Tampilkan postingan dengan label doa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label doa. Tampilkan semua postingan

Undang Kami dalam Acara Islam







Kirimkan teman lain ingin ikut membaca juga. Terimakasih

BAGAIMANA MENDAPATKAN AMPUNAN DI HARI ARAFAH

Hari Arofah adalah hari di mana Allah menyempurnakan Islam dan menyempurnakan nikmat-Nya ketika itu. Hari Arofah adalah hari haji Akbar menurut mayoritas salaf. Hari Arofah juga adalah hari istimewa bagi umat ini.

Anas bin Malik pernah mengatakan, “Hari Arofah lebih utama dari 10.000 hari-hari lainnya.”[1] Siapa saja yang berpuasa ketika itu akan mendapatkan ampunan dosa (yaitu dosa kecil) untuk dua tahun.

Mengenai hari Arofah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَا مِنْ يَوْمٍ أَكْثَرَ مِنْ أَنْ يُعْتِقَ اللَّهُ فِيهِ عَبْدًا مِنَ النَّارِ مِنْ يَوْمِ عَرَفَةَ وَإِنَّهُ لَيَدْنُو ثُمَّ يُبَاهِى بِهِمُ الْمَلاَئِكَةَ فَيَقُولُ مَا أَرَادَ هَؤُلاَءِ

“Di antara hari yang Allah banyak membebaskan seseorang dari neraka adalah hari Arofah. Dia akan mendekati mereka lalu akan menampakkan keutamaan mereka pada para malaikat. Kemudian Allah berfirman: Apa yang diinginkan oleh mereka?”[2]

Ibnu Rajab Al Hambali mengatakan, “Hari Arofah adalah hari pembebasan dari api neraka. Pada hari itu, Allah akan membebaskan siapa saja yang sedang wukuf di Arofah dan penduduk negeri kaum muslimin yang tidak melaksanakan wukuf. Oleh karena itu, hari setelah hari Arofah –yaitu hari Idul Adha- adalah hari ‘ied bagi kaum muslimin di seluruh dunia. Baik yang melaksanakan haji dan yang tidak melaksanakannya sama-sama akan mendapatkan pembebasan dari api neraka dan ampunan pada hari Arofah.”[3]

Ibnu Rajab selanjutnya menjelaskan bahwa siapa yang ingin mendapatkan pembebasan dari api neraka dan pengampunan dosa pada hari Arofah, maka lakukanlah hal-hal berikut.[4]

Pertama: Melaksanakan puasa Arofah. Dari Abu Qotadah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِى بَعْدَهُ وَصِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ

“Puasa Arofah dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyuro (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu.”[5]

Kedua: Menjaga anggota badan dari hal-hal yang diharamkan pada hari tersebut.

Ketiga: Memperbanyak syahadat tauhid, keikhlasan dan kejujuran pada hari tersebut karena semuanya tadi adalah asas agama ini yang Allah sempurnakan pada hari Arofah. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sendiri sering memperbanyak hal-hal tadi dan beliau menyebutkannya setelah menyebutkan bahwa do’a pada hari Arofah adalah sebaik-baik do’a. Disebutkan dalam hadits,

خَيْرُ الدُّعَاءِ دُعَاءُ يَوْمِ عَرَفَةَ وَخَيْرُ مَا قُلْتُ أَنَا وَالنَّبِيُّونَ مِنْ قَبْلِى لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ

“Sebaik-baik do’a adalah do’a pada hari Arofah. Dan sebaik-baik yang kuucapkan, begitu pula diucapkan oleh para Nabi sebelumku adalah ucapan “Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku walahul hamdu wa huwa ‘ala kulli sya-in qodiir (Tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Miliki-Nya segala kerajaan, segala pujian dan Allah yang menguasai segala sesuatu)”.”[6]

Keempat:Memerdekakan seorang budak jika mampu. Karena barangsiapa yang memerdekakan seorang budak mukmin, maka Allah akan membebaskan anggota tubuhnya dari api neraka karena anggota tubuh budak yang ia merdekakan.



Kelima: Memperbanyak do’a ampunan dan pembebasan dari api neraka ketika itu karena hari Arofah adalah hari terkabulnya do’a. Dari ‘Amr bin Syu’aib dari ayahnya dari kakeknya, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

خَيْرُ الدُّعَاءِ دُعَاءُ يَوْمِ عَرَفَةَ

“Sebaik-baik do’a adalah do’a pada hari Arofah.”[7]

Dan untuk mendapatkan pembebasan dari api neraka dan pengampunan dosa, hendaklah pula dijauhi segala dosa yang dapat menghalangi dari mendapatkan ampunan. Di antara yang harus dijauhi adalah:

Pertama: Sifat sombong dan takabbur. Allah Ta’ala berfirman,

وَاللَّهُ لا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُورٍ

“Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri.” (QS. Al Hadid: 23)

Sebagaimana pula Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan,

لاَ يَنْظُرُ اللَّهُ إِلَى مَنْ جَرَّ ثَوْبَهُ خُيَلاَءَ

“Allah tidak akan memandang siapa saja yang menjulurkan celananya (di bawah mata kaki) dengan sombong.”[8]

Kedua: Tidak terus menerus dalam melakukan dosa-dosa besar (al kaba-ir).[9]

Itulah yang dinasehatkan oleh Ibnu Rajab agar seseorang bisa mendapatkan ampunan dan pembebasan dari api neraka pada hari Arofah.

Semoga Allah menjadikan kita termasuk orang-orang yang mendapatkan ampunan dan pembebasan dari api neraka pada hari tersebut.

Ya Allah, terimalah setiap amalan kami di hari Arofah yang mulia ini dan jadikanlah kami termasuk orang-orang yang mendapatkan pengampunan dosa dan pembebasan dari api neraka. Sesungguhnya engkau Maha Mengijabahi setiap do’a-do’a kami.



Kirimkan teman lain ingin ikut membaca juga. Terimakasih

Hormati Ibu mu....

Hai manusia, hormati ibumu Yang melahirkan dan membesarkanmu

Darah dagingmu dari air susunya Jiwa ragamu dari kasih-sayangnya Dialah manusia satu-satunya Yang menyayangimu tanpa ada batasnya

Doa ibumu dikabulkan Tuhan Dan kutukannya jadi kenyataan Ridla Ilahi karena ridlanya Murka Ilahi karena murkanya

Bila kau sayang pada kekasih Lebih sayanglah pada ibumu Bila kau patuh pada rajamu Lebih patuhlah pada ibumu

Bukannya gunung tempat kau meminta Bukan lautan tempat kau memuja

Bukan pula dukun tempat kau menghiba Bukan kuburan tempat memohon doa Tiada keramat yang ampuh di dunia Selain dari doa ibumu jua 



Kirimkan teman lain ingin ikut membaca juga. Terimakasih

BAGAIMANA AGAR ANAK KITA MENJADI ANAK YANG SHOLEH.............

hidayah dan taufik semata-mata dari Allah dan kita hanya bisa berusaha dan berusaha, namun namanya hidayah tetap kita serahkan pada-Nya.

Tidak usah jauh-jauh, cobalah kita perhatikan nabi kita, Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, penghulu para nabi. Lihatlah bagaimana kehidupan beliau. Perhatikanlah bahwa di waktu kecil saja, beliau dalam keadaan yatim, sudah ditinggalkan ibu bapaknya. Beliau tumbuh dalam keadaan fakir, lalu siapakah yang selalu menjaganya? Siapakah yang menumbuhkan keimanannya? Siapakah yang mewahyukan kitab suci Al Qur’an padanya? Dialah Allah subhanahu wa ta’ala, segala kenikmatan adalah dari-Nya, segala kemuliaan dan sanjungan berhak ditujukan pada-Nya.

Jika kita telah mengetahui hal ini, yakin bahwa yang memberi hidayah adalah Allah dan yakin pula bahwa setiap penjagaan adalah dari-Nya, maka hendaklah kita memanjatkan do’a pada-Nya agar anak dan keturunan kita menjadi sholeh dan baik. Mintalah pada-Nya agar keturunan kita senantiasa mendapat berkah, juga selamat dari berbagai bahaya dan kejelekan. Mintalah pada Allah, semoga mereka senantiasa mendapatkan perlindungan dari gangguan setan, manusia jahat, dan jin. Inilah kebiasaan orang sholih yang sebaiknya kita tiru.




Kirimkan teman lain ingin ikut membaca juga. Terimakasih

'DO'A SEORANG HAMBA

Ya Allah...........

lindungilah kami di bawah naungan Arsy-Mu!

hari yg tdak ada naungan selain naungan-Mu! Dan tidak ada yg kekal selain kekekalan-Mu!

Ya Allah.......

engkau-lah pemelihara kami, dan kami adalah hamba-Mu!

Ya Rabb........

Kami berlindung pada-mu dari kejahatan yg telah kami perbuat!

Ya Ilahi.....

kami kembali kepa-Mu membawa nikmat-Mu membawa dosa2 kami!

Ya Tuhan......

Maka ampunilah kami!

Ya Allah.......

Wahai yg maha mengetahui apa yg terkandung dlm dada Keluarkanlah kami dari kegelapan ke cahaya terang benderang! Ya Tuhan........



Berkatilah kami atas semua apa yg luput daripadanya dg kebajikan dari-Mu! Ya Ilahi.........



Kami memohon pada-Mu iman yg sempurna

Keyakinan yg benar Rizqi yg luas Hati yg khusyu' Lidah yg slalu berzikir(menyebut asma'Allah)

Ya Allah.......

Tambahkanlah kami dg ilmu pengetahuan yg bermanfaat dan masukkanlah kami ke dalam golongan orang2 yg shaleh! Ya Ilahi........

Engkaulah sumber keselamatan dan dari pada-Mulah datangnya keselamatan itu semua Maka hidupkanlah kami dg selamat sejahtera! Ya Allah.........

Masukkanlah kami ke dalam surga negri-Mu yg bahagia maha pemberi berkat! Maha tinggi Engkau wahai yg mempunyai keagungan dan kehormatan! Ya Rabb........

Bukakanlah pintu2 rahmat-Mu masukkanlah kami ke dalam ampunan-Mu!

Dengan nama Allah dan segala puji bagi Allah Salawat dan salam terhadap Rasulullah masukkanlah kami ke dalamnya! Sesungguhnya Baitullah itu rumah-Mu,Masjidilharam itu masjid-Mu,negri aman itu negri-Mu,kami ini hamba-Mu Dan tempat itu adalah tempat orang berlindung pada-Mu Ya Allah yg memelihara Ka'bah Merdekakanlah pada diri kami,abi/umi kami,saudara saudari kami,dan anak2 kami2 mukminin dan mukminat dari siksa neraka Wahai Tuhan yg maha pemurah yg mempunyai keutamaan,kelebihan,anugerah kebaikan Ya Rabb........

Baikkanlah kesudahan segenap urusan kami dan jauhkanlah kami dari kehampaan dan kehinaan di dunia dan siksa di akherat Sesungguhnya kami hamba-Mu tegak berdiri sholat bersujud menundukkan diri di hadapan-Mu Mengharapkan rahmat dari-Mu Kami takut akan siksa-Mu Kami mohon agar Engkau tinggikan nama kami, hapuskan dosa2 kami, perbaiki segala urusan kami, bersihkan hati kami, berikanlah cahaya kelak dalam kubur kami, Kami mohon pada-Mu martabat yg tinggi dalam surga-Mu

الله اكبر الله اكبر الله اكبر ولله الحمد سبحانك ماشكرناك حق شكرك يا الله سبحانك ما اعلى شأنك يا الله اللهم حبب إلينا الإيمان و زينه فى قلوبنا وكره إلينا الكفر والفسوق والعصيان واجعلنا من الراشدين. Allahu Akbar Allahu Akbar Allahu Akbar Hanya untuk Allah segala puji maha suci Engkau ketinggian-Mu Ya Allah cintakanlah kami kepada iman dan hiaskanlah di hati kami

Bencikanlah kami pada perbuatan kufur fasiq dan durhaka masukkanlah kami ke dalam golongan orang2 yg mendapat petunjuk-MU..Allahuma amin ya Allah..



Tidak Suka · Komentari · Bagikan

Anda, Tausiyah Abi Ridwan AlMahbuby dan 2 lainnya menyukai ini.
Saha Anjeun Amiin...
25 Desember jam 22:12 · Suka
Tulis komentar...


Kirimkan teman lain ingin ikut membaca juga. Terimakasih

bagaimana sih... agar Do’a Mudah Diterima

Agar Do’a Mudah Diijabahi

(1) Ikhlaslah dalam berdo’a.

Syarat ini adalah syarat utama dan yang terpenting. Inilah modal utama sebuah do’a diijabahi. Allah Ta’ala berfirman,


فَادْعُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ


“Maka sembahlah Allah dengan memurnikan ibadah kepada-Nya, meskipun orang-orang kafir tidak menyukai(nya).” (QS. Al Mu’min: 14)

Yang dimaksud dengan ikhlas dalam do’a adalah memurnikan do’a dan amalan dari segala kotoran, menujukan seluruh amalan tersebut hanya pada Allah, dan tidak menjadikan sekutu bagi-Nya, tidak riya’, tidak sum’ah.[1]


(2) Ikutilah tuntunan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam berdo’a dan tidak boleh membuat perkara yang tidak ada dasarnya dari beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam.


Allah Ta’ala berfirman,


لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآَخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا


“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan Dia banyak menyebut Allah.” (QS. Al Ahzab: 21)


Yang dituntunkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam do’a adalah memulai do’a dengan memuji Allah dan bershalawat kepada Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam, mengangkat tangan ketika berdo’a, menghadap kiblat, berdo’a dalam keadaan suci atau berwudhu jika itu mudah, bertawassul kepada Allah (dengan nama dan sifat-Nya, dengan kebaikan yang pernah diperbuat, dengan do’a orang sholeh yang hidup dan ada di tempat), mengulangi yang diminta sebanyak tiga kali, dan lain-lain.


(3) Yakinlah akan diijabahinya do’a dan menghadirkan hati ketika berdo’a.


Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ادْعُوا اللَّهَ وَأَنْتُمْ مُوقِنُونَ بِالإِجَابَةِ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ لاَ يَسْتَجِيبُ دُعَاءً مِنْ قَلْبٍ غَافِلٍ لاَهٍ


“Berdoalah kepada Allah dalam keadaan yakin akan dikabulkan, dan ketahuilah bahwa Allah tidak mengabulkan doa dari hati yang lalai.”[2]


(4) Benar-benarlah mantap dalam mengharap.


Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,


إِذَا دَعَا أَحَدُكُمْ فَلْيَعْزِمْ فِى الدُّعَاءِ وَلاَ يَقُلِ اللَّهُمَّ إِنْ شِئْتَ فَأَعْطِنِى فَإِنَّ اللَّهَ لاَ مُسْتَكْرِهَ لَهُ


“Jika salah seorang dari kalian berdoa hendaklah benar-benar mantap dalam mengharap, dan janganlah mengatakan: 'Allahumma in syi'ta fa-a'thini (Ya Allah jika Engkau menghendaki maka berikanlah untukku), karena sesungguhnya Allah 'azza wajalla tidak dalam tekanan."[3]


(5) Pilihlah waktu terbaik agar mudah terijabahinya do’a.


Di antara waktu terbaik untuk berdo’a agar mudah diijabahi adalah antara adzan dan iqomah, saat sujud, di sepertiga malam terakhir, di akhir shalat, dan di saat hujan turun.


Penghalang Terijabahnya Do’a


(1) Makan, minum dan berpakaian dari yang haram, boleh jadi secara zatnya haram atau cara memperolehnya yang haram.


bagaimana sih... agar Do’a Mudah Diterima

Agar Do’a Mudah Diijabahi


(1) Ikhlaslah dalam berdo’a.


Syarat ini adalah syarat utama dan yang terpenting. Inilah modal utama sebuah do’a diijabahi. Allah Ta’ala berfirman,


فَادْعُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ


“Maka sembahlah Allah dengan memurnikan ibadah kepada-Nya, meskipun orang-orang kafir tidak menyukai(nya).” (QS. Al Mu’min: 14)


Yang dimaksud dengan ikhlas dalam do’a adalah memurnikan do’a dan amalan dari segala kotoran, menujukan seluruh amalan tersebut hanya pada Allah, dan tidak menjadikan sekutu bagi-Nya, tidak riya’, tidak sum’ah.[1]


(2) Ikutilah tuntunan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam berdo’a dan tidak boleh membuat perkara yang tidak ada dasarnya dari beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam.


Allah Ta’ala berfirman,


لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآَخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا


“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan Dia banyak menyebut Allah.” (QS. Al Ahzab: 21)


Yang dituntunkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam do’a adalah memulai do’a dengan memuji Allah dan bershalawat kepada Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam, mengangkat tangan ketika berdo’a, menghadap kiblat, berdo’a dalam keadaan suci atau berwudhu jika itu mudah, bertawassul kepada Allah (dengan nama dan sifat-Nya, dengan kebaikan yang pernah diperbuat, dengan do’a orang sholeh yang hidup dan ada di tempat), mengulangi yang diminta sebanyak tiga kali, dan lain-lain.


(3) Yakinlah akan diijabahinya do’a dan menghadirkan hati ketika berdo’a.


Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,


ادْعُوا اللَّهَ وَأَنْتُمْ مُوقِنُونَ بِالإِجَابَةِ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ لاَ يَسْتَجِيبُ دُعَاءً مِنْ قَلْبٍ غَافِلٍ لاَهٍ


“Berdoalah kepada Allah dalam keadaan yakin akan dikabulkan, dan ketahuilah bahwa Allah tidak mengabulkan doa dari hati yang lalai.”[2]


(4) Benar-benarlah mantap dalam mengharap.


Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,


إِذَا دَعَا أَحَدُكُمْ فَلْيَعْزِمْ فِى الدُّعَاءِ وَلاَ يَقُلِ اللَّهُمَّ إِنْ شِئْتَ فَأَعْطِنِى فَإِنَّ اللَّهَ لاَ مُسْتَكْرِهَ لَهُ


“Jika salah seorang dari kalian berdoa hendaklah benar-benar mantap dalam mengharap, dan janganlah mengatakan: 'Allahumma in syi'ta fa-a'thini (Ya Allah jika Engkau menghendaki maka berikanlah untukku), karena sesungguhnya Allah 'azza wajalla tidak dalam tekanan."[3]


(5) Pilihlah waktu terbaik agar mudah terijabahinya do’a.


Di antara waktu terbaik untuk berdo’a agar mudah diijabahi adalah antara adzan dan iqomah, saat sujud, di sepertiga malam terakhir, di akhir shalat, dan di saat hujan turun.


Penghalang Terijabahnya Do’a


(1) Makan, minum dan berpakaian dari yang haram, boleh jadi secara zatnya haram atau cara memperolehnya yang haram.


Dalam hadits Abu Hurairah disebutkan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,


أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّ اللَّهَ طَيِّبٌ لاَ يَقْبَلُ إِلاَّ طَيِّبًا وَإِنَّ اللَّهَ أَمَرَ الْمُؤْمِنِينَ بِمَا أَمَرَ بِهِ الْمُرْسَلِينَ فَقَالَ ( يَا أَيُّهَا الرُّسُلُ كُلُوا مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَاعْمَلُوا صَالِحًا إِنِّى بِمَا تَعْمَلُونَ عَلِيمٌ) وَقَالَ (يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُلُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ) ». ثُمَّ ذَكَرَ الرَّجُلَ يُطِيلُ السَّفَرَ أَشْعَثَ أَغْبَرَ يَمُدُّ يَدَيْهِ إِلَى السَّمَاءِ يَا رَبِّ يَا رَبِّ وَمَطْعَمُهُ حَرَامٌ وَمَشْرَبُهُ حَرَامٌ وَمَلْبَسُهُ حَرَامٌ وَغُذِىَ بِالْحَرَامِ فَأَنَّى يُسْتَجَابُ لِذَلِكَ


“Wahai sekalian manusia, sesungguhnya Allah itu thoyib (baik). Dia tidak akan menerima sesuatu melainkan yang baik pula. Dan sesungguhnya Allah telah memerintahkan kepada orang-orang mukmin seperti yang diperintahkan-Nya kepada para Rasul. Firman-Nya: 'Wahai para Rasul! Makanlah makanan yang baik-baik (halal) dan kerjakanlah amal shalih. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.' Dan Allah juga berfirman: 'Wahai orang-orang yang beriman! Makanlah rezeki yang baik-baik yang Telah menceritakan kepada kami telah kami rezekikan kepadamu.'" Kemudian Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam menceritakan tentang seroang laki-laki yang telah lama berjalan karena jauhnya jarak yang ditempuhnya. Sehingga rambutnya kusut, masai dan berdebu. Orang itu mengangkat tangannya ke langit seraya berdo'a: "Wahai Tuhanku, wahai Tuhanku." Padahal, makanannya dari barang yang haram, minumannya dari yang haram, pakaiannya dari yang haram dan diberi makan dengan makanan yang haram, maka bagaimanakah Allah akan memperkenankan do'anya?"[4]


(2) Terlalu tergesa-gesa, bahkan meninggalkan do’a.


Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,


يُسْتَجَابُ لأَحَدِكُمْ مَا لَمْ يَعْجَلْ يَقُولُ دَعَوْتُ فَلَمْ يُسْتَجَبْ لِى


“Do'a kalian akan diijabahi selagi tidak terburu-buru, dengan mengatakan: 'Aku telah berdo'a, namun tidak kunjung diijabahi.”[5]


(3) Melakukan maksiat dan meninggalkan kewajiban.


Dari Hudzaifah bin Al Yaman, ia berkata bahwa dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, ia bersabda,


وَالَّذِى نَفْسِى بِيَدِهِ لَتَأْمُرُنَّ بِالْمَعْرُوفِ وَلَتَنْهَوُنَّ عَنِ الْمُنْكَرِ أَوْ لَيُوشِكَنَّ اللَّهُ أَنْ يَبْعَثَ عَلَيْكُمْ عِقَابًا مِنْهُ ثُمَّ تَدْعُونَهُ فَلاَ يُسْتَجَابُ لَكُمْ


"Demi Dzat yang jiwaku berada di tangannya, hendaknya kalian beramar ma'ruf dan nahi munkar atau jika tidak niscaya Allah akan mengirimkan siksa-Nya dari sisi-Nya kepada kalian, kemudian kalian memohon kepada-Nya namun do'a kalian tidak lagi dikabulkan."[6]


(4) Ada hikmah, Allah memberi ganti yang lebih baik.


Ingatlah bahwa terijabahinya do’a bisa jadi dengan tiga kemungkinan. Yaitu do’a tersebut terkabul dengan segera sesuai dengan yang diminta. Boleh jadi pula Allah menggantinya dengan dihindarkan dari kejelekan yang semisal. Boleh jadi juga Allah menyimpan do’a tersebut sebagai pahala di akhirat kelak. Itulah yang Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sebutkan dalam hadits, “Tidaklah seorang muslim memanjatkan do’a pada Allah selama tidak mengandung dosa dan memutuskan silaturahmi (antar kerabat, pen) melainkan Allah akan beri padanya tiga hal: [1] Allah akan segera mengabulkan do’anya, [2] Allah akan menyimpannya baginya di akhirat kelak, dan [3] Allah akan menghindarkan darinya kejelekan yang semisal.” Para sahabat lantas mengatakan, “Kalau begitu kami akan memperbanyak berdo’a.” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas berkata, “Allah nanti yang memperbanyak mengabulkan do'a-do'a kalian.”[7]


Syaikh Ibnu Baz rahimahullah pernah berkata, “Sebagian orang mengira bahwa do’anya tidak diijabahi. Padahal boleh jadi, do’a tersebut sudah diijabahi lebih dari yang diminta. Atau boleh jadi ia dipalingkan dari musibah atau penyakit, yang ini lebih dari yang ia minta. Boleh jadi pula, do’a tersebut ditunda hingga hari kiamat.”[8]


Mungkin karena adanya penghalang-penghalang di atas, sehingga permintaan seseorang sulit terkabul. Intinya, introspeksilah diri. Beberapa kiat agar diijabahinya do’a, berusaha untuk dipenuhi. Lalu penghalang-penghalang terkabulnya do’a dijauhi. Terus berusaha menjadi baik waktu demi waktu sehingga permintaan kita demi kebaikan dunia dan akhirat terkabul. Moga Allah beri kemudahan dalam bisnis, usaha dan kerja keras serta dikeluarkan dari segala kesulitan. Jangan bosan-bosan untuk selalu memohon pada Allah siang dan malam.



Kirimkan teman lain ingin ikut membaca juga. Terimakasih

MAU TAU.........? DO'A SEORANG GADIS (PERTEMUAN KE 17)

Doa yg kupanjatkan ketika aku msh gadis:

‘’Ya Allah beri hamba calon suami yg baik,yg sholeh,beri hamba suami yg dapat hamba jadikan imam dlm keluarga hamba.

Doa yg aku panjatkan ketika selesai menikah:

‘’Ya Allah beri hamba buah hati yg sholeh dan sholihah,agar mereka dapat mendoakan hamba ketika nanti hamba mati dan menjadi salah satu amalanku yg tdk pernah putus’’

Doa yg aku panjatkan ketika anak-anakku lahir:

‘’Ya Allah berilah hamba kesempatan menyekolahkan mereka di sekolah islam yg baik meskipun mahal,berilah hamba Rizki utk itu ya Allah..’’

Doa yg aku panjatkan ketika anak-anakku sdh mulai sekolah:

‘’Ya Allah….jadikan dia murid yg baik sehingga dia dapat bermoral islam,agar dia bisa Khatam Al-Qur’an pada usia muda’’.

Doa yg aku panjatkan ketika anak-anakku sdh beranjak Remaja:

‘’Ya Allah jadikan anak-anak hamba bukan pengikut arus modernisasi yg mengkhawatirkanku,Ya Allah hamba tdk ingin ia mengumbar auratnya,karena dia ibarat buah yg sedang Ranum,.’
Doa yg ku panjatkan ketika anak-anakku menjadi Dewasa:

‘’Ya Allah entengkan jodohnya,berilah jodoh yg sholih pada mereka,yg bibit,bebet,bobotnya baik dan sesuai setara dgn keluarga kami,’’

Doa yg kupanjatkan ketika anakku menikah:

‘’Ya Allah jangan kau putuskan tali ibu dan anak ini,aku takut kehilangan perhatiannya dan takut kehilangan dia karena dia akan ikut suaminya’’
Doa yg kupanjatkan ketika anakku akan melahirkan:

‘’Ya Allah mudah-mudahan cucuku lahir dgn selamat,aku inginkan nama pemberianku pada cucuku,karena aku ingin memanjangkan teritoria wibawaku sebagai ibu dari ibunya cucuku’’
Ketika kupanjatkan doa-doa itu,aku membayangkan Allah tersenyum dan berkata…:
‘’Engkau ingin suami yg baik dan sholeh,sudahkah engkau sendiri baik dan sholeh.?engkau ingin suamimu jadi imam,sdh kh engkau menjadi makmum yg baik.??

‘’Engkau ingin anak yg sholihah,sudahkah itu ada padamu dan pada suamimu,jangan egois begitu….masak engkau ingin anak sholehah hanya karena engkau ingin mereka mendoakanmu..tentu mereka menjadi sholehah utama karena-KU,karena aturan yg mereka ikuti haruslah aturan-KU.

‘’Engkau ingin menyekolahkan anakmu disekolah islam,karena apa.??..prestige.?..atau …mode.?...atau engkau tdk mau direpotkan dgn mendidik islam padanya.?engkau jg harus belajar,engkau jg harus bermoral islam,engkau jg harus membaca Al-Qur’an dan berusaha mengkhatamkannya,’

‘’Bagaimana engkau dapat menahan anakmu tdk menebarkan pesonanya dgn mengumbar aurat,kalau engkau sebagai ibunya jengah utk menutup aurat.?sementara engkau tahu AKU wajibkan itu utk keselamatan dan kehormatan umat-KU.

‘’Engkau bicara bibit,bebet,bobot utk calon menantumu,seolah engkau tdk percaya ayat 3 & 26 surat An Nuur dlm Al-Qur’an-KU percaya kalau anakmu adalah anak yg sholehah maka yg sepadanlah yg ia akan dapatkan,’’

‘’Engkau hanya mengandung,melahirkan dan menyusui anakmu,AKU yg memiliki dia saja,AKU bebaskan dia dgn kehendaknya,AKU tetap mencintainya,meskipun dia berpaling dari-KU,bahkan ketika dia melupakan-KU,AKU tetap mencintainya.

KUMOHON

-Ya Allah,jika aku jatuh cinta cintakanlah aku pada seseorang yg melabuhkan cintanya pada-MU,agar bertambah kekuatanku utk mencintai-MU.



-Ya Allah,jika aku jatuh cinta jagalah cintaku padanya agar tidak melebihi cintaku pada-MU.


-Ya Allah,jika aku jatuh Hatiizinkanlah aku menyentuh hati seseorang yg hatinya tertaut pada-MUagar tidak terjatuh aku dalam jurang cinta semu.


-Ya Rabbana,jika aku jatuh Hati jagalah hatiku padanya agar tidak agar tidak berpaling dari Hati-MU.


-Ya Rabbul Izzati,jika aku rindu rindukanlah aku pada seseorang yg merindui syahid di jalan-MU.


-Ya Allah,jika aku rindu jagalah rinduku padanya agar tidak lalai aku merindukan syurga-MU.


-Ya Allah,jika aku menikmati cinta kekasih-MU janganlah kenikmatan itu melebihi kenikmatan indahnya bermunajat di sepertiga malam terakhirmu.


-Ya Allah,jika aku jatuh Hati pada kekasih-MU jangan biarkan aku tertatih dan terjatuh dlm perjalanan panjang menyeru manusia kepada-MU.


-Ya Allah,jika Engkau halalkan aku merindui kekasih-MUjangan biarkan aku melampaui batas sehingga melupakanaku pada Hakiki dan rindu abadi hanya kepada-MU.



DOA UNTUK BERSELINGKUH

Dua minggu yang lalu saya berkesempatan mendampingi sahabat saya sewaktu menerima lamaran salah seorang putrinya. Acara sekitar 30 menit itu diakhiri dengan doa yang dibacakan oleh seorang diantara hadirin. Meskipun baru acara lamaran, tetapi diantara doa yang dibaca termasuk juga harapan agar nantinya pasangan itu hidup rukun dan bahagia. “Alahumma allif baynahumaa kamaa allafta bayna yuusufa wa zulaikha” begitu bunyi salah satu kalimat dalam doa itu.

Tanpa disangka-sangka sesudah acara doa selesai, salah seorang anggota rombongan bakal besan angkat bicara: “Saya minta maaf yang sebesar-besarnya, seharusnya doa tadi tidak membawa-bawa nama Yusuf dan Zulaikha. Meskipun sudah sangat jamak diucapkan dan meskipun Yusuf seorang nabi, tetapi mereka bukan suami-istri”. Tidak seorangpun dari majlis yang menjawab, termasuk yang membaca doa. Sepertinya semua sepakat berkata dalam hati: “Ooo begitu, ya deh”. Untuk pertama kalinya saya mendengar orang mengangkat masalah ini, apalagi dalam majlis seperti ini.

ENAM KAPSUL YANG DAPAT MEREDAKAN EMOSI KITA



1. MARAH, ucapkan Istigfhar, Astagfirullah"

2. KEHILANGAN dan SEDIH, ucapkan "Innalillahi wa inna ilaihi raa 'jiuun

3. BAHAGIA, ucapkan "Alhamdulillah"

4. KAGUM, ucapkan "Subhanallah"

5. TAKUT, ucapkan "Allahu Akbar"

6. PANIK, ucapkan "Laa hawlaa walaa quwwaata illa billah".


Ucapan2 tsb berfungsi sbg pengendali atau kemudi diri agar emosi atau amygdala kita tetap terkendali (stabil) pada posisi ZERO ketika menghadapi suatu rangsangan. contoh: ketika akan marah, kita harus segera menyadari dan meminta maaf kpd Allah, dg mengucapkan Astaghfirullah....dst.....

Introspeksi diri

Jika
ada doa-doa kita yang belum dikabulkanNya maka cobalah kita
berintrospeksi diri dengan jujur,apa yang salah dalam diri ini sehingga
kita belum mendapatkan apa2 yang kita mohonkan....Semua itu bukan
karena Allah tak mau mengabulkan doa2 kita, bisa jadi karena kita
...sendiri belum siap(pantas)menerima apa2 yang kita minta.

TAHUN BARU 1432 H

Assalamu'alaikum ''kalau saja di tahun 1431 H lalu kita mengalami kesulitan rizki,pertengkaran yang selalu terjadi didalam rumah tangga, maka semoga ditahun yang baru ini dg haqnya menghijrahkan kepada yang lebih baik yaitu Allah menambahkan rizki kita,Allah jadikan rumah tangga kita menjadi rumah tangga yang sakit,maw...addah, warahmah..amin...amin...amin...alfatihah..." SELAMAT dan SUKSES di TAHUN BARU 1432 H

Ya Allah Engkaulah Segalanya.....Tempat HambaMu meminta.....Dari Segala Kesulitan.....