KUDU ADA KESABARAN DIDALAM BERUMAH TANGGA...

Dulu pada zaman Khalifah Al Manshur, salah seorang menterinya, Al-Ashma’i melakukan perburuan. Karena terlalu asyik mengejar hewan buruan ia terpisah dari kelompoknya dan tersesat di tengah padang sahara. Ketika rasa haus mulai mencekiknya, di kejauhan ia melihat sebuah kemah. Terasing dan sendirian. Ia memacu kudanya kearah sana dan menemukan penghuninya yang memukau : wanita muda dan jelita. Ia meminta air. Wanita itu berkata, “ Ada air sedikit, tetapi aku persiapkan hanya untuk suamiku. Ada sisa minumanku, kalau engkau mau ambilah”.


Tiba-tiba wajah wanita muda itu tampak siaga. Ia memandang kepulan debu dari kejauhan. ‘Suamiku datang ‘, katanya. Wanita muda itu kemudian menyiapkan air minum dan kain pembersih. Lelaki yang datang itu lebih mudah disebut bekas manusia. Seorang tua yang jelek dan menakutkan . Mulutnya tak henti-hentinya menghardik istrinya. Tidak satu pun perkataan keluar dari mulut perempuan itu. Ia membersihkan kaki suaminya, menyerahkan minuman dengan khidmat dan menuntunnya dengan mesra masuk ke kemah.


Sebelum pergi, Al-Ashma’i bertanya , “Engkau muda, cantik dan setia. Kombinasi yang jarang sekali terjadi. Mengapa engkau korbankan dirimu untuk melayani lelaki tua yang berahlak buruk ?”


Jawaban perempuan itu mengejutkan Al-Asma’i, “Rosulullah bersabda, agama itu itu terdiri dari dua bagian : syukur dan sabar. Aku bersyukur karena Allah telah menganugerahkan kepadaku kemudaan, kecantikanm dan perlindungan. Ia membimbingku untuk berahlak baik. Aku telah melaksanakan setengah agamaku. Karena itu aku ingin melengkapi agamaku dengan setengahnya lagi yakni, bersabar. 







Kirimkan teman lain ingin ikut membaca juga. Terimakasih

0 komentar:

Poskan Komentar