Tampilkan postingan dengan label suami sholeh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label suami sholeh. Tampilkan semua postingan

MENJADI SUAMI YANG MEMPESONA.............. MENGAPA TIDAK.............(PERTEMUAN KE 175)

Menjadi istri yang mempesona suami? Itu hal biasa yang telah banyakdibahas dalam berbagai literatur, kajian, diskusi dan kesempatan.Tetapi tahukah Anda wahai para suami, para istri juga menginginkanlaki-laki yang mempesona sebagai suaminya. Meski gambaran suami yangmempesona boleh jadi relatif, berbeda antara satu perempuan denganperempuan lainnya, tetapi dapat dikatakan secara umum kaum perempuanmembutuhkan pesona yang dapat lebih membuat mereka senantiasa mencintaisuaminya.

Boleh jadi selama ini Anda para suami menyangkabahwa istri Anda mencintai Anda karena ia telah mendampingi, melayani,melahirkan danmengasuh anak-anak Anda. Mungkin hal itu benar, tetapiuntuk membuatperasaan istri Anda tidak berubah ia tetap selalumencintai Anda dariwaktu ke waktu dibutuhkan lebih banyak proses,perbuatan, tingkah lakuyang semuanya bermuara pada satu titik bahwaAnda tetap mempesonanya,sehingga ia menganggap Anda layak untukmendapatkan cintanya untuk selamanya.

Ada satu pelajaranyang menarik terutama untuk para suami dari kisah seorang perempuanyang mendatangi Rasulullah SAW untuk menceritakan, bahwa sekian lamaberumah tangga ternyata perasaannya mengalamiperubahan, ia tidak lagibisa mencintai suaminya dan karena itu ia khawatir berbuat kekufuran.

Adalahistri Tsabit bin Qais bin Syamas (sahabat Rasulullah SAW) yang bernamaJamilah, ia mendatangi Rasulullah SAW untuk menceritakan perasaannyaterhadap suaminya, "Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku tidak mencelaagama dan akhlak Tsabit, tetapi aku khawatir jika hidup bersamanya akuberbuat kekufuran." Maka Rasulullah SAW bersabda,"Apakah engkau hendakmengembalikan kebunnya?? (waktu itu mahar Tsabit adalah kebunnya)."Jamilah menjawab, "Benar ya Rasulullah." Lalu Rasulullah mengutusseseorang kepada Tsabit untuk menyampaikan pesannya, "Terimalah kebunitu dan ceraikanlah dia." (HR Bukhari dariIbnu Abbas ra)

Kisahlainnya yang juga diriwayatkan oleh Imam Bukhari dari Ibnu Abbasraberikut ini menunjukkan bahwa seorang istri diperbolehkan melepaskandiri dari suami yang tidak dapat dicintainya. Barirah adalah seorangbudak wanita dari Habasyah yang berada dibawah kekuasaan UtbahbinLahab. Majikannya ini memaksa Barirah untuk menikah dengan seorangyang tidak disukainya yaitu budak laki-laki bernama Mughits. Merekapunmenikah, Barirah tidak mencintai suaminya tapi sebaliknya Mughitssangat mencintai istrinya. Ummul Mukminin Aisyah ra merasakasihankepada Barirah, beliau lalu membeli dan memerdekakannya. Setelahitu Barirah merasa benar-benar memiliki kebebasannya dan merasa dapatmenentukan hidupnya, maka ia meminta cerai dari suaminya. Ibnu Abbasra berkata, "Suami Barirah adalah seorang budak bernama Mughits,seakan-akan aku melihatnya berjalan dibelakangnya sambil menangis,airmatanya menetes sampai ke jenggotnya.

NAH INI DIA " WASIAT BUAT PARA SUAMI (PERTEMUAN KE 270)

Rasulullah s.a.w. menyuruh para suami agar berbuat baik kepada isteri dan bersederhana dalam mendidik para isteri, sehingga ke saat kewafatannya pun Baginda masih berwasiat tentang perkara ini. Rasulullah SAW bersabda ““Aku berwasiat kepada kamu supaya menjaga wanita dengan sebaik-baiknya kerana mereka dijadikan daripada tulang rusuk dan sebengkok-bengkok tulang rusuk adalah yang di bahagian teratas. Sekiranya kamu cuba meluruskannya, kamu akan mematahkannya dan sekiranya kamu membiarkannya akan terus bengkok selama-lamanya. Justeru, berpesan-pesanlah kepada wanita (dengan kebaikan).” (Riwayat Syaikhain melalui Abu Hurairah)

Siti Hawa dijadikan dari tulang rusuk bahagian yang paling atas Nabi Adam a.s. Tulang rusuk yang paling atas adalah bahagian yang senang dipatahkan. Begitu jugalah dengan perempuan, seorang suami perlu bersederhana dalam mendidik isteri. Jangan terlalu keras dan jangan terlalu lembut. Janganlah seorang suami terlalu cerewet dengan perkara yang remeh-temeh seperti lauk atau masakan isteri yang kurang masin. Asalkan seorang isteri itu patuh ajaran Islam, meminta izin apabila hendak keluar rumah dan tidak curang kepada suaminya, maka memadailah. Jangan pula langsung tidak menegur atau menasihati isteri apabila mereka tidak mematuhi ajaran Islam.

An-Nisaa [34]….jika mereka taat kepada kamu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkan mereka….

Dalam kehidupan rumah tangga Rasulullah s.a.w, baginda telah meninggalkan contoh teladan kepada kita betapa baginda berbuat baik kepada keluarganya. Dalam sebuah hadis, baginda telah bersabda, yang bermaksud: “Orang yang paling baik di antara kamu adalah yang paling baik dengan keluarganya dan aku adalah yang paling baik terhadap keluargaku.” (Hadis riwayat Tabrani)

Bahkan Baginda turut membantu dalam melakukan kerja-kerja rumah dan selalu membuat sendiri sesuatu kerja seperti menjahit pakaiannya tanpa menyuruh isteri Baginda. Sunnah “layan diri” atau Do IT Yourself (DIY) ini turut diamalkan oleh masyarakat Barat walaupun mereka bukan beragama Islam

DIANTARA SIFAT BURUK SANG ISTRI YANG TIDAK DISUKAI SUAMI


Sering memaksa dalam meminta kebutuhan materi.

Menuntut lebih dari yang dibutuhkan karna meniru yang lainya.keras kepala:melawan kehendak suaminya.

Ucapannya pedas terhadap suami atau kerabat suami.Sering mengutip perkataan atau menambahinya yang bisa membuka rahasia rahasia rumah tangga.

Menimbulkan perasaan tidak enak terhadap suaminya dengan menyebutnya pelit atau kurang dihadapan orang lain.Sering keluar rumah dan tidak betah tinggal dirumah sehingga jarang ditemukan dirumahnya.

Berwatak keras dan kasar baik kepada suami maupun anak anaknya.Suka mengingkari kebaikan suaminya.

HAI PARA WANITA ,BERSEDIAKAH JIKA DIBERI SUAMI YANG SHOLEH


‘’semoga aku dikaruniai suami yg sholeh yg bias membimbingku dunia dan akhirat’’

Jawaban seperti ini terdengar meluncur ringan dari seorang gadis yg akan berumah tangga ataupun pengantin baru,kebanyakan wanita ketika diajukan pertanyaan mengenai jodoh ia mengatakan ingin suami yg sholeh,tapi apakah suami seperti itu yg benar-benar didambakan oleh seorang wanita dlm kehidupan rumah tangga.?,

Karena do’anya sdh dimakbulkan Allah serta mendapat do’a jg dari rekan-rekannya,maka hiduplah si gadis ini dgn seorang lelaki sholeh.

Seorang lelaki sholeh amat takut kepada Allah,salah satu bukti ketakutannya ialah dlm hal mengerjakan sholat,jadi lelaki sholeh akan menyuruh malah kadang memaksa sang istri tuk sholat,tetapi ada istri yg malas sholat,nah..!padahal sebelum menikah dia ingin lelalki yg sholeh yg dpt membimbingnya dunia akhirat.

Ketika sang istri lelap tidur malam hari,sang suami sholeh bangunkan dia tuk sama-sama sholat tahajjud.
‘’Ada apa abang ini..!saya masih ngantuk,abang sholatlah sendirian sana,’’
Lupa sdh si istri dgn keinginannya dulu,di ajak sholat tahajjud malah marah-marah,itu sebagian tak semuanya.lelaki yg sholeh amat takut kepada murka Allah,islam mewajibkan wanita tutup aurat,jika suami sholeh tidak akan membenarkan istrinya keluar rumah atau mengenakan pakaian sesuka hati,atau berhias serta bermake-up tebal,tetapi sang istri kurang senang dgn peringatan suami tentang hal ini,suami sholeh yg saudara idam-idamkan yg akan membimbing saudara dunia akhirat telah saudara bantah perkataannya.

Suami yg sholeh tdk akan duduk di rumah saja,’’Berada dibawah ketiak istri sepanjang hari’’karena dia tahu,jihad fi sabillillah adalah agenda utama dari hidup seorang lelaki sholeh,dia senantiasa berada diluar rumah berjuang tuk agamanya serta berjuang tuk mencari rezeki yg halal sehingga terkadang bias pulang larut malam,kadang wanita tidak suka hal seperti ini,padahal do’anya dulu ingin mendapatkan suami yg sholeh.

Lelaki yg sholeh jg tdk suka hidup bermewah-mewah,uangnya yg banyak dihabiskan,diapun takut menerima suap/sogokan dan segala macam uang haram,jadi dia tdk bias member barang-barang mewah seperti rumah yg besar,mobil yg mewah dan perhiasaan yg banyak kepada istri dan keluarganya.

Dalam keadaan seperti ini ada sang istri tak suka,jika dia dulu inginkan suami yg sholeh maka setelah dapat dia tak suka dgn pola hidupnya,lelaki yg sholeh akan menjauhkan dirinya dari maksiat,dia akan melakukan perkasa yg perkara yg halal saja,salah satu perkara yg halal adalah memiliki empat istri(dgn syarat dan ketetapan syariat bias dipenuhi)naah..lagi-lagi perkara ini banyak membuat para istri sangat berpantang,malah akan membenci suaminya kawin lagi,bukankah anda dahulu mendapatkan suami yg sholeha.??

Menyimak hal-hal di atas,maka banyak sekali masalah-masalah yg tdk disukai istri ketika dia mendapat suami seorang yg sholeh.padahal dulu selalu berdoa agar mendapatkan suami yg sholeh.
Timbul pertanyaan sekarang,klau mendapat suami yg tdk sholeh atau yg biasa-biasa saja,apakah akan membawa kebahagian,??

Dunia ibarat air laut,ketika kita meminumnya maka kita akan semakin haus,dunia jg tdk kekal,susah senang,lapang sempit,bahagia sengsara…semuanya tak ada yg abadi,dunia seperti bayang-bayang saja,dilihat ada tetapi ketika hendak ditangkap hilanglah dia.

Mencari kebahagian yg kekal abadi bukan didunia tempatnya,dunia adalah lading tuk tempat menanam,akan dipanen bila tiba masanya,mati dan masuk kubur adalah saat memanen segala amalan ketika didunia,kubur bias menjadi pintu surga ataupun menjadi lubang dari lubang-lubang Neraka,siapa masuk tak bias kembali,hanya dua pilihan ked lm surga atau neraka.

Berbekal niat yg lurus,hati,hati yg ikhlas serta langkah yg istiqomah,mari kita lewati masa-masa di dunia ini dgn penuh ketakwaan,karena Allah dan Rasul-NYA telah menjelaskan semua tentang dunia dan akhirat kepada manusia.

Saudara q….
Berbahagialah mereka yg menjalani hidup ini sesuai dgn perintah dan larangan-NYA,semoga kita tdk terperdaya dgn sesuatu yg semu,dan bagi para calon istri jangan ragu utk selalu berdo’a,’’ya allah berilah hamba seorang suami yg sholeh yg dapat membimbing hamba dlm perkara dunia apalagi dlm perkara akhirat,ya Allah kabulkanlah Do’a kami ini…amin..