Tampilkan postingan dengan label kekurangan wanita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kekurangan wanita. Tampilkan semua postingan

TULISAN INI SEBAGAI GAMBARAN BAGAIMANA WANITA CANTIK SEHARUSNYA MENGGAMBARKAN DIRINYA UNTUK MENJADI SEMPURNA

Sebuah tulisan sebagai gambaran bagaimana wanita cantik seharusnya menggambarkan dirinya…

begitu sempurna… semoga tulisan ini dapat menjadi gambaran bagi diri kita kelak….

Wanita pendamba syurga..

Pesona akhlakmu bagai mutiara yang berkilauan.

Halus tuturmu menggambarkan pribadi yang santun .

Kecantikan hatimu laksana kapas tanpa noda.

Kesejukan aura jiwamu seperti bidadari syurga.

Kau hiasi dirimu dengan bingkaian akhlak islami.

Semakin berwibawa karena auratmu terhijabi.

Saat wanita lain bergelimang kesenangan semu .

Menari-nari di atas lantai dansa Menenggak arak dalam gelas-gelas kristal.

Engkau justru mengurung diri Mentafakuri kehidupan akhirat yang masih ghaib .

Mengembara dalam pencarian jati diri.





Di saat wanita lain asyik memilih busana trendi.

Sibuk memoles tubuh dan wajah.

Berlomba memamerkan aurat mereka.

Engkau justru tampil bersahaja.

Dalam balutan gamis dan kerudung panjang.

Engkau sembunyikan auratmu.

Agar tak terjamah pesona kecantikan itu.

Dari mata-mata lelaki jalang.





Di saat wanita-wanita lain tertawa lepas.

Menikmati euphoria tanpa batas.

Menebar cinta basi pada lelaki .

Engkau justru menangis dalam sujud .

Mendaki taubat dalam bukit tahajud.

Mengemis ampunan pada Penggenggam nyawa..

Menutup lisan dari bicara sia-sia.





Di saat wanita-wanita lain mengidolakan Miyabi, Britney Spears, Celine Dion, Maddona.

Engkau mengidolakan Khadijah, Maryam, Asiyah, Fatimah.

Di saat wanita lain bangga aibnya terbuka.

Puas jika namanya di puja-puja.

Engkau justru mengasingkan diri dari gemerlap dunia.

Merahasiakan kebaikan yang kau lakukan pada sesama.

Karena takut jatuh pada perbuatan riya’.





Di saat wanita-wanita lain menghabiskan waktu di plaza.

Menghamburkan materi dengan sia-sia.

Engkau justru menghabiskan waktumu di mushola .

Menguatkan zikir dan memuja asma-Nya.

Merenda istigfar di atas sajadah cinta.

Di saat wanita-wanita lain hanyut dalam pesona zaman.

Bercengkerama liar dengan segala kemewahan.

Sibuk memuja artis-artis idaman.

Engkau justru sibuk mengkaji ilmu.

Mendakwahkan agama Islam tanpa ragu.

Berjibaku dengan segala kesulitan.

Meneriakkan kalimat jihad militan.





Di saat wanita-wanita lain sibuk menenteng majalah erotis.

Menggumbar gosip sesama secara sadis.

Engkau justru teguh pada Al-Qur’an dan hadis.

Yang kau jadikan pegangan hidup.

Agar iman di dadamu tidak redup.

Wanita pendamba syurga… Agungnya akhlakmu berselimut mutiara.

Pada rahimmu kelak generasi-generasi agama.

Akan Allah amanahkan.




Kirimkan teman lain ingin ikut membaca juga. Terimakasih

HAI WANITA,JADILAH KAMU ,SEPERTI POHON KURMA...

Tidak ada kecantikan bagi seorang wanita, tiada pula keindahan, harga diri dan kedudukan kecuali beriman kepada Allah swt. Apabila dirinya tegak di... atas jalan ini, maka dia lah wanita yang mendapat petunjuk, diterima amalnya dan menjadi wanita pilihan disisi RabbNya. Namun, jika dia melepaskan jalan kebenaran tersebut,kafir terhadap Tuhannya, mengingkari agamanya dan melepaskan tuntutanNya, maka dia lah cermin kepada wanita yang murahan, hina dan terbuang. Pada saat itulah sinar kecantikan seorang wanita mulai menghilang, walau berkalung gugusan bintang di langit, meskipun bermahkota bintang gemini dan matahari terbit di keningnya. Wahai wanita muslimah yang jujur, wahai wanita mu'minah yang selalu kembali kepada Allah. Jadikanlah dirimu itu seperti sepohon kurma. Jauh dari keburukan, menjulang tinggi menghindar dari sifat mengangau. 

Dilempar dengan batu dia menjatuhkan buahnya, tetap hijau pada musim panas mahupun dingin dan memberikan manfaat kepada sekalian manusia. Jadilah engkau orang yang menjauhi perkara-perkara yang rendah, keperibadianmu terjaga dari segala pola hidup yang menipu rasa malu. Ucapanmu adalah zikir, pandanganmu melahirkan ibrah, diammu adalah berfikir. 

Saat itulah engkau mendapatkan ketenangan dan akan diterima oleh penduduk bumi. Tercurah segala pujian yang baik-baik, doa yang jujur dari semua makhluk, dan Allah swt akan menjauhkanmu dari awan kesempitan, bayang-bayang ketakutan, dan gumpalan kekeruhan. Tidurlah berbantalkan curahan doa orang-orang mu'min, lalu bangunlah untuk meraih pujian yang ditujukan kepadamu. Saat itulah engkau mula menyedari bahwa kebahagiaan bukan terdapat pada simpanan harta, kad kredit dan kereta, rumah yang bagaikan istana, mahupun pada kasih nya seorang manusia, namun pada ketaatan terhadap Zat Yang Maha Terpuji. Kedamaian hidup bukan pada hiasan keduniaan, bukan pula mengabdi kepada hamba, namun kepada kepatuhan terhadap Zat Yang Maha Mulia. 

Pesanku, jadilah seorang wanita yang bermarwah, yang punya kedudukan tinggi di sisi Tuhannya. Di mana namanya sentiasa disebut-sebut dalam kalangan para malaikat, dan yang berjaya memperoleh cinta yang Teragung, iaitu cintanya Ya Rabb lantas menjadi wanita yang paling bahagia di dunia.



Kirimkan teman lain ingin ikut membaca juga. Terimakasih

SAHABAT VICKY MENGATAKAN:HORMATILAH WANITA...SESUNGGUHNYA HANYA DIALAH YANG DITITIPKAN RAHIM (PERTEMUAN KE 4)

Ar-Rahim, Yang Maha Penyayang Tanpa Batas, adalah salah satu asma al-husna, sebuah kualitas yang sesungguhnya membuat kita, manusia dan semesta seisinya, mesti bersyukur di setiap tarikan nafas. Mbah Nyut pernah berpikir, mengapa tempat bersemainya benih kehidupan dinamakan rahim pula. Adakah semacam hubungannya? Mbah Nyut lalu memberanikan diri bertanya kepada Syaikhuna.

Beliau menerangkan…

Allah berfirman dalam hadis Qudsi: “Akulah Tuhan dan Aku adalah Yang Maha Pengasih. Aku ciptakan rahim, dan Aku berikan padanya nama yang berasal dari Nama-Ku sendiri (ar-Rahim). Maka, barangsiapa “memutuskan” rahim, niscaya Aku akan memutuskan [dia dari-Ku], dan barang siapa “menyatukan” rahim, Aku akan menyatukan diri-Ku dengannya.”

Pada rahimlah kita saksikan miniatur kekuasaan daya cipta Allah. Allah berfirman dalam hadis Qudsi “Aku adalah perbendaharaan tersembunyi, dan Aku cinta untuk dikenal, maka Kuciptakan dunia agar Aku bisa dikenal.:

“Aku” Ilahiah adalah “ayah”, dan perbendaharaan tersembunyi adalah “ibu”; cinta adalah yang menggerakkan perbendaharaan tersembunyi itu menjadi maujud, yakni “anak.” Rahim, dari sisi jasmani, adalah “wadah” yang melahirkan diri kita sebagai manusia (bashar). Namun, dari sisi spiritual, hakikat kelahiran adalah ketika kita “diri ruhani” kita dilahirkan. Perlambang hakikat keruhanian murni adalah Isa as. Dan Isa lahir dari rahim yang masih suci, Perawan Maryam. Ini adalah misteri besar tentang kelahiran ruhani yang sesungguhnya dialami oleh setiap manusia.

Nafas ar-Rahman adalah tiupan yang abadi; Allah tidak sekali saja meniup lantas berhenti, sebab tiupannya adalah tiupan abadi. Tiupan ar-Rahman terus berlangsung tanpa akhir, karena Allah Maha Kekal dan aktivitasnya adalah Abadi – Allah senantiasa dalam kesibukan (S. ar-Rahman). Artinya, kita senantiasa “dibuahi” oleh Ruh Ilahi. Pada tiap momen sesungguhnya kita punya kemungkinan untuk menjadi manusia yang sesungguhnya, insan al-kamil. Setiap saat kita mempunyai kesempatan untuk menjadi “Ibu” – yakni yang melahirkan entitas-entitas permanen yang tersimpan dalam a’yan al-tsabithah, dalam Perbendaharaan Tersembunyi,” yakni saat kita menerima gelombang wahyu. Manusia diciptakan untuk melahirkan realisasi spirtual dan ini tergantung kepada kualitas penerimaan yang ada dalam diri kita. “Adam” diciptakan lengkap dengan semua kualitas. Adam adalah ayah sekaligus ibu; Adam “melahirkan” hawa, dan menjadi ayah yang membuahi “hawa” untuk melahirkan anak-anak.

Karenanya, perkawinan adalah perjanjian ikatan suci, karena ia diikat dengan kalimat syahadat. Ini berarti bahwa dalam ikatan perkawinan, manusia diharapkan menyatukan seluruh kualitas diri yang terpecah, agar siap menerima gelombang Wahyu yang abadi, dan, dalam analisis terakhir, kembali kepada persatuannya dengan Yang Ilahi. Ketika Adam terjatuh dari surga, tercerabut dari Keindahan Ilahi, Adam kehilangan ketentramannya. Adam mencari hakikat dirinya. Allah Yang Maha Pengasih lantas menyingkapkan Jamal-Nya (Keindahan-Nya) secara spesifik ke dalam lokus manifestasi yang tiada lain adalah Hawa, sang perempuan. Karenanya, Adam menemukan apa-apa yang dicarinya dalam diri Hawa. Tetapi Adam dan Hawa tak cukup hanya saling memandang untuk kembali ke hakikat dirinya. Mereka harus bersatu; dan pernikahan adalah lambang dari persatuan ini. Kesatuan dan Pertemuan (wushul) dimaksudkan agar keseluruhan mencapai bagian dan vice versa. Pernikahan ini adalah ibadah yang tinggi. setiap tindakan ibadah memiliki kelezatan atau kenikmatan, dan setiap kenikmatan itu adalah tanda-tanda dari kenikmatan surgawi. Jadi jelas, kenikmatan “pertemuan” lebih besar ketimbang kenikmatan “melihat.” Dalam bahasa awam, kenikmatan bersetubuh lebih besar ketimbang kenikmatan melihat persetubuhan. Jadinya, hubungan seksual yang suci dalam ikatan pernikahan yang sah adalah perlambang fana. Kini jelas, pernikahan adalah menyatukan kembali kualitas rahim yang melekat dalam diri setiap manusia, baik pria dan wanita.

Jadi, agar kita lahir sebagai manusia ruhani, sebagai insan kamil, kita harus menghormati kesucian rahim, sebab hanya rahim yang suci sajalah yang melahirkan manusa ruhani yang paripurna, yang dilambangkan oleh Maryam yang melahirkan Isa as. Tetapi Allah Maha Bijaksana dan Maha Tahu, bahwa tak setiap manusia punya kapasitas untuk menjadi sesuci Maryam. Karena itulah diturunkan aturan pernikahan dan adab dalam menjaga aurat bagi perempuan dan lelaki. Setiap lelaki dan perempuan yang mengikuti aturan Ilahi, khususnya dalam menjaga kehormatan rahim, ia akan dinilai setara dengan kualitas Maryam.

Tak heran, Rasulullah, Sahabat dan para Wali Allah begitu menghormati perempuan, mengingat peran agung yang dimainkan oleh kaum hawa ini. Rasulullah bersabda “Orang yang terbaik di antara kalian adalah yang bersikap paling baik terhadap istrinya, dan akulah yang terbaik dalam bersikap terhadap istri.” Tak satupun para Kekasih Allah yang akan berani menyakiti istrinya, sebab saksi ikatan pernikahan mereka adalah Allah dan Rasul-Nya, karena kita membaca kalimat syahadah dalam ijab kabul.

Barang siapa yang tak menghormati rahim, ia tak akan sampai (wushul) kepada Allah – zina, perselingkuhan, pengkhianatan janji suci pernikahan, adalah tindakan yang menodai kesucian “rahim”: dan tak heran, zina, adalah seburuk-buruk jalan, karena membawa kita terlempar dari naungan ar-Rahim dan terputus dari Rahmat-Nya. Barang siapa mengaku mencintai Allah dan Rasul-Nya, ia harus membuktikannya dengan menghormati lokus tajalli Kerahiman-Nya. Seorang yang mencintai Allah, semestinya tunduk kepada semua perintah Allah lantaran cintanya kepada Allah, dan hamba mesti merawat cintanya ini sampai tiba waktunya untuk dipanggil bertemu dengan Kekasih…

ADA SATU TUH KEKURANGAN WANITA................MAU TAU.........? (PERTEMUAN KE 200)

Ketika Tuhan menciptakan wanita, Dia lembur pada hari ke-6. Malaikat datang dan bertanya, ”Mengapa begitu lama Tuhan?” Tuhan menjawab, “Sudah kah engkau liat semua detail yang Aku buat untuk menciptakan mereka? 2 tangan ini harus bisa dibersihkan, tetapi bahannya bukan dari plastik. Setidaknya terdiri dari 200 bagian, yang bisa digerakkan dan berfungsi baik untuk segala jenis makanan. Mampu menjaga banyak anak saat bersamaan, punya pelukan yang dapat menyembuhkan sakit hati dan keterpurukan dan semua dilakukannya dengan 2 tangan ini.”

Malaikat itu Takjub. ” Hanya dengan 2 tangan..?! Tidak mungkin!!” Tuhan menjawab, “Oh…Tidak!! Aku akan menyelesaikan ciptaan hari ini, karena ini adalah ciptaan favoritKu. Ya…dia juga akan mampu menyembuhkan dirinya sendiri dan bisa bekerja selama 18 jam sehari.”

Malaikat mendekat dan mengamati bentuk wanita ciptaan Tuhan itu. “Tapi Engkau membuatnya begitu lembut Tuhan?” “Yah… Aku membuatnya begitu lembut, tapi engkau belum bisa bayangkan kekuatan yang Aku berikan agar mereka dapat mengatasi banyak hal yang luar biasa.”