Rumahtangga bahagia? wah siapa yang tak kepingin? Ini sebuah kisahperjalanan rumah tangga seorang istri yang mencintainya suaminyasemata-mata karena cintanya kepada Allah
Hari itu merupakan hari bahagiaku, alhamdulillah. Aku telahmenyempurnakan separo dienku: menikah. Aku benar-benar bahagia sehinggatak lupa setiap sepertiga malam terakhir aku mengucap puji syukurkepada-Nya.
Hari demi hari pun aku lalui dengan kebahagiaan bersama istritercintaku. Aku tidak menyangka, begitu sayangnya Allah Subhanahu waTa'ala kepadaku dengan memberikan seorang pendamping yang setiap waktuselalu mengingatkanku ketika aku lalai kepada-Nya. Wajahnya yangtertutup cadar, menambah hatiku tenang.
Yang lebih bersyukur lagi, hatiku terasa tenteram ketika harusmeninggalkan istri untuk bekerja. Saat pergi dan pulang kerja, senyumanindahnya selalu menyambutku sebelum aku berucap salam. Bahkan, sampaisaat ini aku belum bisa mendahului ucapan salamnya karena selaluterdahului olehnya. Subhanallah.
Wida, begitulah nama istri shalihahku. Usianya lebih tua dua tahun dariaku. Sekalipun usianya lebih tua, dia belum pernah berkata lebih kerasdaripada perkataanku. Setiap yang aku perintahkan, selalu diturutidengan senyuman indahnya.