Tampilkan postingan dengan label surga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label surga. Tampilkan semua postingan

lanjutan "hati hati dalam melabuhkan cinta ya neng "

MAKA BERHATI-HATILAH ENGKAU DALAM MELABUHKAN CINTA!

Wahai adik-adikku para generasi muda, hati manusia ini lemah, mudah mencintai apapun yang dilihatnya, apalagi pada kalangan orang-orang yang jauh dari ilmu agam yang syar’i, pada orang-orang yang jauh dari mengenal kebenaran yang ada dalam Al-Qur’an dan sunnah yang shahih.

Apalagi sekarang melalui media televisi anak-anak muda telah diarahkan untuk mengidolakan artis, selebritis, dan kehidupan dunia mereka yang gemerlap, dankesuksesan duniawi yang mereka dapatkan dengan cara yang singkat, tentunya menjadi sebuah hal yang mampu menyilaukan hasrat anak-anak muda untuk ingin mendapatkan hal yang sama, terkenal dan kaya raya! Virus ini telah lengkap menyebar ke seluruh kalangan kaum muslimin, hingga kepada generasi muda, dan balita sekalipun, tidak terkecuali dibuatlah program untuk menyentuh kehidupan kaum muslimin dan mengalihkan mereka dari tauladan yang seharusnya mereka tiru, yaitu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala :

“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” (QS Al Ahzab : 21)

Sebagaimana yang dikatakan,” Seandainya cintamu sejati tentu engkau akan menaatinya!” Maka siapakah yang telah mengenal Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan baik, mengetahui keseharian beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, sehingga berusaha untuk menirunya dan mengamalkan apa-apa saja yang telah beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam amalkan.

Apakah di dalam Islam telah kehabisan idola sehingga kaum muslimin mengambil idola-idola lain yang tidak layak untukl dijadikan idola, idola yang mereka sukai itu tidak akan mampu membantu mereka untuk masuk surga Allah Ta’ala, kalau Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, yang merupakan panutan sejati kaum muslimin saja tidak mereka kenal lalu bagaimana akan bisa untuk meniru beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam?

Bukankah telah berlalu kisah lembaran-lembaran emas dari para salafush shalih pendahulu kita? Lembaran-lembaran yang telah banyak menggetarkan hati manusia yang membacanya, atau hati kaum muslimin sudah sedemikian jauh dari cinta kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam?

Berbahagialah bagi mereka yang telah menyerahkan cinta kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, Cinta adalah fitrah manusia yang memiliki derajat dan tingkatan. Puncak cinta tertinggi adalah penghambaan dan ibadah, kepada siapa cinta itu ditujukan, dan bagaimana cinta itu diberikan. Itulah yang akan menentukan kebahagiaan dan kesengsaraan. Berbahagialah mereka yang mencintai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, beserta keluarga dan shahabat beliau, sehingga kita kelak akan dikumpulkan di surga bersama beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam. Walau kita tidak mampu untuk beramal sebagaimana beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam dan tidak mampu juga beramal sebagaimana para shahabat radhiyallah ‘anhum.

Karena seseorang pasti akan meniru orang yang dicintainya, maka janganlah sampai engkau wahai generasi muda Islam salah dalam melabuhkan cintamu, marilah berada dalam satu naungan cinta yang sama, yang insya Allah akan mampu mengantarkan kita kepada telaga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.




Kirimkan teman lain ingin ikut membaca juga. Terimakasih

Sebuah Cerita untuk di direnungkan "Melakukan Amal Ibadah Yang Wajib bukanlah Jaminan Masuk Syurga"

Seorang pemuda, ahli amal ibadah datang ke seorang Sufi. Sang pemuda dengan bangganya mengatakan kalau dirinya sudah melakukan amal ibadah wajib, sunnah, baca Al-Qur’an, berkorban untuk orang lain dan kelak harapan satu satunya adalah masuk surga dengan tumpukan amalnya.

Bahkan sang pemuda tadi malah punya catatan amal baiknya selama ini dalam buku hariannya, dari hari ke hari.

“Saya kira sudah cukup bagus apa yang saya lakukan Tuan…”

“Apa yang sudah anda lakukan?”

“Amal ibadah bekal bagi surga saya nanti…”

“Kapan anda menciptakan amal ibadah, kok anda merasa punya?”

Pemuda itu diam… lalu berkata, “Bukankah semua itu hasil jerih payah saya sesuai dengan perintah dan larangan Allah?”

“Siapa yang menggerakkan jerih payah dan usahamu itu?”

“Saya sendiri…hmmm….”

“Jadi kamu mau masuk surga sendiri dengan amal-amalmu itu?”

“Jelas dong tuan…”

“Saya nggak jamin kamu bisa masuk ke surga. Kalau toh masuk kamu malah akan tersesat disana…”

Pemuda itu terkejut bukan main atas ungkapan Sang Sufi. Pemuda itu antara marah dan diam, ingin sekali menampar muka sang sufi.

“Mana mungkin di surga ada yang tersesat. Jangan-jangan tuan ini ikut aliran sesat…” kata pemuda itu menuding Sang Sufi.

“Kamu benar. Tapi sesat bagi syetan, petunjuk bagi saya….”

“Toloong diperjelas…”

“Begini saja, seluruh amalmu itu seandainya ditolak oleh Allah bagaimana?”

“Lho kenapa?”

“Siapa tahu anda tidak ikhlas dalam menjalankan amal anda?”

“Saya ikhlas kok, sungguh ikhlas. Bahkan setiap keikhlasan saya masih saya ingat semua…”

“Nah, mana mungkin ada orang yang ikhlas, kalau masih mengingat-ingat amal baiknya? Mana mungkin anda ikhlas kalau anda masih mengandalkan amal ibadah anda?

Mana mungkin anda ikhlas kalau anda sudah merasa puas dengan amal anda sekarang ini?”

Pemuda itu duduk lunglai seperti mengalami anti klimaks, pikirannya melayang membayang bagaimana soal tersesat di surga, soal amal yang tidak diterima, soal ikhlas dan tidak ikhlas.



Dalam kondisi setengah frustrasi, Sang sufi menepuk pundaknya.

“Hai anak muda. Jangan kecewa, jangan putus asa. Kamu cukup istighfar saja. Kalau kamu berambisi masuk surga itu baik pula. Tapi, kalau kamu tidak bertemu dengan Sang Tuan Pemilik dan Pencipta surga bagaimana? Kan sama dengan orang masuk rumah orang, lalu anda tidak berjumpa dengan tuan rumah, apakah anda seperti orang linglung atau orang yang bahagia?”

“Saya harus bagaimana tuan…”

“Mulailah menuju Sang Pencipta surga, maka seluruh nikmatnya akan diberikan kepadamu. Amalmu bukan tiket ke surga. Tapi ikhlasmu dalam beramal merupakan wadah bagi ridlo dan rahmat-Nya, yang menarik dirimu masuk ke dalamnya…”

Pemuda itu semakin bengong antara tahu dan tidak.



Kirimkan teman lain ingin ikut membaca juga. Terimakasih

sesuatu yang paling berharga

Mari kita raih sesuatu yang paling berharga dalam hidup dan kehidupan kita kelak yaitu MARDHATILLAH ...kecintaan Allah...ridha Allah...dan saatnya kelak jika kita dipanggilNya Dia menyambut kita dengan seruannya .."yaa ayyatuhannafsul muthmainnah irji'i ila rabbiki radhiatan mardhiyah, fadkhuliy fii ibadii wadkhulii ja...nnatii"...(Hai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhaiNya.Maka masuklah ke dalam jamaah hamba-hambaku. Dan masuklah kedalam syurgaku

ORANG YANG TIDAK MASUK SYURGA

oleh Tausiyah Abi Ridwan AlMahbuby pada 21 Mei 2010 jam 21:41
يحشر أصناف من أمّتي أشتاتا

Ada beberapa golongan dari ummatku yang akan dikumpulkan pada hari kiamat nanti dalam keadaan yg berbeda ,diantaranya
ويبدى صورهم
ditampakkan rupa mereka sesuai dg amaliyahnya ketika didunia
فأمّاالذين على صورة القردة
Adapun mereka yang berwajah kera
فاالقتّات بين النّاس
adalah orang orang ketika didunianya suka mengadu domba diantara manusia
وأمّا الصّمّ البكم
Adapun mereka yang tuli yang bisu
فهم الّذين يعجبون بأعمالهم
Adalah mereka yang ketika didunianya suka ujub membanggakan diri dengan amalnya
والّذين يمضغون ألسنتهم
Adapun orang yang memamah lidahnya
فالعلماء والقصّاص الّذين يخالف قولهم عملهم

GOLONGAN ORANG YANG TIDAK MASUK SYURGA

Drs. Ridwanullah Shiddiq – Al Mahbubiyah
Suatu ketika sahabat Muadz bertanya kepada baginda Rasulullah Saw,
apa kata Muadz………Ya Rasul… didalam alqur’an surat annaba ayat 18. Allah swt berfirman,
يوم ينفخ فى الصّور فتأتون أفواجا
HARI YANG PADA WAKTU DITIUP SANGAKAKALA LALU DATANG MANUSIA DATANG BERKELOMPOK
maksud nya apa ya rasul…….?
Dengan linangan air mata yang bercucuran rasul menjawab
يا معاذ .........لقد سألت عن عظيم
Ya Muadz……….engkau bertanya tentang sesuatu yang besar dan paling penting buat kita

يحشر أصناف من أمّتي أشتاتا
Ada beberapa golongan dari ummatku yang akan dikumpulkan pada hari kiamat nanti dalam keadaan yg berbeda ,diantaranya

Apa yang kamu harapkan...


Suatu ketika Allah berkata.

‘’Pada saat AKU baru menciptakan kamu,engkau hanya utk AKU sendiri’’
‘’Setelah KU-ciptakan Syurga,pergi dari-KU 99%,karena ingin syurga’’
‘’Setelah KU-ciptakan Neraka,pergi lagi 99% dari yg tinggal karena takut neraka’’
‘’Setelah KU-ciptakan Dunia,pergi 99% lagi dari yg sisa,karena ingin Dunia’’
‘’Hanya tinggal sedikit sekali dari Mahluk-KU yg masih tinggal di hadapan-KU’’

‘’AKU bertanya kepada mereka yg tersisa:’’Hai Mahkluk-KU fakir,mengapa kalian masih tinggal di hadapan-KU.?apakah kalian tidak ingin syurga,apakah kalian tidak takut ganasnya Neraka..??apakah kalian tidak ingin Dunia..Mahkluk-Mahkluk yg fakir itu menjawab’’Engkau lah pencipta semua yg ada,milik-MU-lah apa yg tercipta,Maha Berkuasa Engkau atas segala sesuatu,berlakulah segala yg Engkau kehendaki.

Wahai yg Maha Perkasa,tidaklah akan dapat kami miliki apapun jua,berikan kami tolak Mudharat,selain melalui kekuasaan-MU,bagaimana kami akan sanggup menginginkan apa-apa yg nyata-nyata adalah milik-MU,kemudian apalagi yg lebih baik selain tetap berada dihadapan-MU,menjadi sasaran pandangan-MU wahai Engkau yg Maha Mulia.

Cukup Engkau sajalah bagi kami..