HAI WANITA,JADILAH KAMU ,SEPERTI POHON KURMA....

Tidak ada kecantikan bagi seorang wanita, tiada pula keindahan, harga diri dan kedudukan kecuali beriman kepada Allah swt. Apabila dirinya tegak di... atas jalan ini, maka dia lah wanita yang mendapat petunjuk, diterima amalnya dan menjadi wanita pilihan disisi RabbNya. Namun, jika dia melepaskan jalan kebenaran tersebut,kafir terhadap Tuhannya, mengingkari agamanya dan melepaskan tuntutanNya, maka dia lah cermin kepada wanita yang murahan, hina dan terbuang. Pada saat itulah sinar kecantikan seorang wanita mulai menghilang, walau berkalung gugusan bintang di langit, meskipun bermahkota bintang gemini dan matahari terbit di keningnya. Wahai wanita muslimah yang jujur, wahai wanita mu'minah yang selalu kembali kepada Allah. Jadikanlah dirimu itu seperti sepohon kurma. Jauh dari keburukan, menjulang tinggi menghindar dari sifat mengangau. Dilempar dengan batu dia menjatuhkan buahnya, tetap hijau pada musim panas mahupun dingin dan memberikan manfaat kepada sekalian manusia. Jadilah engkau orang yang menjauhi perkara-perkara yang rendah, keperibadianmu terjaga dari segala pola hidup yang menipu rasa malu. Ucapanmu adalah zikir, pandanganmu melahirkan ibrah, diammu adalah berfikir. Saat itulah engkau mendapatkan ketenangan dan akan diterima oleh penduduk bumi. Tercurah segala pujian yang baik-baik, doa yang jujur dari semua makhluk, dan Allah swt akan menjauhkanmu dari awan kesempitan, bayang-bayang ketakutan, dan gumpalan kekeruhan. Tidurlah berbantalkan curahan doa orang-orang mu'min, lalu bangunlah untuk meraih pujian yang ditujukan kepadamu. Saat itulah engkau mula menyedari bahawa kebahagiaan bukan terdapat pada simpanan harta, kad kredit dan kereta, rumah yang bagaikan istana, mahupun pada kasih nya seorang manusia, namun pada ketaatan terhadap Zat Yang Maha Terpuji. Kedamaian hidup bukan pada hiasan keduniaan, bukan pula mengabdi kepada hamba, namun kepada kepatuhan terhadap Zat Yang Maha Mulia. Pesanku, jadilah seorang wanita yang bermarwah, yang punya kedudukan tinggi di sisi Tuhannya. Di mana namanya sentiasa disebut-sebut dalam kalangan para malaikat, dan yang berjaya memperoleh cinta yang Teragung, iaitu cintanya Ya Rabb lantas menjadi wanita yang paling bahagia di dunia.



Kirimkan teman lain ingin ikut membaca juga. Terimakasih

JARANG YANG NYADAR BAHWA DATANGNYA MUSIBAH KARNA BANYAKNYA MAKSIYAT...

Musibah Datang Karena Maksiat Allah Ta’ala berfirman,
وَمَا أَصَابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ
“Dan apa saja musibah yang menimpa kamu adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri (dosa-dosamu), dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).” (QS. Asy Syuraa: 30) Ibnu Qoyyim Al Jauziyah rahimahullah mengatakan, “Di antara akibat dari berbuat dosa adalah menghilangkan nikmat dan akibat dosa adalah mendatangkan bencana (musibah). Oleh karena itu, hilangnya suatu nikmat dari seorang hamba adalah karena dosa. Begitu pula datangnya berbagai musibah juga disebabkan oleh dosa.” (Al Jawabul Kaafi, hal. 87) Dari sini, maka sudah sepatutnya direnungkan, boleh jadi hujan abu yang menimpa kita sehingga menyulitkan berbagai aktivitas yang ada sebenarnya karena dosa-dosa kita sendiri. Cobalah lihat bagaimana di masyarakat kita masih mempertahankan tradisi atau ritual yang berbau syirik, sukanya memakai jimat-jimat sebagai penglaris, kuburan begitu diagungkan dan dipuja, dan sebagainya. Begitu pula banyak ritual mengatasnamakan namun tidak pernah diajarkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tersebar luas di tengah masyarakat dan terus dipertahankan. Belum lagi betapa sering sebagian orang meninggalkan shalat lima waktu yang wajib. Begitu pula zina dan berpakaian yang buka-bukaan aurat sudah dianggap biasa di tengah-tengah masyarakat kita. Inilah barangkali sebab datangnya musibah demi musibah yang menimpa negeri kita, berupa gempa bumi, tsunami, letusan gunung berapi, dan yang lainnya. Sudah seharusnya kita instrospeksi diri akan hal ini dan bersegara bertaubat pada Allah. ‘Ali bin Abi Tholib radhiyallahu ‘anhu mengatakan, “Tidaklah musibah tersebut turun melainkan karena dosa. Oleh karena itu, tidaklah bisa musibah tersebut hilang melainkan dengan taubat.” (Al Jawabul Kaafi, hal. 87)




Kirimkan teman lain ingin ikut membaca juga. Terimakasih

Sebuah Cerita untuk di direnungkan "Melakukan Amal Ibadah Yang Wajib bukanlah Jaminan Masuk Syurga"

Seorang pemuda, ahli amal ibadah datang ke seorang Sufi. Sang pemuda dengan bangganya mengatakan kalau dirinya sudah melakukan amal ibadah wajib, sunnah, baca Al-Qur’an, berkorban untuk orang lain dan kelak harapan satu satunya adalah masuk surga dengan tumpukan amalnya.

Bahkan sang pemuda tadi malah punya catatan amal baiknya selama ini dalam buku hariannya, dari hari ke hari.

“Saya kira sudah cukup bagus apa yang saya lakukan Tuan…”

“Apa yang sudah anda lakukan?”

“Amal ibadah bekal bagi surga saya nanti…”

“Kapan anda menciptakan amal ibadah, kok anda merasa punya?”

Pemuda itu diam… lalu berkata, “Bukankah semua itu hasil jerih payah saya sesuai dengan perintah dan larangan Allah?”

“Siapa yang menggerakkan jerih payah dan usahamu itu?”

“Saya sendiri…hmmm….”

“Jadi kamu mau masuk surga sendiri dengan amal-amalmu itu?”

“Jelas dong tuan…”

“Saya nggak jamin kamu bisa masuk ke surga. Kalau toh masuk kamu malah akan tersesat disana…”

Pemuda itu terkejut bukan main atas ungkapan Sang Sufi. Pemuda itu antara marah dan diam, ingin sekali menampar muka sang sufi.

“Mana mungkin di surga ada yang tersesat. Jangan-jangan tuan ini ikut aliran sesat…” kata pemuda itu menuding Sang Sufi.

“Kamu benar. Tapi sesat bagi syetan, petunjuk bagi saya….”

“Toloong diperjelas…”

“Begini saja, seluruh amalmu itu seandainya ditolak oleh Allah bagaimana?”

“Lho kenapa?”

“Siapa tahu anda tidak ikhlas dalam menjalankan amal anda?”

“Saya ikhlas kok, sungguh ikhlas. Bahkan setiap keikhlasan saya masih saya ingat semua…”

“Nah, mana mungkin ada orang yang ikhlas, kalau masih mengingat-ingat amal baiknya? Mana mungkin anda ikhlas kalau anda masih mengandalkan amal ibadah anda?

Mana mungkin anda ikhlas kalau anda sudah merasa puas dengan amal anda sekarang ini?”

Pemuda itu duduk lunglai seperti mengalami anti klimaks, pikirannya melayang membayang bagaimana soal tersesat di surga, soal amal yang tidak diterima, soal ikhlas dan tidak ikhlas.



Dalam kondisi setengah frustrasi, Sang sufi menepuk pundaknya.

“Hai anak muda. Jangan kecewa, jangan putus asa. Kamu cukup istighfar saja. Kalau kamu berambisi masuk surga itu baik pula. Tapi, kalau kamu tidak bertemu dengan Sang Tuan Pemilik dan Pencipta surga bagaimana? Kan sama dengan orang masuk rumah orang, lalu anda tidak berjumpa dengan tuan rumah, apakah anda seperti orang linglung atau orang yang bahagia?”

“Saya harus bagaimana tuan…”

“Mulailah menuju Sang Pencipta surga, maka seluruh nikmatnya akan diberikan kepadamu. Amalmu bukan tiket ke surga. Tapi ikhlasmu dalam beramal merupakan wadah bagi ridlo dan rahmat-Nya, yang menarik dirimu masuk ke dalamnya…”

Pemuda itu semakin bengong antara tahu dan tidak.



Kirimkan teman lain ingin ikut membaca juga. Terimakasih

KETIKA SUAMIMU MENIKAHKANMU APAKAH KAMU DI MAHAR DENGAN ALQUR'AN?

Pada jaman Rasulullah S.a.w proses pernikahan yang terjadi terkesan begitu mudah dan sederhana tanpa harus menunggu kemapanan dunia terlebih dahulu. Salah satu contohnya adalah ketika suatu saat Rasulullah S.a.w sedang duduk-duduk bersama para sahabatnya, datanglah seorang wanita menghadap beliau lalu berkata. "Wahai Rasulullah, sesungguhnya kedatangan saya ini tidak lain adalah untuk menghibahkan diriku kepadamu". Maka Rasulullah pun memperhatikan wanita itu dengan seksama. Kemudian beliau hanya mengangguk-anggukkan kepala saja tanpa berkomentar. Melihat hal itu wanita tersebut paham bahwa Rasulullah belum menghendaki dirinya. Wanita itu lalu duduk. Tak berapa lama kemudian bangkitlah salah seorang sahabat Rasulullah dan berkata : " Ya Rasulullah, jika engkau tak menginginkannya maka nikahkanlah ia denganku saja." Rasulullah bertanya kepada lelaki tersebut, "Apakah engkau mempunyai sesuatu (untuk mahar)?" Ia menjawab, "Demi Allah saya tidak memiliki apa-apa ya Rasulullah." "Pergi dan temuilah keluargamu, barangkali kamu mendapatkan sesuatu disana." Pinta beliau. Lelaki itupun mengikuti saran Rasulullah S.a.w. Tak berapa lama kemudian ia kembali lagi lalu berkata, "Demi Allah saya tidak mendapati sesuatupun disana". Rasulullah S.a.w bersabda :"Lihatlah kembali, walau hanya sekedar cincin besi." Iapun pulang, lalu kembali menemui Rasulullahþ, seraya berkata, "Demi Allah wahai Rasulullah, saya tidak mendapati apa-apa disana walau sekedar cincin besi sekalipun. Tetapi ini saya mempunyai kain sarung." Lelaki itu bermaksud membagi kain sarung yang dipakainya menjadi dua bagian, separuh untuknya, sisanya untuk mahar. 

TULISAN INI SEBAGAI GAMBARAN BAGAIMANA WANITA CANTIK SEHARUSNYA MENGGAMBARKAN DIRINYA UNTUK MENJADI SEMPURNA

Sebuah tulisan sebagai gambaran bagaimana wanita cantik seharusnya menggambarkan dirinya…

begitu sempurna… semoga tulisan ini dapat menjadi gambaran bagi diri kita kelak….

Wanita pendamba syurga..

Pesona akhlakmu bagai mutiara yang berkilauan.

Halus tuturmu menggambarkan pribadi yang santun .

Kecantikan hatimu laksana kapas tanpa noda.

Kesejukan aura jiwamu seperti bidadari syurga.

Kau hiasi dirimu dengan bingkaian akhlak islami.

Semakin berwibawa karena auratmu terhijabi.

Saat wanita lain bergelimang kesenangan semu .

Menari-nari di atas lantai dansa Menenggak arak dalam gelas-gelas kristal.

Engkau justru mengurung diri Mentafakuri kehidupan akhirat yang masih ghaib .

Mengembara dalam pencarian jati diri.





Di saat wanita lain asyik memilih busana trendi.

Sibuk memoles tubuh dan wajah.

Berlomba memamerkan aurat mereka.

Engkau justru tampil bersahaja.

Dalam balutan gamis dan kerudung panjang.

Engkau sembunyikan auratmu.

Agar tak terjamah pesona kecantikan itu.

Dari mata-mata lelaki jalang.





Di saat wanita-wanita lain tertawa lepas.

Menikmati euphoria tanpa batas.

Menebar cinta basi pada lelaki .

Engkau justru menangis dalam sujud .

Mendaki taubat dalam bukit tahajud.

Mengemis ampunan pada Penggenggam nyawa..

Menutup lisan dari bicara sia-sia.





Di saat wanita-wanita lain mengidolakan Miyabi, Britney Spears, Celine Dion, Maddona.

Engkau mengidolakan Khadijah, Maryam, Asiyah, Fatimah.

Di saat wanita lain bangga aibnya terbuka.

Puas jika namanya di puja-puja.

Engkau justru mengasingkan diri dari gemerlap dunia.

Merahasiakan kebaikan yang kau lakukan pada sesama.

Karena takut jatuh pada perbuatan riya’.





Di saat wanita-wanita lain menghabiskan waktu di plaza.

Menghamburkan materi dengan sia-sia.

Engkau justru menghabiskan waktumu di mushola .

Menguatkan zikir dan memuja asma-Nya.

Merenda istigfar di atas sajadah cinta.

Di saat wanita-wanita lain hanyut dalam pesona zaman.

Bercengkerama liar dengan segala kemewahan.

Sibuk memuja artis-artis idaman.

Engkau justru sibuk mengkaji ilmu.

Mendakwahkan agama Islam tanpa ragu.

Berjibaku dengan segala kesulitan.

Meneriakkan kalimat jihad militan.





Di saat wanita-wanita lain sibuk menenteng majalah erotis.

Menggumbar gosip sesama secara sadis.

Engkau justru teguh pada Al-Qur’an dan hadis.

Yang kau jadikan pegangan hidup.

Agar iman di dadamu tidak redup.

Wanita pendamba syurga… Agungnya akhlakmu berselimut mutiara.

Pada rahimmu kelak generasi-generasi agama.

Akan Allah amanahkan.




Kirimkan teman lain ingin ikut membaca juga. Terimakasih

Apa yang kamu harapkan....

Suatu ketika Allah berkata.


‘’Pada saat AKU baru menciptakan kamu,engkau hanya utk AKU sendiri’’

‘’Setelah KU-ciptakan Syurga,pergi dari-KU 99%,karena ingin syurga’’

‘’Setelah KU-ciptakan Neraka,pergi lagi 99% dari yg tinggal karena takut neraka’’

‘’Setelah KU-ciptakan Dunia,pergi 99% lagi dari yg sisa,karena ingin Dunia’’

‘’Hanya tinggal sedikit sekali dari Mahluk-KU yg masih tinggal di hadapan-KU’’



‘’AKU bertanya kepada mereka yg tersisa:’’Hai Mahkluk-KU fakir,mengapa kalian masih tinggal di hadapan-KU.?apakah kalian tidak ingin syurga,apakah kalian tidak takut ganasnya Neraka..??apakah kalian tidak ingin Dunia..Mahkluk-Mahkluk yg fakir itu menjawab’’Engkau lah pencipta semua yg ada,milik-MU-lah apa yg tercipta,Maha Berkuasa Engkau atas segala sesuatu,berlakulah segala yg Engkau kehendaki.

Wahai yg Maha Perkasa,tidaklah akan dapat kami miliki apapun jua,berikan kami tolak Mudharat,selain melalui kekuasaan-MU,bagaimana kami akan sanggup menginginkan apa-apa yg nyata-nyata adalah milik-MU,kemudian apalagi yg lebih baik selain tetap berada dihadapan-MU,menjadi sasaran pandangan-MU wahai Engkau yg Maha Mulia.



Cukup Engkau sajalah bagi kami..



Ya Robbi.



Suatu hari aku berjumpa seorang sufi di tengah perjalananku..



‘’semoga Allah merahmatimu,aku brtanya tentang suatu persoalan..’’tanyaku padanya.



‘’silahkan,hari-hari telah berlalu,nafas terhitung dan terbatas,sedangkan Allah terus melihat dan mendengar..’’katanya.



‘’Apakah pangkal ketaqwaan itu..??’’tanyaku



‘’Sabar’’jawabnya



‘’Lalu pangkal kesabaran.?.’’Tawakal kepada Allah’’



‘’Pangkal Tawakal.?..Memutuskan diri hanya kepada Allah,’’



‘’Pangkal memutuskan diri kepada Allah.?..’’Menyendiri bersama Allah’’



‘’Menyendiri bersama Allah itu pangkalnya Apa.?’’Tajrid (mengosongkan diri)selain Allah.’’



‘’Apakah sesuatu paling lezat.?’’tanyaku lagi..Mesra dgn suka cita pada Dzikrullah,’’jawabnya..



‘’kemudian apa yg membuat hati sangat lapar.??.Pisah dgn Allah..



‘’Apakah yg menjadi himmah (cita-cita)orang yg ma’rifat pada Allah.?’’Bertemu Allah’’



‘’Apa tanda-tanda menjadi pecinta Allah itu.??



‘’Meneguhkan rahasia bahtin dgn Allah.’’



‘’Apakah suka cita dgn Allah itu.?



‘’Meneguhkan Rahasia bahtin dgn Allah.’’



‘’Apakah pangkal dari pasrah itu.?



‘’Taslim terhadap perintah-perintah Allah.’’



‘’Lalu pangkal dari Taslim (pasrah total).?



‘’Mengingat bahwa permohonan hanya kepada Allah..’’



‘’Apakah kegembiraan paling agung.?



‘’Husnudzon kepada Allah’’



‘’Siapa manusia paling besar.?



‘’Adalah manusia yg merasa hatinya cukup dgn Allah’’



‘’Siapa manusia yg paling kuat,?



‘’orang yg meraih kekuatan pada Allah’’



‘’Siapa yg disebut orang bangkrut.?



‘’orang yg Ridho kepada selain Allah’’



‘’Apakah harga diri itu.?



‘’Melihat Dunia bersama Allah’’



‘’Kapan seorang hamba jauh dari Allah.?



‘’Ketika ia terhijab (tertirai)dari Allah.’’



‘’Kapan seseorang itu terhijab.?



‘’Manakala hatinya berhasrat kepada selain Allah’’



‘’Siapakah orang Alpa itu.?



‘’Yaitu orang yg menghabiskan usianya bukan utk ta’at kepada Allah’’



‘’Apakah Zuhud di dunia itu,?



‘’Meninggalkan kesibukan selain Allah yg menghambat bersama dgn Allah’’



‘’Siapa yg di sebut orang yg menghadap Allah.?



‘’Ya,orang yg menghadapkan segenap jiwanya pada Allah.’’



‘’Lalu siapa yg menyingkir dari Allah.?



‘’Ya ,orang yg menyingkirkan hatinya dari Allah’’



‘’Apakah Qulbun Salim itu.?



‘’Hati yg kosong selain Allah’’



‘’Ceritakan padaku darimana engkau makan.?



‘’Dari kekayaan Allah’’



‘’Apa yg sesungguhnya engkau inginkan.?



‘’Yang di tetapkan Allah padaku..’’



‘’kalau begitu beri aku wasiat.?



‘’Ta’atlah kepada Allah,Ridholah kepada ketentuan Allah dari bersukacitalah dgn Dzikrullah,maka kalian akan menjadi pilihan Allah’’



Kirimkan teman lain ingin ikut membaca juga. Terimakasih

Mencintai seseorang karna Allah..............subhanallah...

Cinta itu adalah ketika timbul perasaan aneh di sekujur tubuhmu baik ketika kau melihatnya,mendengarnya,ataupun ketika kau merasakan kehadirannya di dekatnya,adakalanya kau selalu ingin dekat dengannya,namun yakinlah,bahwa jarak yg jauh terkadang justru mampu mendekatkan hati kalian,dan jg sebaliknya kedekatan tanpa ikatan pernikahan seringkali merenggangkan hati kalian.

Cinta itu tumbuh secara tak terduga,terkadang kau berpikir bahwa kau LEBIH BAIK mencintai orang tersebut,namun ketika HATImu menolaknya kau tak akan mampu berbuat apa-apa,biarlah perlahan-lahan hatimu,bersama dgn masa yg akan menghapusnya dari pikiranmu.

Namun ketika HATImu membenarkan kau justru akan dibuat kebingungan karenanya,kau justru akan berpikir sebelum kau benar-benar yakin bahwa dialah cintamu yg sebenarnya.



''CINTA KARENA ALLAH''



Adalah ketika kau mengerti,tak hanya kelebihan dari orang itu yg kau lihat,namun jg MEMAHAMI dan MENERIMA kekurangan –kekurangan yg dimilikinya,sungguhpun kau baru boleh mengatakan bahwa.

setelah kau benar-benar mengenalnya dgn sebenar-benarnya,yaitu baik dan buruknya.



''CINTA KARENA ALLAH''



Itu tidak pernah sebatas pada penampilan dan kecantikan,adakalanya kau akan lebih mencintai sebongkah arang hitam daripada sebutir intan yg berkilauan,karena sesungguhnya kau sadar bahwa kau membutuhkansebuah kehangatan yg mampu mengusir rasa dingin dari jiwamu,lebih daripada sekedar keindahan yg ternyata membuatmu beku kedinginan.



''CINTA KARENA ALLAH''



Itu tidak akan tumbuh dari kecantikaan seseorang,namun KECANTIKAAN seseorang justru akan tampak ketika kau mencintainya,adalah bagaimana kau bisa Rupa,harta,ataupun Nasabnya,karena inilah kau bisa menepis kefakiran,kehinaan;ketidak bahagiaan,dan kemudian mengantinya dgn kemulian yg di ridhoi oleh Allah SWT.



''CINTA KARENA ALLAH''



Akan membuatmu merasa tidak perlu memiliki meskipun dalam hatimu kau sangat ingin,adalah bagaimana kau bisa ikhlas ketika dia ternyata lebih mencintai orang lain dan bahkan kau pun bisa berdoa agar mereka bisa berbahagia.



''CINTA KARENA ALLAH''



Tidak akan menggiringmu pada jurang kemaksiatan,ketika kau melihat dia dan mencintainya,hal itu akan membuatmu semakin berbedah diri,kau menjadi mampu melihat kekurangan-kekurangan dirimu utk kemudian memperbaikinya.



''CINTA KARENA ALLAH''



Tidak akan membuatmu berpikir sempit,justru kau akan berpikir lebih jauh ke depan,lebih matang,lebih dewasa,dan ke arah yg lebih

serius,...!!!kau tidak akan berpikir dan membayangkan apabila kalian sdh pacaran,namun kau sdh berpikir ke arah pernikahan,karena kau sadar bahwa ia jauh lebih kokoh,suci,berarti dan bermakna di hadapan Allah daripada sekedar pacaran.



''CINTA KARENA ALLAH''



Terkadang tak tumbuh dgn sendirinya,kita seperti layaknya diberi biji utk di tanam,lalu ia tergantung pada bagaimana kita merawatnya,jika kita baik maka baik pula lah perasaan itu,dan jg sebaliknya,terkadang pula bisa jadi ia tumbuh dgn sendirinya,ada saat dimana kau terkadang ingin membunuh saja perasaan tersebut namun entah mengapa kau tak berdaya,karena sebenarnya bukanlah kita yg menumbuhkan perasaan cinta tersebut,namun Rabb yg maha Pengasih dan maha penyayang lah yg berkehendak atas segala perasaan itu.



''CINTA KARENA ALLAH''



Bukanlah tentang bagaimana kalian saling memandang,namun bagaimana tentang kalian melihat kearah yg sama,dan berjalan kearah yg sama,kalian sadar bahwa kalian tdk akan mampu menghadapi perjalanan tersebut sendirian melainkan kau butuh seseorang utk berjalan di sisimu yg saling membantu saling meringankan,dan saling mengarahkan dlm perjalanan menggapai Ridho-NYA.



''CINTA KARENA ALLAH''



Tidaklah selalu membutuhkan beragam kesamaan diantara kalian,namun yg terpenting adalah kesamaan prinsip dan tujuan,yaitu menggapai Ridho Allah SWT,dalam dirimu kaupun ingin agar kau merasa layak utk mencintai dan di cintai olehnya.




Kirimkan teman lain ingin ikut membaca juga. Terimakasih

Jiwa kita akan bersama dengan orang yang kita cintai

Alkisah di negeri Arab ada seorang janda miskin yang mempunyai anak. Karena anaknya menangis kelaparan, janda itu terpaksa harus keluar rumah untuk mencari uang.


Di depan sebuah masjid, dia bertemu seorang muslim dan meminta bantuannya, “Anakku yatim dan kelaparan, aku minta pertolonganmu” kata janda itu menghiba.“Mana buktinya?” tanya lelaki muslim itu.Janda itu tidak dapat membuktikan karena dia sendiri orang asing di tempat itu. Akhirnya lelaki itu tidak menolongnya.


Setelah itu, janda miskin itu bertemu dnegna orang Majusi. Dia pun meminta bantuannya. Orang Majusi itu mengajak ke rumahnya, memuliakannya dan memberinya uang dan pakaian.



Pada malam harinya, lelaki muslim yang menolak menolong itu bermimpi berjumpa dengan Rasulullah. Semua orang mendatangi Nabi dan beliau menyambut mereka dnegan baik. Ketika tiba giliran lelaki itu menghadap Rasulullah, beliau mengusirnya dan menyuruhnya pergi. Lelaki itu berteriak, “Ya Rasulullah, aku ini umatmu yang mencintaimu juga”Rasulullah bertanya, “Mana buktinya?”


Lelaki itu tersadar, Rasulullah menyindirnya karena dia telah meminta bukti saat dimintai pertolongan. Dia menangis, Rasulullah lalu menunjukkan sebuah taman indah dan hunian indah di surga.“Lihat ini,” tutur Rasulullah. “Seharusnya semua ini kuberikan kepada mu. Tetapi karena kau tidak menolong janda dan anak yatim itu, kuberikan semua ini pada seorang Majusi”

TIDAK AKAN ADA SELESAINYA

Hari ini bisa jadi dirimu sedang berada di atas.

Dirimu akan selalu berusaha agar selalu di atas.

Namun Tuhan sangatlah adil,

hingga takdir mengharuskan dirimu kembali kebawah.



Ketika di bawah, dirimu kembali berusaha sekuat tenaga dan upaya agar dapat kembali ke atas.

Berharap dan berjuang hingga tetes darah penghabisan agar dirimu dapat kembali ke atas.

Hingga suatu saat, dirimu harus menempuh guratan takdir hingga dirimu berada di atas kembali.

Mempertahankan lagi, jatuh lagi, berusaha lagi, di atas lagi dan jatuh lagi …..



Bisa jadi saat ini dirimu menginginkan sesuatu

dirimu berusaha untuk meraih impianmu itu

Sesungguhnya Tuhan mu mengetahui apa yang terbaik bagi mu.

Namun dirimu tetap menginginkan impian mu itu ,

walaupun mungkin menurut Tuhan itu bukanlah yg terbaik bagi mu.

Hingga sampai suatu saat, impian mu dapat kamu raih.

Ketika itu kamu sadari bahwa impian yang selama ini kamu inginkan bukanlah yg terbaik untuk dirimu.

Dirimu menyesal dan kecewa, dirimu kembali menginginkan sesuatu yang sebelumnya tidak pernah engkau syukuri.

HAI WANITA,JADILAH KAMU ,SEPERTI POHON KURMA...

Tidak ada kecantikan bagi seorang wanita, tiada pula keindahan, harga diri dan kedudukan kecuali beriman kepada Allah swt. Apabila dirinya tegak di... atas jalan ini, maka dia lah wanita yang mendapat petunjuk, diterima amalnya dan menjadi wanita pilihan disisi RabbNya. Namun, jika dia melepaskan jalan kebenaran tersebut,kafir terhadap Tuhannya, mengingkari agamanya dan melepaskan tuntutanNya, maka dia lah cermin kepada wanita yang murahan, hina dan terbuang. Pada saat itulah sinar kecantikan seorang wanita mulai menghilang, walau berkalung gugusan bintang di langit, meskipun bermahkota bintang gemini dan matahari terbit di keningnya. Wahai wanita muslimah yang jujur, wahai wanita mu'minah yang selalu kembali kepada Allah. Jadikanlah dirimu itu seperti sepohon kurma. Jauh dari keburukan, menjulang tinggi menghindar dari sifat mengangau. 

Dilempar dengan batu dia menjatuhkan buahnya, tetap hijau pada musim panas mahupun dingin dan memberikan manfaat kepada sekalian manusia. Jadilah engkau orang yang menjauhi perkara-perkara yang rendah, keperibadianmu terjaga dari segala pola hidup yang menipu rasa malu. Ucapanmu adalah zikir, pandanganmu melahirkan ibrah, diammu adalah berfikir. 

Saat itulah engkau mendapatkan ketenangan dan akan diterima oleh penduduk bumi. Tercurah segala pujian yang baik-baik, doa yang jujur dari semua makhluk, dan Allah swt akan menjauhkanmu dari awan kesempitan, bayang-bayang ketakutan, dan gumpalan kekeruhan. Tidurlah berbantalkan curahan doa orang-orang mu'min, lalu bangunlah untuk meraih pujian yang ditujukan kepadamu. Saat itulah engkau mula menyedari bahwa kebahagiaan bukan terdapat pada simpanan harta, kad kredit dan kereta, rumah yang bagaikan istana, mahupun pada kasih nya seorang manusia, namun pada ketaatan terhadap Zat Yang Maha Terpuji. Kedamaian hidup bukan pada hiasan keduniaan, bukan pula mengabdi kepada hamba, namun kepada kepatuhan terhadap Zat Yang Maha Mulia. 

Pesanku, jadilah seorang wanita yang bermarwah, yang punya kedudukan tinggi di sisi Tuhannya. Di mana namanya sentiasa disebut-sebut dalam kalangan para malaikat, dan yang berjaya memperoleh cinta yang Teragung, iaitu cintanya Ya Rabb lantas menjadi wanita yang paling bahagia di dunia.



Kirimkan teman lain ingin ikut membaca juga. Terimakasih

YUK.... KITA BERMUHASABAH............

Hari demi hari usiamu kian berkurang,Tapi engkau tidak pernah menyadarinya.Setiap hari Allah datangkan rezki kepadamu,Tapi engkau tidak pernah memujiNya.Dengan pemberian yang sedikit, engkau tidak pernah mau berlapang dada.Dengan pemberian yang banyak, engkau tidak juga pernah merasa kenyang.



Setiap hari Allah datangkan rezki untukmu.Tapi setiap malam malaikat datang kepadaNya dengan membawa catatan perbuatan jelekmu.Engkau makan dengan lahap rezkiNya,Tapi engkau tidak segan-segan pula berbuat durjana kepadaNya.



Allah kabulkan jika engkau memohon kepadaNya,KebaikanNya tak putus-putus mengalir untukmu.Namun sebaliknya, catatan kejelekanmu sampai kepadaNya tiada henti.Allah adalah pelindung terbaik untukmu,Tapi engkau hamba terjelek bagiNya.



Kau raup segala apa yang Allah berikan kepadamu,Tapi Allah tutupi kejelekan yang kau perbuat secara terang-terangan.Tidak malukah kalian kepada Allah?



Engkau melupakan AllahTapi engkau ingat pula kepada yang lain.Kepada manusia engkau merasa takut,Tapi kepada Allah engkau merasa aman-aman saja.Pada manusia engkau takut dimarahi,Tapi pada kemurkaan Allah engkau tak peduli.


WARIS DALAM ISLAM

BAB I PENDAHULUAN



1.1 Latar belakang masalahWarisan itu uang dan uang itu sangat menggoda. Uang itu fitnah dan seringkali menjadi sebab pertumpahan darah. Rasulullah SAW memprediksi akan terjadi fitnah besar-besaran gara-gara warisan. Saudara menjadi musuh dan antar keluarga tak lagi bertegur sapa. Salah satu sebabnya adalah minimnya pengetahuan tentang ilmu waris atau ilmu Fara’idh. Ilmu yang diramalkan sebagai ilmu yang paling cepat sirna dari permukaan bumi ini juga disebut sebagai separo ilmu agama dalam hal kepemilikan harta. Waris adalah salah satu sebab kepemilikan dari beberapa sebab yang digagas Syari’. Islam memperhatikan urusan waris dengan perhatian yang luar biasa, sehingga al-Qur’an membahasnya secara khusus. Al-Qur’an menjelaskan aturan waris-mewaris dengan sangat terperinci. Tidak ada aturan hukum lain yang dijelaskan sedemikian rupa dalam al-Qur’an selain mengenai harta warisan. Al-Qur’an menjelaskan hukum-hukum waris dan keadaan seluruh pewaris secara menyeluruh dan memuaskan. Juga disebutkan di dalam al-Qur’an rincian besar kecilnya bagian harta warisan yang berhak diperoleh oleh ahli waris.Ketika meneliti pembahasan tentang ketentuan pembagian harta waris menurut syari’at Islam, ternyata dapat kita temukan beberapa asas yang menjadi ciri tersendiri dari aturan waris Islam (faraidl), yang membedakannya dari aturan waris lainnya. Asas-asas yang dimaksud adalah: asas Ijbari, asas bilateral, asas individual, asas keadilan berimbang dan asas semata karena kematian.Tiap-tiap asas di atas mempunyai definisi dan penjelasan tersendiri. Dalam makalah ini, akan dibahas salah satu dari lima asas tersebut, yakni asas individual. Mengetahui seluk beluk asas individual, pada akhirnya akan mengantarkan kita kepada pemahaman yang sempurna dari maksud dan tujuan di balik aturan waris mewaris menurut ketentuan hukum kewarisan Islam (faraidl).


1.2 Rumusan masalah Apa yang dimaksud dengan asas individual dalam hukum kewarisan Islam? Apa yang menjadi dasar hukum dari adanya asas individual dalam ilmu kewarisan Islam? Bagaimana pandangan Ulama’ mengenai asas individual dalam ilmu kewarisan Islam?

SEBUAH KISAH BERKAT MEMBACA BISMILLAH

Ada seorang perempuan tua yang taat beragama, tetapi suaminya seorang yang fasik dan tidak mau mengerjakan kewajiban agama dan tidak mau berbuat kebaikan.Perempuan itu senantiasa membaca Bismillah setiap kali hendak berbicara dan setiap kali dia hendak memulai sesuatu senantiasa didahului dengan Bismillah. Suaminya tidak suka dengan sikap isterinya dan senantiasa memperolok-olokkan isterinya.Suaminya berkata sambil mengejek,"Asyik Bismillah, Bismillah. Sekejap-sekejap Bismillah."



Isterinya tidak berkata apa-apa sebaliknya dia berdoa kepada Allah S.W.T. supaya memberikan hidayah kepada suaminya. Suatu hari suaminya berkata : "Suatu hari nanti akan aku membuat kamu kecewa dengan bacaan-bacaanmu itu."Untuk membuat sesuatu yang memeranjatkan isterinya, dia memberikan uang yang banyak kepada isterinya dengan berkata, "Simpan uang ini." Isterinya mengambil uang itu dan menyimpan di tempat yang aman, di samping itu suaminya telah melihat tempat yang disimpan oleh isterinya. Kemudian dengan senyap-senyap suaminya itu mengambil uang tersebut dan mencampakkan uang itu ke dalam perigi di belakang rumahnya.



Setelah beberapa hari kemudian suaminya itu memanggil isterinya dan berkata, "Berikan padaku uang yang aku berikan kepada mu dahulu untuk disimpan."Kemudian isterinya pergi ke tempat dia menyimpan uang itu dan diikuti oleh suaminya dengan berhati-hati dia menghampiri tempat dia menyimpan uang itu dia membuka dengan membaca, "Bismillahirrahmanirrahiim." Ketika itu Allah S.W.T. mengutus malaikat Jibrail A.S. untuk mengembalikan semua uang dan menyerahkan uang itu kepada suaminya kembali.



Alangkah terperanjat suaminya, dia merasa bersalah dan mengaku segala perbuatannya kepada isterinya, ketika itu juga dia bertaubat dan mulai mengerjakan perintah Allah, dan dia juga membaca Bismillah apabila dia hendak memulai sesuatu pekerjaan. 


Kirimkan teman lain ingin ikut membaca juga. Terimakasih

BAGAIMANA AGAR ANAK KITA MENJADI ANAK YANG SHOLEH.............

hidayah dan taufik semata-mata dari Allah dan kita hanya bisa berusaha dan berusaha, namun namanya hidayah tetap kita serahkan pada-Nya.

Tidak usah jauh-jauh, cobalah kita perhatikan nabi kita, Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, penghulu para nabi. Lihatlah bagaimana kehidupan beliau. Perhatikanlah bahwa di waktu kecil saja, beliau dalam keadaan yatim, sudah ditinggalkan ibu bapaknya. Beliau tumbuh dalam keadaan fakir, lalu siapakah yang selalu menjaganya? Siapakah yang menumbuhkan keimanannya? Siapakah yang mewahyukan kitab suci Al Qur’an padanya? Dialah Allah subhanahu wa ta’ala, segala kenikmatan adalah dari-Nya, segala kemuliaan dan sanjungan berhak ditujukan pada-Nya.

Jika kita telah mengetahui hal ini, yakin bahwa yang memberi hidayah adalah Allah dan yakin pula bahwa setiap penjagaan adalah dari-Nya, maka hendaklah kita memanjatkan do’a pada-Nya agar anak dan keturunan kita menjadi sholeh dan baik. Mintalah pada-Nya agar keturunan kita senantiasa mendapat berkah, juga selamat dari berbagai bahaya dan kejelekan. Mintalah pada Allah, semoga mereka senantiasa mendapatkan perlindungan dari gangguan setan, manusia jahat, dan jin. Inilah kebiasaan orang sholih yang sebaiknya kita tiru.




Kirimkan teman lain ingin ikut membaca juga. Terimakasih

TERPUTUSNYA AMALAN ORANG YANG TELAH MENINGGAL

Hadist Shahih Bukhari No. 670-671 Jilid II670. Dari mughirah ra. Katanya ia mendengar dari Rasulullah saw. Bersabda: “ Sesungguhnya berdusta berkenaan dengan ucapanku tidaklah sama dengan dusta terhadap ucapan orang lain. Siapa yang sengaja berdusta tentang hadistku, maka hendaklah dia menempati tempatnya di neraka,”Saya mendengar juga Rasulullah saw. Bersabda: “Mayat yang diratapi, akan disiksa karena ratapan itu”.



671. Dari Ibnu Umar ra., katanya Nabi saw. Bersabda: “Mayat akan disiksa dalam kuburnya sebab ia diratapi.



Hadist Shahih Bukhari No. 679 Jilid IIDari Abdullah bin Umar ra., katanya: “Sa’ad bin Ubadah sakit, Nabi saw. Mengunjunginya bersama-sama dengn Abdurahman bin ‘Auf, Sa’ad bin Abi Waqqash dan Abdullah bin Mas’ud. Ketika Nabi tiba, ia sedang dikerumuni keluarganya. Nabi bertanya,”Telah berpulang?” Jawab mereka,:Belum Ya, Rasulullah!” Nabi saw. Menangis: orang banyak pun menangis pula melihat beliau menangis. Lalu beliau bersabda, “tidakkah kamu mendengar, bahwa Allah swt. Tidak meyiksa karena airmata dan tidak pula karena hati yang duka; tetapi Allah menyiksa karena ini (beliau menunjuk lidahnya) atau Allah mengasihi; sesungguhnya mayat itu disiksa karena ratap tangis keluarganya.



Al Qur’an menerangkan mengenai terputusnya amalan orang yang sudah meninggal.QS Al Baqarah 2:286Artinya: Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (mereka berdoa): "Ya Tuhan Kami, janganlah Engkau hukum Kami jika Kami lupa atau Kami tersalah. Ya Tuhan Kami, janganlah Engkau bebankan kepada Kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan Kami, janganlah Engkau pikulkan kepada Kami apa yang tak sanggup Kami memikulnya. beri ma'aflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah penolong Kami, Maka tolonglah Kami terhadap kaum yang kafir."Dalam QS Al An’am 6: 164, seseorang akan menanggung dosa yang dia perbuat,Artinya: Katakanlah: "Apakah aku akan mencari Tuhan selain Allah, padahal Dia adalah Tuhan bagi segala sesuatu. dan tidaklah seorang membuat dosa melainkan kemudharatannya kembali kepada dirinya sendiri; dan seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain. kemudian kepada Tuhanmulah kamu kembali, dan akan diberitakan-Nya kepadamu apa yang kamu perselisihkan."Kebaikan maupun kesesatan diakibatkan dari perbuatan seseorang tersebut, dalam QS Al Israa’ 17: 15 diterangkan,Artinya: Barangsiapa yang berbuat sesuai dengan hidayah (Allah), maka sesungguhnya Dia berbuat itu untuk (keselamatan) dirinya sendiri; dan Barangsiapa yang sesat Maka Sesungguhnya Dia tersesat bagi (kerugian) dirinya sendiri. dan seorang yang berdosa tidak dapat memikul dosa orang lain, dan Kami tidak akan meng'azab sebelum Kami mengutus seorang rasul.QS Fathiir 35:18



Artinya: Dan orang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain[ ]. dan jika seseorang yang berat dosanya memanggil (orang lain) untuk memikul dosanya itu Tiadalah akan dipikulkan untuknya sedikitpun meskipun (yang dipanggilnya itu) kaum kerabatnya. Sesungguhnya yang dapat kamu beri peringatan hanya orang-orang yang takut kepada azab Tuhannya (sekalipun) mereka tidak melihatNya dan mereka mendirikan sembahyang. dan Barangsiapa yang mensucikan dirinya, Sesungguhnya ia mensucikan diri untuk kebaikan dirinya sendiri. dan kepada Allahlah kembali(mu).QS Az Zumar 39:7



Artinya: Jika kamu kafir Maka Sesungguhnya Allah tidak memerlukan (iman)mu dan Dia tidak meridhai kekafiran bagi hamba-Nya; dan jika kamu bersyukur, niscaya Dia meridhai bagimu kesyukuranmu itu; dan seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain[ ]. kemudian kepada Tuhanmulah kembalimu lalu Dia memberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan. Sesungguhnya Dia Maha mengetahui apa yang tersimpan dalam (dada)mu.



Keselarasan dengan hadist Hadist riwayat Abu Huraiah , Rasulullah saw bersabda: “Jika manusia sudah meninggal, maka terputuslah amalnya, kecuali tiga, yaitu:- Shadaqah jariyah- Ilmu yang bermanfaat- Anak shalih yang selalu mendoakan kedua orangtuanya(HR Muslim (5/73), lafadz ini darinya, juga Bukhari dalam Adabul Mufrad [hal.8], Abu Dawud [2/15], Nasa’I [2/129], at-Thahawi, al Musykil [1/28], Baihaqi [6/278], Ahmad [2/372]

ADA APA DENGAN HARI ASYURO

Perlu diketahui, bahwa kisah diselamatkannya Musa ‘alaihissalam bersama pengikutnya serta ditenggelamkannya Fir’aun dan bala tentaranya, terjadi pada hari yang kesepuluh dari bulan Muharram. Itulah hari yang kemudian dikenal dengan nama hari ‘Asyura. Hari tersebut merupakan hari yang diberi keutamaan dan dimuliakan sejak dahulu kala. Sehingga Nabi Musa ‘alaihissalam berpuasa pada hari tersebut sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Hal ini sebagaimana hadits yang disebutkan dalam Shahih Al-Bukhari dan Shahih Muslim, bahwa shahabat ‘Abdullah ibn Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata:

أَنََّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَدِمَ الْمَدِيْنَةَ فَوَجَدَ اليَهُوْدَ صِيَمًا يَوْمَ عَاشُوْرَاءَ فَقَالَ لَهُمْ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَا هَذَا الْيَوْمُ الَّذِي تَصُوْمُوْنَهُ؟َ فَقَالُوْا: هَذَا يَوْمٌ عَظِيْمٌ، أَنْجَى اللهُ فِيْهِ مُوْسَى وَقَوْمَهُ وغَرَّقَ فِرْعَوْنَ وَقَوْمَهُ فَصَامَهُ مُوْسَى شُكْرًا فَنَحْنُ نَصُوْمُهُ. فَقَالَ رَسُوْلُ الله صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: فَنَحْنُ أَحَقُّ وَأَوْلَى بِمُوْسَى مِنْكُمْ. فَصَامَهُ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَمَرَ بِصِيَامِهِ.

Bahwasanya ketika masuk kota Madinah, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mendapatkan orang-orang Yahudi berpuasa pada hari ‘Asyura. Maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepada mereka: “Ada apa dengan hari ini sehingga kalian berpuasa padanya?” Mereka mengatakan: “Ini adalah hari yang agung, hari yang Allah selamatkan Musa dan kaumnya padanya serta Allah tenggelamkan Fir’aun dan pasukannya. Maka berpuasalah Musa sebagai bentuk rasa syukur dan kamipun ikut berpuasa padanya.” Maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata: “Kalau demikian, kami lebih berhak dan lebih pantas terhadap Musa daripada kalian.” Maka berpuasalah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pada hari tersebut serta memerintahkan para shahabatnya untuk melakukan puasa pada hari itu.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim) Dari hadits tersebut, kita dapatkan pelajaran bahwa para nabi adalah orang-orang yang menjadikan kemenangan sebagai sesuatu yang patut disyukuri, yaitu dengan menampakkan bahwa kemenangan datangnya adalah dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dan manusia adalah makhluk yang lemah serta membutuhkan pertolongan Allah Subhanahu wa Ta’ala sehingga mendorong dirinya untuk beribadah dengan ikhlas kepada-Nya. Maka Nabi Musa ‘alaihissalam berpuasa pada hari tersebut. Begitu pula nabi kita Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sehingga tidak semestinya hari kemenangan itu justru dijadikan sebagai hari yang dirayakan untuk menampakkan kebanggaan atas kemampuan dan kekuatan bangsanya. Sehingga dirayakan dengan pesta-pesta dan foya-foya. Atau dengan mengadakan acara-acara hiburan serta petunjukan-pertunjukan yang sarat kemaksiatan. Namun semestinya hari tersebut mengingatkan akan kenikmatan Allah Subhanahu wa Ta’ala sehingga mendorong untuk menjalankan dan menegakkan syariat-Nya.Hadirin jamaah Jum’at rahimakumullah,isebutkan dalam Shahih Muslim, bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam ditanya tentang puasa ‘Asyura, beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab:

يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْـمَاضِيَةَ

“Puasa tersebut menghapus dosa satu tahun yang telah lalu.” (HR. Muslim)

Namun untuk menghindari keserupaan dengan ibadah orang-orang Yahudi dan Nashara, Nabi kita Shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan pada umatnya untuk berpuasa pula pada hari sebelumnya. Hal ini sebagaimana disebutkan oleh Al-Imam Muslim rahimahullahu dalam Shahih-nya dari shahabat Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma bahwasanya beliau berkata:

حِيْنَ صَامَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ عَاشُوْرَاءَ وَأَمَرَ بِصِيَامِهِ، قَالُوْا: يَا رَسُوْلَ اللهِ، إِنَّهُ يَوْمٌ تُعَظِّمُهُ الْيَهُوْدُ والنَّصَارَى. فَقَالَ رَسُوْلُ الله صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: فَإِذَا كَانَ الْعَامُ الْمُقْبِلُ إِنْ شَاءَ اللهُ صُمْنَا الْيَوْمَ التَّاسِعَ. قَالَ: فَلَمْ يَأْتِ الْعَامُ الْمُقْبِلُ حَتَّى تُوُفِّيَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

Ketika Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berpuasa pada hari ‘Asyura dan memerintahkan para shahabatnya untuk berpuasa pada hari tersebut, mereka (para shahabat) berkata: “Wahai Rasulullah, hari ini (‘Asyura) adalah hari yang diagungkan orang-orang Yahudi dan Nashara.” Maka Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata: “Jika aku menjumpai tahun yang akan datang, insya Allah aku akan berpuasa pula pada hari yang kesembilannya.” Abdullah ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata: “Namun sebelum datang tahun berikutnya, Rasulullah sudah wafat.” (HR. Muslim)



Dari hadits-hadits tersebut, dapat kita pahami bahwa kaum muslimin disunnahkan untuk berpuasa pada hari yang kesembilan dan kesepuluh pada bulan Muharram, hari yang dikenal dengan Tasu’a dan ‘Asyura. Bahkan sebagian ulama menyebutkan disyariatkannya pula untuk berpuasa pada hari setelahnya yaitu hari yang kesebelas, dalam rangka menyelisihi orang-orang Yahudi dan Nashara. Wallahu a’lam bish-shawab.

Mudah-mudahan Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan taufiq-Nya kepada kita semua untuk melakukan puasa pada hari tersebut, dan mudah-mudahan kita mendapatkan keutamaan yang telah Allah Subhanahu wa Ta’ala janjikan.

اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى عَبْدِكَ وَرَسُوْلِكَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ. اللَّهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَالْمُشْرِكِيْنَ. وَدَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّينِ, وَانْصُرْ عِبَادَكَ الْمُوَحِّدِينَ. اللَّهُمَّ أَصْلِحْ أَحْوَالَ الْمُسْلِمينَ في كُلِّ مَكانٍ. اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ والْمُسْلِماتِ, وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّهُ سَمِيْعٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ .عِبَادَ اللهِ … إِنَّ اللهَ يَأمُرُ بِالْعَدْلِ والْإِحْسَانِ وإيْتَاءِ ذِي القُرْبى ويَنْهى عَن الْفَحْشَاءِ والْمُنْكَرِ والْبَغِي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ، فَاذْكُرُوْا اللهَ الْعَظِيْمَ الْجَلِيْلَ يَذْكُرْكُمْ واشْكُرُوْه عَلىَ النِّعَمِ يَزِدْكُمْ، ولَذِكْرُ اللهِ أكْبَرُ واللهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ


Kirimkan teman lain ingin ikut membaca juga. Terimakasih

ADA YANG TANYA KE ABI.... ''BENARKAH URUSAN JODOH,UMUR DAN REZKI ADALAH TAKDIR TAKDIR TUHAN''

Tanya :

Benarkah urusan jodoh, usia dan rezeki adalah takdir-takdir Tuhan?

(X-Jakarta)



Jawab :

Rezeki, jodoh dan usia adalah takdir Tuhan, itu benar demikian. Tetapi bukan hanya itu. Segala sesuatu ada takdirnya. Allah yang Menciptakan segala sesuatu, lalu Dia menetapkan atasnya qadr atau ketetapan dengan sesempurna-sempurnanya (QS Al-Furqan[25]:2). Allah telah menetapkan bagi segala sesuatu ketetapan(QS Al-Thalaq[65]:3). Banyak sekali ayat Al Quran yang mengulang hakikat tersebut. Walhasil, segala sesuatu termasuk manusia ada takdir yang ditetapkan Allah atasnya. Tidak ada sesuatu yang tanpa takdir termasuk terhadap manusia.

Kata takdir terambil dari kata qaddara yang berasal dari akar kata qadara yang, antara lain, berarti mengukur, memberi kadar atau ukuran sehingga takdir adalah yang memberi kadar/ukuran/batas-batas tertentu dalam diri, sifat dan kemampuan maksimal, bagi setiap makhluk-Nya. Namun demikian, manusia tetap diberi kemampuan memilih yang mana di antara ukuran-ukuran yang ditetapkan Tuhan itu yang dapat diambil.




Kirimkan teman lain ingin ikut membaca juga. Terimakasih

Mau tau..apa saja Aurat wanita itu....

Aurat Wanita



1 . Bulu keningMenurut Bukhari " Rasullulah melaknat perempuan yang mencukur( menipiskan bulu kening atau meminta supaya dicukurkan bulu kening) " Riwayat Abu Daud Fi Fathil Bari



2 . Kaki ( tumit kaki )" Dan janganlah mereka ( perempuan ) membentakkan kaki( atau mengangkatnya ) agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan " An-Nur : 31



a ) menampakkan kakib ) menghayungkan/melenggokkan badan mengikut hentakkan kaki



3 . Wangian" Siapa sahaja wanita yang memakai wangi-wangian kemudian melewati suatu kaum supaya mereka itu mencium baunya ,maka wanita itu telah dianggap melakukan zina dan tiap-tiap mata ada zina " Riwayat Nasaii , Ibn Khuzaimah dan Hibban



4 . Dada" Hendaklah mereka (perempuan) melabuhkan kain tudung hingga menutupi dada-dada mereka " An-Nur : 31