sepanjang malam sambil berdoa : Ilahi… Engkau saja yang tahu siapa yang akan menjadi penghuni syurga dan siapa pula yang akan menjadi penghuni neraka.. Yang manakah aku yaa Robb?


Yaa Allah! Jadikanlah aku penduduk syurga dan jangan jadikan aku penghuni nerakamu! Itulah Malik Bin Dinar. Setelah taubat, beliau belajar Islam dengan sungguh-sungguh sampai menjadi ulama besar di zamannya. Beliau terkenal setiap hari berdiri di pintu masjid sambil berseru : Wahai hamba yang melakukan maksiat dan dosa, kembalilah kepada Tuhannmu!


Wahai hamba yang masih lalai, kembalilah kepada Tuhanmu!


Wahai hamba yang lari dari Robb (Tuhan Penciptanya), kembalilah kepada-Nya!


Tuhanmu memanggilmu malam dan siang sambil berkata padamu :


Siapa yang datang dan mendekatkan diri kepada-Ku satu jengkal, maka aku akan mendekat padanya satu hasta…


Siapa yang mendekatkan diri pada-Ku satu hasta, maka aku akan mendekat kepadanya satu depa…


Siapa yang datang padaku sambil berjalan, maka Aku akan datang padanya sambil berlari…


Semoga Allah melunakkan hati kita untuk taubat dan segera kembali kepada-Nya… Amin..


Kirimkan teman lain ingin ikut membaca juga. Terimakasih

(PERTEMUAN KE 205) 7 SUNNAH RASULULLAH SAW

''Cerdasnya orang yg beriman adalah dia yg mampu mengolah hidupnya yg sesaat yg sekejap utk hidup yg panjang,hidup bukan utk hidup tetapi hidup utk yg maha hidup. Hidup bukan utk mati,tapi mati itulah utk hidup.



kita jgn takut mati,jgn mencari mati jgn lupakan mati tapi rindukan mati,karena mati adalah pintu berjumpa dgn sang pencipta. mati bukanlah cerita dalam akhir hidup,tapi mati adalah awal cerita sebenarnya,maka sambutlah kematian dgn penuh ketakwaan.



Hendaknya kita selalu menjaga tujuh sunah Nabi setiap hari,ketujuh sunah Nabi saw itu adalah:



''Pertama,Tahajjud,karena kemuliaan seorang mukmin terletak pada tahajjudnya.



''Kedua,Membaca Al-Quran sebelum terbit matahari alangkah baiknya sebelum mata melihat dunia,sebaiknya mata membaca Al-Quran terlebih dahulu dgn penuh pemahaman.



''Ketiga,Jangan tinggalkan mesjid terutama di waktu shubuh,sebelum melangkah kemanapun langkahkan kaki ke mesjid,karena mesjid merupakan pusat keberkahan,bukan karena panggilan Muadzin tetapi panggilan Allah yg mencari orang beriman utk memakmurkan mesjid Allah.



''Keempat,Jaga sholat Dhuha,karena kunci Rezeki terletak pada sholat Dhuha.



''Kelima,Jaga sedekah setiap hari,Allah menyukai orang yg suka bersedekah dan malaikat Allah selalu mendo'akan kepada orang yg bersedekah setiap hari.



''Keenam.Jaga wudhu terus menerus karena Allah menyayangi hambanya yg berwudhu. kata khalifah Ali bin Abu Thalib,''Orang yg selalu berwudhu senantiasa ia akan merasa selalu sholat walaupun ia sedang tdk sholat,dan di jaga oleh malaikat dgn do'a,''ampuni dosa dan sayangi dia ya Allah''.



''Ketujuh,Amalkan istiqhfar setiap setiap walaupun dlm hati,dgn istiqhfar masalah yg terjadi karena dosa kita akan di jauhkan Allah SWT



Dzikrullah adalah bukti syukur kita kepada Allah ,bila kita kurang bersyukur,maka kita kurang berzikir pula,oleh karena itu setiap waktu harus selalu ada penghayatan dlm melaksanakan ibadah ritual dan ibadah ajaran islam.zikir jg merupakan makanan rohani yg paling bergizi. dan dgn zikir berbagai kejahatan dapat di tangkal sehingga jauhlah umat manusia dari sifat-sifat yg berpangkal pada materialisme dan hedonisme.



Agama buat kehidupan akhirat,harta buat kehidupan di dunia,di dunia orang yg tdk berharta berasa susah hati. orang yg tdk beragama akan merasa lebih sengsara,(syaidina Abu bakar bin kholif)



Salah dan khilaf andai ada kata yg kurang berkenan mohon maafkan

Ana andika al-banjari hamba allah yg tiada daya dan upaya yg takkan

lepas dari salah dan dosa yg benar itu datangnya daripada Allah SWT

dan yg salah itu datangnya daripada kelemahan diri ini jg.



Kirimkan teman lain ingin ikut membaca juga. Terimakasih

(PERTEMUAN KE 202) KUATKANLAH AKU YA ALLAH YA RABB

Dengan nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang,

Wahai Khaliqku yang Maha Kuasa

Aku mohon kepadaMu kekuatan,

Untuk menghadapi ujianMu

Menanti suatu kepastian,

Yang aku sendiri tidak pasti akan natijahnya,

Ya Allah Kuatkanlah aku,

Karena aku terlalu lemah,

Jangan ya Allah kau biarkan aku tewas

Kuatkanlah hatiku menempuhinya

Jujur aku katakan ya Allah, Aku terlalu takut,

Takut dengan kenyataan,

Yang aku sangsi akibatnya

Yang menakutkan atau menenangkan

Ya Allah, Kiranya diri ini lupa akan dirimu

Ingatkanlah aku ya Allah

Jika aku menangis kau usapkanlah

Air mata tangis ku,

Karena aku tak mampu lakukanya sendiri.

Ya Allah, Bantulah aku

Aku tiada lagi tempat bergantung,

Hanya Kau yang berkuasa,

Kau jualah yang mengetahui segalanya,

Kau jualah yang memegang hidup dan ajalku.

Aku merayu Ya Allah,

Jadikanlah kesudahan yang terbaik bagi umurku,




Kirimkan teman lain ingin ikut membaca juga. Terimakasih

(PERTEMUAN KE 210) JANGAN MENGANGGAP KELEMBUTAN WANITA SEBAGAI KELEMAHAN

Adalah sudah menjadi fitrah dalam kehidupan ini, bahwa segala sesuatu selalu berpasangan. Kekerasan tak selamanya harus dilawan dengan kekerasan. Bahkan tak jarang kekerasan VS kekerasan hasilnya suma penderitaan, kesengsaraan dan kehancuran. Tak ada salahnya kita kembali belajar serta mempelajari dari kelembutan seora...ng makluk Tuhan yang bernama WANITA.


Kelembutan wanita sering kita pandang sebagai kelemahan, padahal kalau kita cermati dengan seksama sebenarnya bukan kelemahan yang mereka punya. Sebab wanita lebih identik dengan kelembutan. Nggak percaya..?

Kirimkan teman lain ingin ikut membaca juga. Terimakasih

(PERTEMUAN KE 211) JADIKAN CERITA INI PELAJARAN BUAT KITA

Pada suatu hari ada seorang wanita yang sedang menyusui anaknya. Tiba tiba lewat seorang pemuda yang gagah dan tampan. Wanita tersebut berdoa, “Ya Allah, jadikanlah anakku seperti pemuda ini.”



Mendengar doa ibunya, anak yang masih menetek itu dengan ijin Allah bisa berbicara dan juga is berdoa, namun doanya berlawanan dengan ibunya. Ia berdoa, “Ya Allah, janganlah aku Engkau jadikan seperti pemuda itu."



Tidak lama kemudian ada seorang wanita yang telah dituduh berzina dan mencuri. Ia dihakimi oleh masa karena perbuatan yang dituduhkan itu. Melihat hal ini sang ibu berdoa lagi, “Ya Allah, janganlah Engkau jadikan anakku seperti wanita itu.”



Mendengar doa ibunya ini, si anak juga berdoa lagi. Doanya pun berlawanan dengan doa ibunya. “Ya Allah, jadikanlah aku seperti wanita itu.”



Mendengar doa anaknya ini, sang ibu terkejut dan bertanya kepada anaknya, “Mengapa pada saat ada pemuda yang gagah dan tampan lewat, ibu berdoa agar kau dijadikan seperti dia malah tidak ingin dijadikan sepertinya. Sementara ketika seorang wanita pencuri dan penzina lewat kau malah berdoa agar dijadikan seperti dirinya?”



“Wahai ibu, sesungguhnya pemuda yang terlihat gagah dan tampan itu hanya penampilannya saja. Dibalik itu ia adalah seorang laki laki yang kejam dan bengis. Sementara wanita yang disangka sebagai pencuri dan pezina sesungguhnya ia suci dari perbuatan itu. Ia hanya berucap, cukuplah Allah bagiku.”



Demikianlah, ternyata kementerengan penampilan seseorang itu bukan cermin sejati dari pribadinya. Ada kalanya orang dianggap bagus bagi manusia namun hakikatnya disisi Allah adalah jahat dan ada orang yang dikira jahat oleh manusia namun pada hakekatnya ia adalah orang yang taat.

Kirimkan teman lain ingin ikut membaca juga. Terimakasih

Kado Istimewa

Kado Istimewa untuk Orang Sakit dan Tertimpa Musibah


01 Ujian Kebaikan dan Keburukan, Ibadah dan Sabar


02 Melebur Dosa dan Kesalahan...03 Menambah Pahala, Meninggikan Derajat, Memasukkan Surga dan Menyelamatkan dari Neraka


04 Mengingatkan Dosa, Nikmat dan Mendapatkan Banyak Kebaikan


05 Kabar Gembira Bagi Orang Sakit


06 Tujuh Belas Kiat Supaya Sabar


07 Jangan Menyesali Takdir dan Semua Penyakit Ada Obatnya


08 Pentingnya Doa Bagi Org Sakit dn Tertimpa Musibah


09 Ruqyah Syar'iyyah


10 Doa Sumpek, Gelisah dan Sedih


11 Tiga Syubhat Seputar Doa dan Ruqyah dan Bantahannya


12 Berprasangka Baik kpd Allah, Menanti Jalan Keluar dan Larangan Mendatangi Tukang Ramal dan Dukun


13 Jangan Bersedih Kehilangan Dunia, Jangan Mengadu Kpd Makhluk dan Memanfaatkan Waktu


14 Menulis Wasiat, Meminta Ma'af dan Mensyukuri Kesehatan


15 Tata Cara Bersuci dan Shalat Orang Sakit


Kirimkan teman lain ingin ikut membaca juga. Terimakasih

(PERTEMUAN KE 212) SEBUAH CERITA TENTANG WANITA YANG KURANG BERSYUKUR

Suatu hari ada seorang wanita yang ingin mencari jodoh, ia mendambakan seorang lelaki yang telah ia kriteriakan, akhirnya setelah berapa lama ia mencari dan tidak bertemu ia menyerah hingga ia pergi ke toko yang menjual lelaki-lelaki yang siap menjadi suami.



Setelah sampai di toko suami, ia masuk kelantai 1, ia sempat membaca tulisan di atas " KUALITAS BERIMAN, ALIM, TANGGUNG JAWAB " ia bergumam dalam hati, " cocok, sesuai yang ku harapkan "



Ia melihat tangga lantai 2 dan ia pun menaikinya, ia membaca tulisan di pintu masuk



" KUALITAS BERIMAN, ALIM, TANGGUNG JAWAB, SUDAH PUNYA PEKERJAAN HALAL "



Sang wanitapun bergumam dalam hati, " ini dia, sudah punya pekerjaan, jadi aku nggak usah repot-repot "



Ia mencari- cari suami yang ia cari, tak sengaja ia mendapati tangga lantai 3 dan ia pun naik ke lantai 3, ia sempat juga membaca tulisan di atas pintu masuk



" KUALITAS BERIMAN, TAK MENYEKUTUKAN ALLAH, ALIM, BERPENDIDIKAN TINGGI, TANGGUNG JAWAB, SUDAH PUNYA PEKERJAAN HALAL. "



di dalam hati ia bergumam, " ini lebih dari yang aku harapkan, aku akan terus naik sampai aku menemukan yang terbaik"



akhirnya ia masuk ke lantai 4 diatas pintu ia membaca tulisan



" KUALITAS BERIMAN, ALIM, BERTANGGUNG JAWAB, MEMPUNYAI PEKERJAAN HALAL, BERPENDIDIKAN TINGGI, MEMPUNYAI USAHA YANG MAJU."



Sang wanitapun bergumam dalam hati, " ini lebih dari yang aku harapkan, aku harus naik ke lantai 5 "



Setelah sampai di lantai 5 ia membaca tulisan yang ada di atas pintu masuk



" KUALITAS BERIMAN, ALIM, BERTANGGUNG JAWAB, MEMPUNYAI PEKERJAAN HALAL, BERPENDIDIKAN TINGGI, MEMPUNYAI USAHA YANG MAJU, SIAP MENIKAH, MASIH BUJANGAN. "



Sang wanitapun bergumam riang dalam hati, " alangkah beruntungnya aku, aku harus mendapatkan yang lebih dari ini, aku harus terus naik. " hatinya tertawa bangga, akhirnya ia mencari tangga lantai 6, dengan semangat ia menaiki tangga dan hati tertawa.



Sampai di lantai 6 ia mencari pintu masuk, setelah lama mencari ia menemukan pintu tersebut dan ia pun membaca tulisan di atas pintu,



" ANDA ADALAH ORANG YANG KE 100.999.891 DARI ORANG-ORANG YANG TAMAK DAN TAK PERNAH BERSYUKUR ATAS APA YANG TELAH DIBERIKAN PADA AWAL "



Sang wanitapun terkejut dan ia mencari tangga turun ke lantai 5, tapi apa yang ia temukan, pintu tangga telah tertutup rapat dan ia terpaku di lantai 6. ia menyesal karena tidak syukurnya ia, itu lah orang yang tak pernah puas.......



Semoga bermanfaat dan penuh Kebarokahan dari Allah.....



Marilah Setiap detak-detik jantung..,

selalu kita isi dengan..

Asma Teragung diseluruh jagad semesta raya ini...

Kirimkan teman lain ingin ikut membaca juga. Terimakasih

(PERTEMUAN KE 215) NGGA USAH ZIARAH JAUH JAUH DULU, ZIARAHI DULU TUH IBUMU, KNAPA? KRNA,IBU KITA ADALAH KERAMAT KITA

Hai manusia, hormati ibumu Yang melahirkan dan membesarkanmu



Darah dagingmu dari air susunya Jiwa ragamu dari kasih-sayangnya Dialah manusia satu-satunya Yang menyayangimu tanpa ada batasnya



Doa ibumu dikabulkan Tuhan Dan kutukannya jadi kenyataan Ridla Ilahi karena ridlanya Murka Ilahi karena murkanya



Bila kau sayang pada kekasih Lebih sayanglah pada ibumu Bila kau patuh pada rajamu Lebih patuhlah pada ibumu



Bukannya gunung tempat kau meminta Bukan lautan tempat kau memuja



Bukan pula dukun tempat kau menghiba Bukan kuburan tempat memohon doa Tiada keramat yang ampuh di dunia Selain dari doa ibumu jua





Kirimkan teman lain ingin ikut membaca juga. Terimakasih

(PERTEMUAN KE 217) Hanya dengan kehormatan Diri jadi berharga Hanya dengan keimanan Hidup jadi bahagia 

Boleh saja kita miskin Kalau itu jadi kehormatan Boleh saja kita lapar Kalau itu jadi keimanan



Demi kehormatan boleh miskin Demi kehormatan Demi keimanan boleh lapar Demi keimanan



Jangan sampai dijual berapa pun harga diri ini Jangan sampai ditukar dengan apa pun keimanan ini



Demi kehormatan boleh miskin Demi kehormatan Demi keimanan boleh lapar Demi keimanan



Lebih baik jalan kaki tapi punya harga diri Daripada bersedan tanpa kehormatan Lebih baik gubuk tua tapi jadi hamba Tuhan Daripada di gedung tanpa keimanan



Hanya dengan kehormatan Diri jadi berharga Hanya dengan keimanan Hidup jadi bahagia 


Kirimkan teman lain ingin ikut membaca juga. Terimakasih

(PERTEMUAN KE 215) SEBENARNYA APA SIH YANG MENGHALANGIMU MALES PAKE JILBAB.............

Saudariku… Seorang mukmin dengan mukmin lain ibarat cermin. Bukan cermin yang memantulkan bayangan fisik, melainkan cermin yang menjadi refleksi akhlak dan tingkah laku. Kita dapat mengetahui dan melihat kekurangan kita dari saudara seagama kita. Cerminan baik dari saudara kita tentulah baik pula untuk kita ikuti. Sedangkan cerminan buruk dari saudara kita lebih pantas untuk kita tinggalkan dan jadikan pembelajaran untuk saling memperbaiki.



Saudariku… Tentu engkau sudah mengetahui bahwa Islam mengajarkan kita untuk saling mencintai. Dan salah satu bukti cinta Islam kepada kita –kaum wanita– adalah perintah untuk berjilbab. Namun, kulihat engkau masih belum mengambil “kado istimewa” itu. Kudengar masih banyak alasan yang menginap di rongga-rongga pikiran dan hatimu setiap kali kutanya, “Kenapa jilbabmu masih belum kau pakai?” Padahal sudah banyak waktu kau luangkan untuk mengkaji ayat-ayat Al-Qur’an dan hadits-hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang perintah jilbab. Sudah sekian judul buku engkau baca untuk memantapkan hatimu agar segera berjilbab. Juga ribuan surat cinta dari saudarimu yang menginginkan agar jilbabmu itu segera kau kenakan. Lalu kenapa, jilbabmu masih terlipat rapi di dalam lemari dan bukan terjulur untuk menutupi dirimu?

Mengapa Harus Berjilbab?

Mungkin aku harus kembali mengingatkanmu tentang alasan penting kenapa Allah Subhanahu wa Ta’ala menurunkan perintah jilbab kepada kita –kaum Hawa- dan bukan kepada kaum Adam. Saudariku, jilbab adalah pakaian yang berfungsi untuk menutupi perhiasan dan keindahan dirimu, agar dia tidak dinikmati oleh sembarang orang. Ingatkah engkau ketika engkau membeli pakaian di pertokoan, mula-mula engkau melihatnya, memegangnya, mencobanya, lalu ketika kau jatuh cinta kepadanya, engkau akan meminta kepada pemilik toko untuk memberikanmu pakaian serupa yang masih baru dalam segel. Kenapa demikian? Karena engkau ingin mengenakan pakaian yang baru, bersih dan belum tersentuh oleh tangan-tangan orang lain. Jika demikian sikapmu pada pakaian yang hendak engkau beli, maka bagaimana sikapmu pada dirimu sendiri? Tentu engkau akan lebih memantapkan ’segel’nya, agar dia tetap ber’nilai jual’ tinggi, bukankah demikian? Saudariku, izinkan aku sedikit mengingatkanmu pada firman Rabb kita ‘Azza wa Jalla berikut ini,

“Katakanlah kepada wanita-wanita beriman: ‘Hendaklah mereka menahan pandangan mereka, dan memelihara kemaluan mereka, dan janganlah mereka menampakkan perhiasan mereka kecuali yang (biasa) nampak daripadanya.’” (Qs. An-Nuur: 31)

Dan firman-Nya, “Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin, ‘Hendaklah mereka menjulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.’ Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenali, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Qs. Al-Ahzaab: 59)

Saudariku tercinta, Allah tidak semata-mata menurunkan perintah jilbab kepada kita tanpa ada hikmah dibalik semuanya. Allah telah mensyari’atkan jilbab atas kaum wanita, karena Allah Yang Maha Mengetahui menginginkan supaya kaum wanita mendapatkan kemuliaan dan kesucian di segala aspek kehidupan, baik dia adalah seorang anak, seorang ibu, seorang saudari, seorang bibi, atau pun sebagai seorang individu yang menjadi bagian dari masyarakat. Allah menjadikan jilbab sebagai perangkat untuk melindungi kita dari berbagai “virus” ganas yang merajalela di luar sana. Sebagaimana yang pernah disabdakan oleh Abul Qasim Muhammad bin ‘Abdullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, yang artinya,

“Wanita itu adalah aurat, jika ia keluar rumah, maka syaithan akan menghiasinya.” (Hadits shahih. Riwayat Tirmidzi (no. 1173), Ibnu Khuzaimah (III/95) dan ath-Thabrani dalam Mu’jamul Kabiir (no. 10115), dari Shahabat ‘Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhuma)

Saudariku, berjilbab bukan hanya sebuah identitas bagimu untuk menunjukkan bahwa engkau adalah seorang muslimah. Tetapi jilbab adalah suatu bentuk ketaatanmu kepada Allah Ta’ala, selain shalat, puasa, dan ibadah lain yang telah engkau kerjakan. Jilbab juga merupakan konsekuensi nyata dari seorang wanita yang menyatakan bahwa dia telah beriman kepada Allah Ta’ala dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam. Selain itu, jilbab juga merupakan lambang kehormatan, kesucian, rasa malu, dan kecemburuan. Dan semua itu Allah jadikan baik untukmu. Tidakkah hatimu terketuk dengan kasih sayang Rabb kita yang tiada duanya ini?

“Aku Belum Berjilbab, Karena…”

1. “Hatiku masih belum mantap untuk berjilbab. Jika hatiku sudah mantap, aku akan segera berjilbab. Lagipula aku masih melaksanakan shalat, puasa dan semua perintah wajib kok..”

Wahai saudariku… Sadarkah engkau, siapa yang memerintahmu untuk mengenakan jilbab? Dia-lah Allah, Rabb-mu, Rabb seluruh manusia, Rabb alam semesta. Engkau telah melakukan berbagai perintah Allah yang berpangkal dari iman dan ketaatan, tetapi mengapa engkau beriman kepada sebagian ketetapan-Nya dan ingkar terhadap sebagian yang lain, padahal engkau mengetahui bahwa sumber dari semua perintah itu adalah satu, yakni Allah Subhanahu wa Ta’ala?

Seperti shalat dan amalan lain yang senantiasa engkau kerjakan, maka berjilbab pun adalah satu amalan yang seharusnya juga engkau perhatikan. Allah Ta’ala telah menurunkan perintah hijab kepada setiap wanita mukminah. Maka itu berarti bahwa hanya wanita-wanita yang memiliki iman yang ridha mengerjakan perintah ini. Adakah engkau tidak termasuk ke dalam golongan wanita mukminah?

Ingatlah saudariku, bahwa sesungguhnya keadaanmu yang tidak berjilbab namun masih mengerjakan amalan-amalan lain, adalah seperti orang yang membawa satu kendi penuh dengan kebaikan akan tetapi kendi itu berlubang, karena engkau tidak berjilbab. Janganlah engkau sia-siakan amal shalihmu disebabkan orang-orang yang dengan bebas di setiap tempat memandangi dirimu yang tidak mengenakan jilbab. Silakan engkau bandingkan jumlah lelaki yang bukan mahram yang melihatmu tanpa jilbab setiap hari dengan jumlah pahala yang engkau peroleh, adakah sama banyaknya?

2. “Iman kan letaknya di hati. Dan yang tahu hati seseorang hanya aku dan Allah.”

Duhai saudariku…Tahukah engkau bahwa sahnya iman seseorang itu terwujud dengan tiga hal, yakni meyakini sepenuhnya dengan hati, menyebutnya dengan lisan, dan melakukannya dengan perbuatan?

Seseorang yang beramal hanya sebatas perbuatan dan lisan, tanpa disertai dengan keyakinan penuh dalam hatinya, maka dia termasuk ke dalam golongan orang munafik. Sementara seseorang yang beriman hanya dengan hatinya, tanpa direalisasikan dengan amal perbuatan yang nyata, maka dia termasuk kepada golongan orang fasik. Keduanya bukanlah bagian dari golongan orang mukmin. Karena seorang mukmin tidak hanya meyakini dengan hati, tetapi dia juga merealisasikan apa yang diyakininya melalui lisan dan amal perbuatan. Dan jika engkau telah mengimani perintah jilbab dengan hatimu dan engkau juga telah mengakuinya dengan lisanmu, maka sempurnakanlah keyakinanmu itu dengan bersegera mengamalkan perintah jilbab.

3. “Aku kan masih muda…”

Saudariku tercinta… Engkau berkata bahwa usiamu masih belia sehingga menahanmu dari mengenakan jilbab, dapatkah engkau menjamin bahwa esok masih untuk dirimu? Apakah engkau telah mengetahui jatah hidupmu di dunia, sehingga engkau berkata bahwa engkau masih muda dan masih memiliki waktu yang panjang? Belumkah engkau baca firman Allah ‘Azza wa Jalla yang artinya,

“Kamu tidak tinggal (di bumi) melainkan sebentar saja, jika kamu sesungguhnya mengetahui.” (Qs. Al-Mu’minuun: 114)

“Pada hari mereka melihat adzab yang diancam kepada mereka, (mereka merasa) seolah-olah tidak tinggal (di dunia) melainkan sesaat pada siang hari. (Inilah) waktu pelajaran yang cukup.” (Qs. Al-Ahqaaf: 35)

Tidakkah engkau perhatikan tetanggamu atau teman karibmu yang seusia denganmu atau di bawah usiamu telah menemui Malaikat Maut karena perintah Allah ‘Azza wa Jalla? Tidakkah juga engkau perhatikan si fulanah yang kemarin masih baik-baik saja, tiba-tiba menemui ajalnya dan menjadi mayat hari ini? Tidakkah semua itu menjadi peringatan bagimu, bahwa kematian tidak hanya mengetuk pintu orang yang sekarat atau pun orang yang lanjut usia? Dan Malaikat Maut tidak akan memberimu penangguhan waktu barang sedetik pun, ketika ajalmu sudah sampai. Setiap hari berlalu sementara akhiratmu bertambah dekat dan dunia bertambah jauh. Bekal apa yang telah engkau siapkan untuk hidup sesudah mati? Ketahuilah saudariku, kematian itu datangnya lebih cepat dari detak jantungmu yang berikutnya. Jadi cepatlah, jangan sampai terlambat…

4. “Jilbab bikin rambutku jadi rontok…”

Sepertinya engkau belum mengetahui fakta terbaru mengenai ‘canggih’nya jilbab. Dr. Muhammad Nidaa berkata dalam Al-Hijaab wa Ta’tsiruuha ‘Ala Shihhah wa Salamatus Sya’ri tentang pengaruh jilbab terhadap kesehatan dan keselamatan rambut,

“Jilbab dapat melindungi rambut. Penelitian dan percobaan telah membuktikan bahwa perubahan cuaca dan cahaya matahari langsung akan menyebabkan hilangnya kecantikan rambut dan pudarnya warna rambut. Sehingga rambut menjadi kasar dan berwarna kusam. Sebagaimana juga udara luar (oksigen) dan hawa tidaklah berperan dalam pertumbuhan rambut. Karena bagian rambut yang terlihat di atas kepala yang dikenal dengan sebutan batang rambut tidak lain adalah sel-sel kornea (yang tidak memiliki kehidupan). Ia akan terus memanjang berbagi sama rata dengan rambut yang ada di dalam kulit. Bagian yang aktif inilah yang menyebabkan rambut bertambah panjang dengan ukuran sekian millimeter setiap hari. Ia mendapatkan suplai makanan dari sel-sel darah dalam kulit.

Dari sana dapat kita katakan bahwa kesehatan rambut bergantung pada kesehatan tubuh secara umum. Bahwa apa saja yang mempengaruhi kesehatan tubuh, berupa sakit atau kekurangan gizi akan menyebabkan lemahnya rambut. Dan dalam kondisi mengenakan jilbab, rambut harus dicuci dengan sabun atau shampo dua atau tiga kali dalam sepekan, menurut kadar lemak pada kulit kepala. Maksudnya apabila kulit kepala berminyak, maka hendaklah mencuci rambut tiga kali dalam sepekan. Jika tidak maka cukup mencucinya dua kali dalam sepekan. Jangan sampai kurang dari kadar ini dalam kondisi apapun. Karena sesudah tiga hari, minyak pada kulit kepala akan berubah menjadi asam dan hal itu akan menyebabkan patahnya batang rambut, dan rambut pun akan rontok.” (Terj. Banaatunaa wal Hijab hal. 66-67)

5. “Kalau aku pakai jilbab, nanti tidak ada laki-laki yang mau menikah denganku. Jadi, aku pakai jilbabnya nanti saja, sesudah menikah.”

Wahai saudariku… Tahukah engkau siapakah lelaki yang datang meminangmu itu, sementara engkau masih belum berjilbab? Dia adalah lelaki dayyuts, yang tidak memiliki perasaan cemburu melihatmu mengobral aurat sembarangan. Bagaimana engkau bisa berpendapat bahwa setelah menikah nanti, suamimu itu akan ridha membiarkanmu mengulur jilbab dan menutup aurat, sementara sebelum pernikahan itu terjadi dia masih santai saja mendapati dirimu tampil dengan pakaian ala kadarnya? Jika benar dia mencintai dirimu, maka seharusnya dia memiliki perasaan cemburu ketika melihat auratmu terbuka barang sejengkal saja. Dia akan menjaga dirimu dari pandangan liar lelaki hidung belang yang berkeliaran di luar sana. Dia akan lebih memilih dirimu yang berjilbab daripada dirimu yang tanpa jilbab. Inilah yang dinamakan pembuktian cinta yang hakiki!

Maka, jika datang seorang lelaki yang meminangmu dan ridha atas keadaanmu yang masih belum berjilbab, waspadalah. Jangan-jangan dia adalah lelaki dayyuts yang menjadi calon penghuni Neraka. Sekarang pikirkanlah olehmu saudariku, kemanakah bahtera rumah tanggamu akan bermuara apabila nahkodanya adalah calon penghuni Neraka?

6. “Pakai jilbab itu ribet dan mengganggu pekerjaan. Bisa-bisa nanti aku dipecat dari pekerjaan.”

Saudariku… Islam tidak pernah membatasi ruang gerak seseorang selama hal tersebut tidak mengandung kemaksiatan kepada Allah. Akan tetapi, Islam membatasi segala hal yang dapat membahayakan seorang wanita dalam melakukan aktivitasnya baik dari sisi dunia maupun dari sisi akhiratnya. Jilbab yang menjadi salah satu syari’at Islam adalah sebuah penghargaan sekaligus perlindungan bagi kaum wanita, terutama jika dia hendak melakukan aktivitas di luar rumahnya. Maka dengan perginya engkau untuk bekerja di luar rumah tanpa jilbab justru akan mendatangkan petaka yang seharusnya dapat engkau hindari. Alih-alih mempertahankan pekerjaan, engkau malah menggadaikan kehormatan dan harga dirimu demi setumpuk materi.

Tahukah engkau saudariku, siapa yang memberimu rizki? Bukankah Allah -Rabb yang berada di atas ‘Arsy-Nya- yang memerintahkan para malaikat untuk membagikan rizki kepada setiap hamba tanpa ada yang dikurangi barang sedikitpun? Mengapa engkau lebih mengkhawatirkan atasanmu yang juga rizkinya bergantung kepada kemurahan Allah?

Apakah jika engkau lebih memilih untuk tetap tidak berjilbab, maka atasanmu itu akan menjamin dirimu menjadi calon penghuni Surga? Ataukah Allah ‘Azza wa Jalla yang telah menurunkan perintah ini kepada Nabi-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam yang akan mengadzabmu akibat kedurhakaanmu itu? Pikirkanlah saudariku… Pikirkanlah hal ini baik-baik!

7. “Jilbab itu bikin gerah, dan aku tidak kuat kepanasan.”

Saudariku… Panas mentari yang engkau rasakan di dalam dunia ini tidak sebanding dengan panasnya Neraka yang akan kau terima kelak, jika engkau masih belum mau untuk berjilbab. Sungguh, dia tidak sebanding. Apakah engkau belum mendengar firman Allah yang berbunyi,

“Katakanlah: ‘(Api) Neraka Jahannam itu lebih sangat panas. Jika mereka mengetahui.’” (Qs. At-Taubah: 81)

Dan sabda Nabi kita shallallahu ‘alaihi wa sallam yang artinya,

“Sesungguhnya api Neraka Jahannam itu dilebihkan panasnya (dari panas api di bumi sebesar) enam puluh sembilan kali lipat (bagian).” [Hadits shahih. Riwayat Muslim (no. 2843) dan Ahmad (no. 8132). Lihat juga Shahih Al-Jaami' (no. 6742), dari Shahabat Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu]

Manakah yang lebih sanggup engkau bersabar darinya, panasnya matahari di bumi ataukah panasnya Neraka di akhirat nanti? Tentu engkau bisa menimbangnya sendiri…

8. “Jilbab itu pilihan. Siapa yang mau pakai jilbab silakan, yang belum mau juga gak apa-apa. Yang penting akhlaknya saja benar.”

Duhai saudariku… Sepertinya engkau belum tahu apa yang dimaksud dengan akhlak mulia itu. Engkau menafikan jilbab dari cakupan akhlak mulia, padahal sudah jelas bahwa jilbab adalah salah satu bentuk perwujudan akhlak mulia. Jika tidak, maka Allah tidak akan memerintahkan kita untuk berjilbab, karena dia tidak termasuk ke dalam akhlak mulia.

Pikirkanlah olehmu baik-baik, adakah Allah memerintahkan hamba-Nya untuk berakhlak buruk? Atau adakah Allah mengadakan suatu ketentuan yang tidak termasuk dalam kebaikan dan mengandung manfaat yang sangat besar? Jika engkau menjawab tidak ada, maka dengan demikian engkau telah membantah pendapatmu sendiri dan engkau telah setuju bahwa jilbab termasuk ke dalam sekian banyak akhlak mulia yang harus kita koleksi satu persatu. Bukankah demikian?

Ketahuilah olehmu, keputusanmu untuk tidak mengenakan jilbab akan membuat Rabb-mu menjadi cemburu, sebagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda yang artinya,

“Sesungguhnya Allah itu cemburu dan seorang Mukmin juga cemburu. Adapun cemburunya Allah disebabkan oleh seorang hamba yang mengerjakan perkara yang diharamkan oleh-Nya.” [Hadits shahih. Riwayat Bukhari (no. 4925) dan Muslim (no. 2761)]

9. “Sepertinya Allah belum memberiku hidayah untuk segera berjilbab.”

Saudariku… Hidayah Allah tidak akan datang begitu saja, tanpa engkau melakukan apa-apa. Engkau harus menjalankan sunnatullah, yakni dengan mencari sebab-sebab datangnya hidayah tersebut.

Ketahuilah bahwa hidayah itu terbagi menjadi dua, yaitu hidayatul bayan dan hidayatut taufiq. Hidayatul bayan adalah bimbingan atau petunjuk kepada kebenaran, dan di dalamnya terdapat campur tangan manusia. Adapun hidayatut taufiq adalah sepenuhnya hak Allah. Dia merupakan peneguhan, penjagaan, dan pertolongan yang diberikan Allah kepada hati seseorang agar tetap dalam kebenaran. Dan hidayah ini akan datang setelah hidayatul bayan dilakukan.

Janganlah engkau jual kebahagiaanmu yang abadi dalam Surga kelak dengan dunia yang fana ini. Buanglah jauh-jauh perasaan was-wasmu itu. Tempuhlah usaha itu dengan berjilbab, sementara hatimu terus berdo’a kepada-Nya, “Allahummahdini wa saddidni. Allahumma tsabit qolbi ‘ala dinik (Yaa Allah, berilah aku petunjuk dan luruskanlah diriku. Yaa Allah, tetapkanlah hatiku di atas agama-Mu).”

Kirimkan teman lain ingin ikut membaca juga. Terimakasih

(PERTEMUAN KE 216) HUMOR DARI SEORANG SALAF

1. Iblis pernah datang menemui Isa ‘alaihissalam. Dengan pongah, si Iblis berkata, “Eh Isa! Bukankah engkau yakin, bahwa segala yang tidak ditakdirkan oleh Allah, tidak akan menimpamu?”

“Ya,” jawab Isa.

“Kalau begitu, coba engkau terjun dari atas gunung ini. Kalau Allah menakdirkan selamat, pasti engkau akan selamat.” Ujar si Iblis.

Dengan tenang, Isa menjawab, “Hai makhluk laknat! Sesungguhnya Allah itu berhak menguji para hamba-Nya, tapi seorang hamba,m tidak punya hak untuk menguji Allh!” [1]

2. Ada seorang lelaki datang menjumpai Muawiyyah. Kebetulan, ia bertemu pertama kali dengan penjaga pintu gerbang kediaman beliau.

“Tolong beritahukan kepada Muawiyyah, saudaranya datang.” Ujarnya.

Saat mendapatkan pesan itu, Muawiyyah terheran-heran, “Rasanya aku tidak kenal. Tapi biarkan dia masuk.” perintah beliau. Orang itupun masuk.

Saat tiba di hadapan beliau, beliau bertanya, “Engkau saudaraku dari pihak mana?” tanya beliau.

“Dari Adam dan Hawa,” jawab orang itu santai.

“Tolong berikan satu dirham kepada orang ini.” perintah beliau

“Hai, kenapa engkau cuma memberi satu dirham kepada saudara seayah dan seibumu?” tanya orang itu dengan kesal.

Muawiyyah menjawab dengan santai, “Kalau setiap saudaraku dari Adam dan Hawa harus kuberi uang, pasti satu dirham itupun tidak akan sampai ke tanganmu!” [2]

3. Suatu hari, khalifah al-Makmun bertanya kepada Abdullah, “Mana yang lebih nyaman, tempatku ini, atau rumahmu?”

Abdullah menjawab, “jelas rumahku. Kalau di rumah, aku menjadi raja, tapi disini aku menjadi budak.” Kontan , khalifah pun tertawa. [3]

4. Jarir meriwayatkan,” Suatu hari Al A’masy duduk di pojok majelis. Sementara kami duduk di bagian pojok lain. Di Dekat tempat itu, ada air hujan menggenang membentuk sebuah danau kecil. Tiba-tiba datanglah seorang lelaki yang mengenakan mantel hitam . Saat melihat al A’masy, ia memandang rendah, karena pakaian beliau yang sederhana.

“Heh bangun, cepat bantu aku menyebrangi danau ini.” Ia membangunkan al A’masy dan menarik tangannya dengan kasar. Lalu ia memaksa beliau menggendongnya. Konyolnya, sambil menikmati gendongan si Ulama tadi, laki-laki itu membaca ayat berikut:

“Maha Suci Dia yang telah menunddukan kendaraan ini bagi kami, padahal sebelumnya kami tidak mampu menguasainya..” [az-Zukhruf: 13]

Saat tiba di tengah danau, al A’masy melemparkan lelaki itu ke dalam air, sambil membaca ayat berikut:

“Dan berdo’alah, “Ya Rabbku, tempatkanlah aku pada tempat yang diberkati, dan Engkau adalah sebaik-baik Yang memberi tempat..” [al Mukminun: 29]

Beliau keluar dari danau itu, dan membiarkan si lelaki konyol berendam di air danau. [4]

5. Isa bin Amru mengisahkan, ada seorang lelaki badui pergi ke negeri Bahrain. Ia mengumpulkan masyarakat Yahudi di negeri itu. Lalu itu bertanya, “Bagaimana pendapat kalian tentang Isa bin Maryam?”

“Kami memang membunuh dan menyalibnya!” tegas mereka, untuk mempertahankan pendapat nenek monyang mereka.

“Tidak masalah, tapi apakah kalian sudah membayarkan diyatnya? [5] tanyanya.

“Belum,” jawab masyarakat Yahudi itu.

“Kalau begitu,jangan pergi dari sini sebelum kalian membayarkan diyat itu kepadaku.” Akhirnya, merekapun baru keluar setelah semuanya membayar diyat tersebut..”!! [6]

6. Ada seorang pria beragama Nasrani yang kerapdatang mengunjungi Imam adh-Dhahhaq bin Muzaahim. Suatu hari Imam adh-Dhahhaq bertanya:

“Kenapa engkau tidak juga masuk Islam?”

“Karena aku masih suka menenggak minuman keras, dan tidak tahan hidup tanpa minuman itu.” Jawabnya.

“Kalau begitu masuk Islam saja dan silahkan tetap menenggak minuman keras kesukaanmu itu.” Ujar adh-Dhahhaq yakin.

akhirnya lelaki itu pun masuk Islam. Saat ia sudah masuk Islam, imam adh-Dhahhaq berkata kepadanya:

“Nah, sekarang kamu sudah masuk Islam. Kalau kamu masih juga menenggak minuman keras, kami akan menghukummu dengan cambukan.. Kalau kamu murtad (keluar) dari Islam, kami akan membunuhmu!!!

Lelaki itu pun terbengong-bengong mendengarnya…… [7]

Note:

[1] Lihat kitab al-Adzkiyaa hal.11

[2] Kitab al-Adzkiyaa hal.20-21

[3] Kitab al-Adzkiyaa hal.46

[4] Kitab al-Adzkiyaa hal.64

[5] Diyat adalah uang ganti rugi karena telah membunuh orang, sebagai ganti rugi dari qisshas. Kaum Yahudi mengakui adanya hukum tersebut dalam agama mereka

[6] Kitab al-Adzkiyaa hal.75

[7] Kitab al-Adzkiyaa hal.82

Sumber: Disalin ulang dari buku “Humor Salafi” karya al Ustadz Abu Umar Basyir -hafizhahullah-

Kunjungi toko buku terdekat anda..dengan harga 14 ribu, anda bisa menikmati canda2 para Nabi dan Rasul, para Sahabat, para Ulama, Qadhi, orang2 badui, orang2 awwam dll ^_^

“Jika harus tersenyum, tersenyumlah dengan bijak..

Jika harus tertawa, tertawalah dengan bijak”



Kirimkan teman lain ingin ikut membaca juga. Terimakasih