Tampilkan postingan dengan label nasehat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label nasehat. Tampilkan semua postingan

Dua belas nasehat buat kita

1.Jauhilah olehmu banyak bicara (yg tdk bermanfa'at) dan jagalah lisanmu dari cerewet. sesungguhnya Allah berfirman: ''Tiada kebaikan pada kebanyakan bisikan-bisikan mereka,kecuali bisikan-bisikan dari orang yg menyuruh (manusia)memberi sedekah atau berbuat ma'ruf atau mengadakan perdamaian di antara manusia(An-Nisa:114) ketahuilah bahwa di sana ada orang yg menghisab pembicaraanmu dan menghitung atasmu. Ringkaslah pembicaraanmu,dan bicaralah sebatas maksud dan tujuanmu.

2.Bacalah AL-Quran Al-Kariem dan berusahalah agar ia menjadi wirid harianmu,jg berusahalah utk menghafalkannya sesuai dgn kemampuanmu agar engkau memperoleh pahala yg besar kelak di hari kiamat. Diriwayatkan dari Abdullah bin amir Radhiyallahu Anhu,dari Nabi shallahu'Alaihi wasalam beliau bersabda:''Kelak (di hari kiamat ) akan di katakan kepada pembaca Al-Quran,bacalah,pelan-pelanlah dan tartilah (dalam membacanya )sebagaimana kamu mentartilkannya ketika di dunia, sesungguhnya tempat dan kedudukanmu ada pada akhir ayat yg kamu baca, (Hadist Shahih,Tirmidzi 1329). 

3.Tidak baik jika kamu membicarakan semua pembicaraan yg telah kamu dengar,sebab demikian itu memberi peluang kepadamu utk jatuh dalam lubang kebohongan, Abu Hurairah Radhiyallahu'Anhu meriwayatkan:''sesungguhnya Nabi Muhammad saw bersabda: ''Cukuplah seorang dianggap sebagai pembohong,jika dia membicarakan semua apa yg telah di dengarnya.(Muslim dlm Mukaddimahnya,Hadist ayat 5). 

4.Jauhilah sifat sombong dan bangga diri dgn sesuatu yg bukan milikmu karena utk pamer dan menyombongkan diri di depan umum. Diriwayatkan Dari Aisyah Radhiyallahu'Anhu bahwa ada seorang perempuan yg berkata: ''Wahai Rasulullah,aku katakan bahwa suamiku telah memberiku sesuatu yg tidak pernah di berikan kepadaku,kemudian rasulullah brsabda:''Orang yg merasa kenyang dgn sesuatu yg tdk di berikan kepadanya sebagaimana orang yg memakai pakaian kepalsuan(Muttafaq Alaih). 

5.Sesungguhnya zikir kepada Allah memiliki pengaruh yg Agung bagi kehidupan Ruh,jiwa badan dan sosial muslim.oleh karena itu wahai ukhti muslimah berusahalah berdzikir kepada Allah dlm setiap saat dan keadaan,sesungguhnya Allah telah memuji hamba-hamba-NYA yg ikhlas kepada-NYA,firman-NYA::''yaitu orang-orang yg meninggal (dzikir) Allah sambil berdiri atau duduk atau dlm keadaan berbaring,9Ali_Imran:191).

6.Jika engkau hendak berbicara jgn lah engkau agung-agungkan,jgn engkau fasih-fasihkan dan jgn pula engkau buat-buat sebab yg demikian itu adalah sifat yg di benci oleh Rasulullah. Beliau bersabda:''sesungguhnya orang yg paling Aku benci dan paling jauh tmpat duduknya kelak di hari kiamat ialah mereka yg suka bicara (yg tdk berfaedah)dan yg suka mengada-adakan pembicaraannya dan para Mutafaihiqun (orang yg mengagung-agungkan pembicaraan bohong) (Hadist shahih ,diriwayatkan oleh tarmidzi,1642).

7.Hendaklah engkau berteladan kepada Rasulullah yg senantiasa lebih banyak diam dan berfikir tdk memperbanyak tertawa apalagi berlebih-lebihan di dlmnya. jika kamu berbicara maka batasilah pembicaraanmu hanya yg baik-baik saja,jika kamu tdk bisa maka diam itu lebih baik bagimu,Rasulullah bersabda:''Barang siapa yg beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah ia mengatakan yg baik atau lebih baik diam.(Bukhari).

8.Janganlah sekali-kali memutus sebuah pembicaraan orang lain atau membantahnya atau menampakkan pelecehan terhadapnya,tetapi jadilah pendengar yg baik yg mendengarkan pembicaraan orang lain dgn sopan (sebagai tanda budi baikmu)dan jika engkau trpaksa membantah ucapan mereka bantahlah dgn cara yg lebih baik (utk menampakkan kepribadianmu).

9.Waspadalah sepenuhnya dgn sikap mengejek dan merendahkan dialek pembicaraan orang lain seperti terhadap orang yg kurang lancar bicaranya atau terhadap mereka yg berbicara dgn tersendat sendat............Allah berfirman:''Hai orang-orang yg beriman janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yg lain (karena) boleh jd mereka (yg di olok-olokkan)lebih baik dari mereka yg mengolok-olok dan jgn pula wanita-wanita(mengolok-olok)wanita-wanita lain (karena)boleh jd wanita(yg di olok -olokkan)lebih baik daripada wanita (mengolok-olok),,(Al-Hujurat:11).

10.jika engkau mendengar bacaan Al-Quran Al-karim,maka hentikanlah pembicaraanmu apapun masalah yg sedang engkau bicarakan,karena menghormati terhadap kalamullah. dan utk mengindah perintah-NYA yg mana Allah telah berfirman:''Dan apabila di bacakan Al-Quran maka dengarkanlah baik-baik dan perhatikanlah dgn baik (tenang)agar kamu mendapat Rahmat. (Al-Araf:204).

11.senantiasa menimbang kata-kata (ucapanmu) sebelum di ucapkan oleh lisanmu,dan berusahalah agar kalimat yg terucap oleh lisanmu adalah kalimat yg baik dan menyejukkan tetap dlm kerangka jalan kebaikan,jauh dari keburukan dan sesuatu yg menghantarkan kepada Murka Allah,sesungguhnya kata-kata itu memiliki tanggung jawab yg besar,sdh berapa banyak kata-kata yg memasukan pengucapnya ke dlm syurga.sebaliknya sdh berapa banyak kata-kata yg menenggelamkan pengucapannya ke lembah jahanam. Diriwayatkan dari Abu hurairah Radhiyallahu'Anhu dari Nabi Muhammad bersabda:''sesungguhnya seorang hamba berbicara dgn sebuah pembicaraan yg mengandung Ridho Allah,seakan-akan manusia tdk peduli dgnnyamaka Allah akan mengangkatnya dgnnya beberapa derajat,dan seorang hamba berbicara dgn suatu yg di murkai Allah,seakan-akan manusia tdk peduli dgnnya maka Allah menceburkannya karenanya ke dalam lembah neraka jahanam.(HR.Bukhari:64-78).

12.Pergunakanlah lisanmu utk beramal ma'ruf dan nahyu munkar serta utk berdakwah kepada kebaikan,karena lisan adalah nikmat Allah yg agung yg telah dikaruniakan kepadamu. Allah berfirman:''Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan-bisikan mereka,kecuali bisikan-bisikan dari orang yg menyuruh(manusia)memberi sedekah atau berbuat Ma'ruf atau mengadakan perdamaian di antara manusia,(An-Nisa:114)........



Kirimkan teman lain ingin ikut membaca juga. Terimakasih

NAH INI DIA " WASIAT BUAT PARA SUAMI (PERTEMUAN KE 270)

Rasulullah s.a.w. menyuruh para suami agar berbuat baik kepada isteri dan bersederhana dalam mendidik para isteri, sehingga ke saat kewafatannya pun Baginda masih berwasiat tentang perkara ini. Rasulullah SAW bersabda ““Aku berwasiat kepada kamu supaya menjaga wanita dengan sebaik-baiknya kerana mereka dijadikan daripada tulang rusuk dan sebengkok-bengkok tulang rusuk adalah yang di bahagian teratas. Sekiranya kamu cuba meluruskannya, kamu akan mematahkannya dan sekiranya kamu membiarkannya akan terus bengkok selama-lamanya. Justeru, berpesan-pesanlah kepada wanita (dengan kebaikan).” (Riwayat Syaikhain melalui Abu Hurairah)

Siti Hawa dijadikan dari tulang rusuk bahagian yang paling atas Nabi Adam a.s. Tulang rusuk yang paling atas adalah bahagian yang senang dipatahkan. Begitu jugalah dengan perempuan, seorang suami perlu bersederhana dalam mendidik isteri. Jangan terlalu keras dan jangan terlalu lembut. Janganlah seorang suami terlalu cerewet dengan perkara yang remeh-temeh seperti lauk atau masakan isteri yang kurang masin. Asalkan seorang isteri itu patuh ajaran Islam, meminta izin apabila hendak keluar rumah dan tidak curang kepada suaminya, maka memadailah. Jangan pula langsung tidak menegur atau menasihati isteri apabila mereka tidak mematuhi ajaran Islam.

An-Nisaa [34]….jika mereka taat kepada kamu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkan mereka….

Dalam kehidupan rumah tangga Rasulullah s.a.w, baginda telah meninggalkan contoh teladan kepada kita betapa baginda berbuat baik kepada keluarganya. Dalam sebuah hadis, baginda telah bersabda, yang bermaksud: “Orang yang paling baik di antara kamu adalah yang paling baik dengan keluarganya dan aku adalah yang paling baik terhadap keluargaku.” (Hadis riwayat Tabrani)

Bahkan Baginda turut membantu dalam melakukan kerja-kerja rumah dan selalu membuat sendiri sesuatu kerja seperti menjahit pakaiannya tanpa menyuruh isteri Baginda. Sunnah “layan diri” atau Do IT Yourself (DIY) ini turut diamalkan oleh masyarakat Barat walaupun mereka bukan beragama Islam